Home / Umum / Sosial / Biografi Tentang Ibu Sebagai Seorang Panutan

Biografi Tentang Ibu Sebagai Seorang Panutan

Kadang kala siswa SD ataupun SMP mendapatkan tugas untuk membuat biografi tentang ibu yang berperan sebagai seorang panutan bagi anak-anaknya. Tentunya tugas semacam itu bisa didapat melalui internet, salah satunya adalah pada artikel ini. Pada kesempatan yang baik ini saya akan mencoba untuk berbagi contoh karangan biografi tentang ibu yang mana bisa dijadikan sebagai referensi untuk membuat tugas biografi tentang ibu yang rata-rata dibutuhkan oleh siswa-siswa yang masih bersekolah di bangku SD ataupun SMP.

Biografi Tentang Ibu

Secara umum, contoh biografi tentang ibu yang akan saya berikan Pada kesempatan kali ini bersifat fiktif belaka. Nama-nama pemeran serta waktu kejadian Dan nama tempat hanyalah karangan belaka sehingga tidak perlu untuk terlalu didalami karena hanyalah sebatas contoh biografi tentang ibu saja.

Biografi tentang ibu sebagai seorang panutan

Wahyuni adalah nama ibuku. Ibuku dilahirkan di tanggal 29 November 1972. Ayah dari ibu saya memiliki nama Sastro Karyono sariman. Beliau dilahirkan di tanggal 11 Oktober 1991 di kota Yogyakarta. Ibu dari ibu saya memiliki nama Wagiyem. Beliau merupakan seseorang yang dilahirkan di kota Yogyakarta di tanggal 9 Juni 1950.Seorang laki-laki yang berhasil mempersunting Ibuku memiliki nama indraguna atau.

Di Dusun Geneng, yang masuk kedalam Desa keling, Ikut Kecamatan madu Tasik, kawasan di Kabupaten Karanganyar Ibuku tinggal pada saat masih anak-anak. Ibuku memiliki tiga saudara, Dimana posisi dari ibuku adalah putri yang pertama. Untuk pertama kalinya Ibuku sekolah, beliau bersekolah di TK. 1 tahun beliau bersekolah di TK, lalu melanjutkan pendidikannya ke SDN 5 keling. Ibuku pergi ke sekolah selalu bersepeda ketika masih di tingkat SD. Kondisi jalan pada saat itu tentunya beraspal sehingga apabila sedang musim penghujan maka terpaksa sepedanya dibawah menggunakan tangan.

Baca Juga:   Contoh Peraturan Pemerintah Pusat

Adapun jarak SD ke rumah berkisaran 5 km. Pada saat itu, untuk belajar Ibuku hanya memakai penerangan dari lampu minyak saja. Dikebun adalah tempat bermain yang cukup mengasyikkan untuk ibuku dan teman-temannya pada saat itu.

Setelah berhasil menamatkan pendidikan di SD kurang lebih 6 tahun Ibuku melanjutkan pendidikan ke SMPN 2 Madu Tasik.jarak antara SMP dengan rumah sekitar 10 km. Pada saat ibuku sedang mengenyam pendidikan di SMP, perjalanan dari rumah ke sekolah juga masih menggunakan sepeda. Kelas yang pertama kali diduduki pada saat masuk SMP adalah kelas 1B.Pada saat duduk di bangku SMP, Ibuku aktif ikut kegiatan paduan suara. Selain itu, pramuka juga sempat diikuti dimana pernah mengikuti kegiatan berjalan dari Karanganyar sampai Tawangmangu dengan jarak kurang lebih 50 km.

Pada saat itu, ibuku juga pernah ikut berkemah di daerah Soro kali. Dari kegiatan tersebut, Ibuku pernah mendapatkan peringkat 82 dari total keseluruhan kelas yang mengikutinya.

Setelah naik kelas 2 di jenjang pendidikan SMP, ibuku masuk ke kelas 2C. Pada saat menempuh di bangku kelas 2 SMP, salah satu lomba yang pernah diikutinya adalah membuat nasi goreng. Atas jerih payahnya, Ibuku bisa mendapatkan prestasi Juara kedua dari perwakilan seluruh kelas yang ada di SMP. Setelah itu, Ibuku mewakili SMP untuk mengikuti Perlombaan di tingkat kabupaten.

Baca Juga:   Contoh Peraturan Dalam Organisasi

Setelah naik ke kelas 3, Ibuku kembali dirolling, sehingga masuk ke kelas 3D. Setelah naik ke kelas 3, kegiatan diluar pelajaran sudah tidak boleh diikuti lagi. Sebagai penggantinya, kegiatan les harus diikuti mulai dari jam ke 0 yaitu mulai pukul 06.00 sampai dengan 07.00. Pada siang hari, ibuku juga harus mengikuti Jam tambahan Yaitu dimulai dari jam 13.00 sampai dengan jam pukul 14.30.Namun, yang menjadikan Ibuku semangat untuk mengikuti kegiatan tambahan pelajaran adalah karena tidak dipungut biaya sepeser pun.

Selesai menamatkan dibangku SMP, Ibuku melanjutkan pendidikan ke SMA 2 Kramat kepak. Pada saat Ibuku duduk di bangku SMP, beliau terpilih masuk untuk menjadi anggota Paskibra di Pramuka. Pada saat itu, jurusan yang diambil ibuku adalah IPS karena nilai IPA dan matematika nya cukup kecil.

Selesai Mengikuti pendidikan di SMA, kuliah adalah pilihan ibuku yang harus ditempuh. Ibuku memilih untuk melanjutkan kuliah di Surakarta, yaitu masuk ke Universitas Negeri Sebelas Maret. Jurusan PLB atau pendidikan luar biasa merupakan pilihan dari ibuku. Setelah selesai, beliau mencoba untuk menjadi seorang guru honorer pada SLB Karanganyar. Setelah itu, beberapa tahun kemudian beliau pindah ke SLB Putra. Aktivitas menjadi guru honorer Ibuku berhenti setelah beliau menikah dengan ayahku yang tentunya kegiatan rumah tangga cukup menyita waktu sehingga terpaksa melepas status guru honorer yang.namun, untuk mengisi kesibukan sebagai ibu rumah tangga, Ibuku ikut aktif menjadi agen asuransi.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Komunikasi

Pesan dari ibuku bahwa proses belajar tidak boleh menyerah, bagaikan pada saat kita belajar memakai sepeda. Belajar dengan giat apa solidaritas ke teman serta kesetiakawanan haruslah terus dipupuk dan dijaga. Perjuangan perjuangan yang sudah ditempuh seorang ibu tentunya harus menjadi sebuah panutan yang perlu kita teladani.

Demikianlah contoh biografi tentang ibu sebagai seorang panutan yang bisa saya berikan Pada kesempatan kali ini. Sekali lagi, penuh ditegaskan bahwa biografi tentang ibu diatas adalah karangan semata dan bersifat fiktif belaka. Seluruh nama, tempat dan lokasi serta waktu juga merupakan karangan yang apabila memiliki kesamaan atau ketidaksamaan adalah unsur yang tidak disengaja. Mudah-mudahan, contoh biografi tentang ibu di atas mampu memberikan manfaat bagi pengunjung sekalian. Terima kasih dan selamat membaca.

Artikel menarik lainnya

Contoh Peraturan Di Rumah Untuk Anak

Contoh Peraturan Di Rumah Untuk Anak

Di rumah tentunya ada peraturan yang dibuat untuk seluruh anggota keluarga, ada pula aturan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *