Home / Pertanian / Budidaya / Cara Budidaya Tanaman Organik Jenis Sayuran

Cara Budidaya Tanaman Organik Jenis Sayuran

Cara budidaya tanaman organik jenis sayuran tergolong cukup mudah dan cepat dilakukan. 1 hal yang perlu diperhatikan ketika kita melakukan budidaya tanaman organik jenis sayuran adalah pemilihan insektisida dan pestisida serta pupuk haruslah alami dan jauh dari bahan kimia. Hal tersebut tentunya untuk menjaga agar sayuran yang nantinya dikonsumsi masyarakat tetap dalam kondisi sehat tanpa terkontaminasi oleh berbagai macam zat kimia yang bisa merugikan kesehatan tubuh. Sayuran organik bisa disebut sebagai sayuran yang sehat, karena didalamnya mengandung berbagai macam unsur yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Cara Budidaya Tanaman Organik Jenis Sayuran

Di pasaran, jenis sayuran organik juga tidak banyak dijual. Oleh sebab itu maka tentunya sangat baik bagi kita untuk belajar bagaimana cara budidaya tanaman organik jenis sayuran ini, sehingga kita bisa mencoba untuk mempraktekkannya di dekat rumah kita. Siapa tahu, uji coba yang kita lakukan di dalam budidaya tanaman organik jenis sayuran ini akan berhasil dan kita bisa mengembangkan teknik budidaya tanaman organik jenis sayuran lebih luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk orientasi bisnis.

Seperti yang sudah dibahas di depan bahwa cara budidaya tanaman organik jenis sayuran ini tergolong cukup mudah. Namun demikian, tentunya ada juga yang belum mengetahui teknik-teknik dasar yang perlu dikuasai untuk melakukan budidaya tanaman organik jenis sayuran sehingga pada kesempatan yang baik ini saya akan mencoba untuk berbagi pengetahuan dan wawasan dengan anda mengenai cara budidaya tanaman organik jenis sayuran, sehingga anda memiliki panduan dan tutorial khusus untuk mempraktekkan bagaimana cara melakukan budidaya tanaman organik tersebut.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa jenis sayuran organik adalah sayuran yang ditanam dengan tanpa menggunakan berbagai macam jenis bahan kimia baik dari pupuk maupun pestisida. Oleh sebab itulah maka kandungan di dalam sayuran organik betul-betul sangat alami dan sangat menyehatkan apabila dikonsumsi secara rutin.sebenarnya, banyak jenis sayuran yang bisa dibudidayakan secara organik. Contoh jenis sayuran yang bisa anda coba untuk dibudidayakan secara organik adalah selada, sawi, kangkung, dan berbagai macam jenis sayuran yang lain.

Baca Juga:   Cara Budidaya Tanaman Pangan Secara Sederhana

Baiklah, di bawah ini adalah beberapa tahapan yang bisa anda lakukan di dalam memulai mempelajari cara budidaya tanaman organik jenis sayuran.

1. Proses pemilihan bibit sayuran organik

Proses pembuatan bibit tentunya perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum anda melakukan proses penanaman sayuran organik tersebut. Proses pembuatan bibit sayuran organik tentunya bisa dilakukan dengan cara penyemaian benih yang sebelumnya sudah disediakan media tanamnya. Proses pembuatan media tanam untuk penyemaian bibit sayuran organik adalah campuran antara tanah dengan pupuk kompos menggunakan perbandingan 1 banding 3.

Usahakan, anda bisa menyediakan lokasi untuk menyemai bibit sayuran organik dengan ukuran yang lebar. Misalnya, anda bisa menggunakan media baki semai atau media sejenisnya. Silahkan anda menyemai bibit sayuran organik dengan jarak kurang lebih 2 cm, setelah itu silahkan anda tunggu sampai dengan biji bibit sayuran organik tumbuh dan muncul bagian daunnya. Dalam waktu proses tunggunya tersebut, anda tetap bisa melakukan proses penyiraman secara rutin setiap hari misalnya adalah pada sore hari dan pagi hari di saat kondisi cuaca tidak terlalu panas.

2. Tahapan mempersiapkan media tanam atau lahan untuk menanam sayuran organik

Pada dasarnya anda bisa melakukan proses penanaman sayuran organik langsung di tanah ataupun ditanam di polybag dan pot. Hanya saja kedua metode tersebut tentunya memiliki teknik yang berbeda. Persiapan yang perlu dilakukan untuk proses penanaman dengan dua jenis metode tersebut juga berbeda. Sebagai contoh, apabila kita menanamsayuran organik langsung pada tanah, maka anda tentunya bisa membuat pelindung plastik di bagian atap atau sering dikenal oleh masyarakat dengan sebutan green house. Fungsi dari green house adalah agar sayuran organik bisa terhindar dari berbagai macam jenis hama serta tetesan air yang bisa merusak proses pertumbuhan dari sayuran organik.

Sementara itu, apabila anda menggunakan media tanam berupa polybag atau pot, anda bisa mengisi media tersebut menggunakan campuran pupuk kompos dengan tanah menggunakan perbandingan 2 banding 1. Demikian juga ketika anda menggunakan tanah secara langsung untuk menanam sayuran organik, maka tentunya pemberian pupuk kompos juga perlu dilakukan secara rutin agar kondisi tanah tetap dalam tingkat kesuburan yang cukup bagus.

Baca Juga:   Cara Budidaya Tanaman Cabe Lewat Benih Biji

3. Proses perawatan pada sayuran organik

Di awal sudah disampaikan bahwa proses perawatan untuk budidaya sayuran organik tidaklah terlalu rumit. Pemeriksaan secara rutin akan kondisi sayuran organik adalah salah satu hal penting yang harus anda lakukan setiap hari. Tujuan dari pemeriksaan protein tersebut adalah untuk mengetahui sekaligus menghindarkan sayuran organik dari kemungkinan adanya serangan penyakit serta hama.

  • Untuk menjaga kadar air tetap dalam kondisi yang baik maka anda perlu melakukan penyiraman secara rutin pada sayuran organik di pagi hari maupun sore hari.
  • Rumput-rumput yang tumbuh di sekitar sayuran organik juga perlu anda bersihkan secara rutin supaya nutrisi yang ada pada tanah tidak ikut terserap oleh rumput pengganggu, namun bisa terserap secara keseluruhan oleh sayuran organik. Selain mengganggu, tentunya sangat mengganggu pemandangan dan juga menghambat pertumbuhan dari sayuran organik yang anda tanam.
  • Untuk meminimalisir proses pertumbuhan rumput-rumput di sekitar sayuran organik, maka anda bisa mencoba menutup rumput liar menggunakan plastik yang berwarna perak. Tujuan penutupan rumput liar menggunakan plastik yang berwarna perak adalah untuk mencegah proses penyerapan cahaya matahari sehingga rumput tidak bisa berfotosintesis dan pada akhirnya rumput tersebut akan mati.
  • Pemberian pupuk kandang adalah salah satu hal penting berikutnya supaya pertumbuhan sayuran organik bisa lebih stabil dan lebih cepat. Harap diingat bahwa pupuk yang diberikan pada sayuran organik haruslah bersih dan terhindar dari adanya zat-zat kimia. Contoh pupuk yang bisa anda produksi sendiri di rumah adalah jenis pupuk cair organik. Cara membuatnya juga cukup mudah, yaitu anda cukup memanfaatkan sisa ampas kedelai yang sebelumnya sudah dihaluskan lalu ampas kedelai tersebut bisa anda tambahkan dengan mikroba yang memiliki sifat baik untuk memacu pertumbuhan.
  • Silakan anda gunakan air bersih untuk ditambahkan dan bisa anda biarkan beberapa saat. Bagaimana cara menggunakannya? Cara menggunakannya adalah anda cukup melakukan penyemprotan menggunakan cairan organik tersebut pada seluruh daun di sayuran organik. Bisa juga anda lakukan dengan metode mengalirkan pupuk cair organik pada sela-sela sayuran organik.
  • Proses pengendalian penyakit dan hama pada tanaman sayuran organik bisa dikatakan cukup rumit. Hal tersebut dikarenakan jenis pestisida yang digunakan haruslah terbebas dari campuran bahan kimia . Metode permudah yang bisa anda praktekan adalah dengan melakukan pengendalian secara manual atau secara fisik. Sebagai contoh adalah langsung menangkap, membuang, atau melakukan pemancingan supayaberbagai macam jenis penyakit dan hama yang menyerang pada sayuranorganik pergi dengan sendiri.
  • Setelah hama penyerang pergi, maka tentunya anda bisa memanfaatkan berbagai macam jenis obat-obatan yang diproduksi secara alami juga. Tentunya, jenis obat-obatan yang digunakan sebagai pencegahan hama tersebut haruslah benar-benar aman sehingga sayuran organik yang nantinya akan dikonsumsi masyarakat juga aman. Salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan alami untuk menjaga kondisi sayuran organik agar terhindar dari serangan hama adalah minyak kamper, minyak serai, dan cairan gula asam.
Baca Juga:   Cara Budidaya Tanaman Hortikultura Dengan Mudah Dan Praktis

4. Proses pemanenan tanaman sayuran organik.

Umur dari jenis sayuran organik memang cukup beragam. Hal tersebut tentunya didasari dari jenis sayuran organik itu sendiri. Namun, pada umumnya umur dari sayuran organik hampir sama dengan umur sayuran biasa. Begitu juga dengan cara pemanenan nya, hampir sama dengan proses pemanenan sayuran biasa.

Sekian tutorial singkat mengenai cara budidaya tanaman organik jenis sayuran yang bisa saya kemas pada artikel kali ini. Mudah-mudahan, setelah anda membaca secara keseluruhan artikel di atas, maka anda bisa mulai mencoba untuk praktek bagaimana cara membudidaya secara organik berbagai macam jenis sayuran . Dengan keberhasilan anda di dalam membudidaya sayuran organik, maka anda bisa memanfaatkan hasil panen sayuran organik tersebut untuk dikonsumsi setiap hari, atau anda bisa menjual di pasaran apabila jumlah pemanenan melimpah. Terima kasih dan selamat mencoba .

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara budidaya tanaman hidroponik sawi

Cara budidaya tanaman hidroponik sawi menggunakan botol bekas

Bagi anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan sayuran sawi ini, terlebih bagi para pecinta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *