Home / Umum / Apa Yang Dimaksud Dengan Makna

Apa Yang Dimaksud Dengan Makna

Apa yang dimaksud dengan makna? Mari kita bahas bersama-sama pada ulasan kali ini. Kata makna merupakan sebuah kata yang memiliki maksud dan arti yang tersimpul pada sebuah kata. Jadi, sebuah makna dengan Bendanya memiliki saling keterkaitan dan tentunya saling menyatu. Ketika sebuah kata tidak dapat dikaitkan dengan benda nya, maka sebuah keadaan atau peristiwa tertentu tidak bisa diperoleh sebuah makna dari kata tersebut.

Apa Yang Dimaksud Dengan Makna

Berbagai macam kata yang berasal dari dasar yang memiliki kesamaan seringkali menjadi sebuah sumber kesalahan dan kesulitan dalam berbahasa. Oleh sebab itu maka sebuah pemakaian dan pemilihan haruslah tepat sesuai dengan makna dan arti yang terkandung pada sebuah kata. Supaya bahasa yang dipakai cukup mudah untuk dipahami serta dimengerti dan tidak terjadi sebuah kesalahan dalam penafsiran baik dari segi makna yang bisa menumbuhkan sebuah reaksi pada proses pemikiran pendengaran dan pembacaan karena adanya sebuah rancangan di aspek bentuk kata tertentu.

Apa yang dimaksud dengan makna?

Ada sejumlah istilah yang saling berkaitan dengan apa yang dimaksud dengan makna kata tersebut, yaitu makna konotatif, makna donate, makna gramatikal dan makna leksikal. Berikut ini adalah beberapa penjabaran dari makna-makna tersebut

1. Makna denotatif

Sebuah kata dikatakan memiliki kata denotatif Apabila kata tersebut memiliki acuan serta mampu untuk menunjukkan sebuah pengertian maupun makna yang sesungguhnya.Sebuah kata yang memiliki makna denotatif biasanya dipakai pada bahasa yang ilmiah, Hal tersebut dikarenakan dalam bahasa yang ilmiah seseorang tentunya hendak menyampaikan pendapat ataupun gagasannya. Supaya setiap it, pendapat dan gagasan yang hendak disampaikan tidak membuat adanya penafsiran ganda, maka ia wajib untuk menyampaikan pendapatnya dengan menggunakan kata-kata yang memiliki makna denotatif.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Sistem

Makna denotatif merupakan sebuah makna yang umum, makna Dasar, makna yang netral, makna apa adanya serta tidak mencampuri nilai rasa, serta tidak berupa sebuah kiasan. Makna denotatif merupakan sebuah makna dalam alam yang cukup wajar serta memiliki eksplisit yang wajar pula. Hal tersebut memiliki arti bahwa makna denotatif merupakan makna yang sesuai dan pas sesuai dengan keadaan aslinya, sesuai dengan hasil pengukuran, sesuai dengan observasi dan tentunya sesuai dengan pembatasan yang ada.

Adanya makna denotatif tersebut didasari dari sebuah penunjukan yang cukup Lugas pada sebuah bahasa yang di luar pemakaian Secara umum serta didasari adanya Konvensi tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat diatas bahwa bisa disimpulkan bahwa makna denotatif merupakan makna yang umum, makna yang sesungguhnya, makna apa adanya, makna yang bukan berupa kiasan, makna yang tidak mencampuri nilai rasa. Ketika seseorang mengatakan bahwa tangan kanannya mengalami sakit maka hal tersebut memiliki maksud bahwa tangan yang sebelah kanan memang benar-benar sedang sakit.

2. Makna konotatif

Sebuah kata dikatakan memiliki makna konotatif apabila kata-kata tersebut memiliki nilai-nilai emosi tertentu. Pada beberapa penggunaan bahasa, kadang Kala orang tidak cukup hanya mengungkapkan sebuah gagasan maupun pendapat dan juga isi pikirannya. Akan tetapi kadangkala orang juga akan mengungkapkan emosi emosi tertentu pula.Kadangkala, kata-kata yang digunakan memang sama, namun disebabkan karena kandungan emosi yang ada tentunya bisa membuat kata-kata yang diucapkan memiliki makna yang konotatif disamping makna yang denotatif tersebut.

Bisa dikatakan bahwa makna konotatif merupakan makna kiasan atau makna yang disertai dengan tambahan tambahan sikap sosial, nilai rasa, sebuah sikap pribadi, sikap yang berasal dari sebuah zaman, sebuah kriteria-kriteria yang dikenakan pada makna secara konseptual.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Data dan Jenis-jenis data

Sebagai Contohnya seperti kata kursi, di mana kursi bukanlah merupakan tempat duduk melainkan sebagai sebuah kedudukan maupun jabatan yang hendak ditempati oleh seseorang. Kursi bisa diartikan sebagai sebuah tempat duduk yang mengandung makna lugas serta makna denotatif. Kursi yang memiliki arti sebuah jabatan maupun kedudukan yang di diperoleh oleh seseorang tentunya memiliki makna konotatif atau makna kiasan.

3. Makna leksikal

Makna leksikal merupakan sebuah makna kata seperti yang ada dan tertera dalam kamus yaitu sebuah kata yang berasal dari leksikon yang memiliki arti ” kamus” makna kata leksikal yang sesuai dengan kamus tersebutlah kata yang memiliki makna leksikal. Sebagai contoh misalnya adalah belai (usap), batin (hati), cela (cacat).

4. Makna gramatikal

Makna gramatikal merupakan makna kata yang didapat dari sebuah peristiwa tata bahasa. Sebuah istilah gramatikal yang berasal dari kata grammar memiliki sebuah arti yaitu tata bahasa. Makna gramatikal merupakan makna yang berasal dari sebuah peristiwa tata bahasa yang juga disebut dengan istilah Nosi. Contohnya adalah Nosi-an pada sebuah kata gantungan adalah alat.

5. Makna asosiatif

Makna asosiatif tentunya mencakup keseluruhan yang berasal dari hubungan makna dengan bagian Nalar diluar bahasa yang digunakan sehari-hari. Makna asosiatif tersebut tentunya berkaitan erat dengan masyarakat pengguna bahasa, Perasaan dari pemakai bahasa, pribadi pemakai bahasa, perkembangan kata sesuai dengan kehendak pengguna bahasa tersebut, serta nilai-nilai pada masyarakat pengguna bahasa tersebut.

Makna asosiatif itu sendiri terdiri dari beberapa jenis, seperti makna reflektif, makna kolokatif, makna afektif, makna stilistik, serta makna interpretatif. Berikut ini adalah beberapa penjelasan dari beberapa jenis makna asosiatif tersebut.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Ibid, Op.cit, Loc.it dalam Catatan Kaki

a. Makna kolokatif

Makna kolokatif memang sangat berkaitan dengan proses penempatan makna didalam frase di sebuah bahasa. Sebagai contohnya adalah kata kaya serta miskin terbatas pada kelompok parazoa. Makna kolokatif adalah sebuah makna kata yang sudah ditentukan oleh pemakainya di dalam sebuah kalimat. Kata-kata yang memiliki makna kolokatif tentunya mempunyai makna yang asli.

b. Makna reflektif

Makna reflektif merupakan sebuah makna yang memiliki sebuah makna konseptual dengan makna konseptual yang lainnya serta memiliki kecenderungan kepada sesuatu yang memiliki sifat Suci atau tabu/terlarang, sakral, haram, kurang sopan serta didapat berdasarkan sebuah pengalaman pribadi maupun pengalaman sejarah.

c. Makna stilistika

Makna stilistika merupakan sebuah makna kata yang dipakai dengan dasar situasi atau keadaan serta lingkungan pada masyarakat pengguna bahasa tersebut. Sementara itu, bahasa tersebut merupakan salah satu dari pembeda antara makhluk-makhluk lain yang ada di dunia ini.

d. Makna afektif

Rata-rata, makna afektif digunakan oleh pembicara dengan mengambil dasar pada perasaan yang dipakai di dalam berkomunikasi atau berbahasa

e. Makna interpretatif

Makna interpretatif merupakan sebuah makna yang berkaitan dengan tanggapan ataupun penafsiran dari pendengar maupun pembaca, pembicara maupun penulis, mendengarkan atau membaca.

Itulah sejumlah ulasan mengenai Apa yang dimaksud dengan makna. Pembahasan makna Pada kesempatan kali ini Tentunya erat kaitanya dengan penggunaan bahasa sehari-hari yang mana setiap kata atau kalimat yang disampaikan tentunya memiliki makna yang berbeda-beda tergantung dari proses penangkapan yang diterima oleh setiap pendengar. Semoga, artikel Pada kesempatan kali ini berguna dan bermanfaat untuk semuanya. Terima kasih.

Artikel menarik lainnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Database

Apa Yang Dimaksud Dengan Database

Sebenarnya, pengertian database sekarang ini bukanlah merupakan hal yang asing lagi. Apalagi bagi Anda yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *