Home / Pertanian / Budidaya / Cara Budidaya Tanaman Sahang Atau Lada Hitam dan Putih

Cara Budidaya Tanaman Sahang Atau Lada Hitam dan Putih

Pada kesempatan yang baik ini, inanesia.com akan mencoba untuk berbagi ilmu mengenai cara budidaya tanaman sahang atau lada baik jenis lada hitam maupun lada putih. Tanaman lada atau sahang adalah salah satu jenis tanaman yang banyak di budidaya oleh para petani indonesia karena prospek bisnis yang bisa didapat dari budidaya tanaman sahang ini cukup luas. Disamping itu, tanaman sahang juga merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan di wilayah negara indonesia. Untuk mempermudah anda di dalam mempelajari cara maupun teknik budidaya tanaman sahang atau tanaman lada hitam dan lada putih, maka pada kesempatan yang baik ini anda akan mendapatkan tutorial dan juga referensi mengenai cara budidaya tanaman sahang.

Cara Budidaya Tanaman Sahang

Cara budidaya tanaman sahang dibagi menjadi beberapa tahapan dimana masing-masing tahapan tersebut tentunya harus anda lalui sebaik mungkin. Apabila anda berhasil melaksanakan beberapa tahapan di dalam budidaya tanaman sahang dengan baik dan benar, maka nantinya hasil panen dari budidaya tanaman sahang juga akan lebih maksimal. Dengan begitu, hasil bisnis anda pada budidaya tanaman sahang ini akan semakin meningkat.

Syarat pertumbuhan budidaya tanaman sahang

Sebagai awalan, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai syarat pertumbuhan dari tanaman sahang. Dari sisi iklim, tanaman sahang bisa tumbuh dengan baik jika kondisi curah hujan berada pada 2000 sampai dengan 3000 mm/tahun. Kondisi sinar matahari yang diterima di permukaan tanah di mana tanaman sahang akan budidaya juga cukup baik, dalam satu hari rata-rata mampu menangkap pancaran sinar matahari sekitar 10 jam.

Suhu udara berada pada angka 20 sampai dengan 34 derajat celcius. Kemudian, kelembaban udara berada pada angka 50% sampai dengan 100%. Dan yang tidak kalah menariknya adalah tempat untuk membudidayakan tanaman sahang harus bisa terjaga dari gangguan tiupan angin yang kencang.

Media tanam budidaya tanaman sahang

agar pada proses budidaya tanaman sahang bisa tumbuh dengan subur dan cepat, maka tentunya kita harus menyediakan media tanam yang cukup bagus dan memenuhi syarat. Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam membudidaya tanaman sahang adalah tanah dalam kondisi kaya akan nutrisi organik, subur, tidak dalam kondisi terlalu kering ataupun terlalu tergenang air, memiliki ph tanah di kisaran 5,5 sampai dengan 7.

Baca Juga:   Inilah Cara Budidaya Tanaman Hidroponik Hanya Dengan Air Saja

Tanah memiliki warna merah sampai dengan merah kekuning-kuningan. Usahakan tanah mengandung pupuk kompos atau humus dengan kedalaman 1 sampai dengan 2.5 meter.selain itu, tingkat kemiringan lahan yang digunakan untuk membudidaya tanaman sahang maling tinggi adalah 300. Untuk tingkat ketinggian lahan budidaya tanaman sahang usahakan berada pada kisaran 300 sampai 1100 meter diatas permukaan laut.

Langkah-langkah budidaya tanaman sahang

1. Proses Pembibitan

Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi di dalam tahapan pembibitan tanaman sahang yaitu adanya jaminan bibit tanaman sahang yang murni, bibit tanaman sahang berasal dari tanaman sahang yang sehat dan tidak terserang penyakit, bibit diambil dari induk tanaman sahang yang sudah memiliki umur dari 10 bulan sampai dengan 3 tahun.

2. Proses Pengelolaan Media Tanam Untuk Tanaman Sahang

beberapa alat yang perlu dipersiapkan untuk budidaya tanaman sahang dimulai dari proses pencangkulan dengan tujuan untuk menggemburkan tanah. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pembagian tanah dengan kedalaman kurang lebih 20 sampai dengan 30 cm. Setelah itu silahkan anda lakukan penaburan kapur pertanian lalu biarkan kurang lebih 3 sampai dengan 4 minggu.

3. Proses Penanaman Tanaman Sahang

Proses penanaman tanaman saat ini bisa menggunakan teknik monokultur dengan jarak sekitar 2 meter x 2 meter. Namun, budidaya tanaman sahang ini juga bisa dikombinasikan dengan tanaman lain. Untuk lubang yang digunakan guna menanam bibit tanaman sahang dibuat dengan ukuran bagian atas adalah 40 cm x 35 cm, sedangkan bagian bawah lubang dibuat dengan ukuran 40 cm x 15 cm serta memiliki kedalaman 50 cm.

Proses pembuatan lubang ini diharapkan bisa dilakukan 10 sampai dengan 15 hari sebelum bibit tanaman sahang ditanam. Proses penanaman bibit tanaman sahang usahakan dilakukan di awal musim penghujan atau minimal pada peralihan antara musim kemarau ke musim penghujan. Melakukan proses penanaman bibit tanaman sahang pada kondisi suhu udara yang masih dingin, yaitu sekitar pukul 06.00 pagi atau diatas jam 04.00 sore.

Baca Juga:   Cara Budidaya Tanaman Hortikultura Dengan Mudah Dan Praktis

Cara menanam bibit tanaman sahang adalah dengan menanam bagian yang memiliki akar menghadap ke bawah, sementara itu bagian yang tidak ditumbuhi akar diarahkan untuk menghadap ke bagian atas.

Lakukan proses penaburan jenis pupuk kandang dengan komposisi 100 gram untuk masing-masing tanaman yang sebelumnya sudah dicampur kan dengan natural glio.

Di tahap selanjutnya, silakan anda lakukan pengurugan pada bagian atas tanaman dengan memanfaatkan tanah yang digali dan sudah dicampur dengan pupuk dasar yaitu NPK dengan komposisi 20 gram untuk masing-masing tanaman. Apabila kondisi tanah kurang subur maka bisa dilakukan penambahan sebanyak 100 gram urea, 5 gram KCL dan 7 gram SP 36 untuk masing-masing tanaman. Setelah anda selesai melakukan pengurugan, anda bisa lanjutkan dengan proses pengairan.

4. Proses Pemeliharaan Budidaya Tanaman Sahang

Berikut ini beberapa tahapan bagaimana kita bisa memelihara tanaman sahang:

  1. Anda bisa memanfaatkan tali untuk membuat bagian sulur yang nantinya digunakan untuk merambat pada tanaman sahang. Persiapkan bagian sulur ini sedemikian rupa sehingga memudahkan tanaman sahang merambat sekaligus mudah pula untuk melepasnya.
  2. Anda bisa melakukan pembumbunan sekaligus penyiangan secara rutin tiga bulan sekali. Lakukan proses penyiangan bersamaan dengan proses pembubunan.
  3. Lakukan pula proses pemangkasan dan perempelan pada bagian dahan, batang dan ranting yang sudah tidak produktif atau yang terserang penyakit. Lakukan pula perempelan pada bagian batang yang sudah tua supaya proses peremajaan tanaman sahang bisa terjadi kembali.
  4. Lakukan proses pemupukan susulan secara rutin setiap 3 minggu sekali. Anda bisa menggunakan pupuk kompos supaya tingkat kesuburan tanah tetap terjaga.
  5. Apabila sudah masuk ke dalam musim kemarau, maka proses penyiraman maupun pengairan harus rutin dilakukan pada sore hari dan pagi hari. Namun, apabila di musim penghujan maka anda bisa menyesuaikan. Apabila kondisinya kurang air maka tentunya anda bisa melakukan penyiraman, namun jangan sampai menggenangi tanaman sahang.
  6. Pada saat tanaman sahang sudah berumur 3 sampai dengan 5 bulan, maka anda bisa menambahkan pupuk buatan yang berasal dari dedaunan maupun dari alang-alang.
  7. Untuk proses penggunaan ajir, anda bisa memanfaatkan bahan berupa kayu maupun potongan bambu. Biasanya pangkal dari ajir diruncingkan supaya mudah untuk ditegakkan di tanah.
Baca Juga:   Cara Budidaya Tanaman Pisang Hanya Dengan Beberapa Langkah

5. Proses Pengendalian Hama Dan Penyakit

Hama dan penyakit pada tanaman sahang adalah salah satu bagian yang harus dikendalikan pada budidaya tanaman sahang.nya salah satu jenis hama yang kerap menyerang tanaman sahang adalah penggerek batang. Hama ini memiliki ciri memiliki warna hitam dan memiliki ukuran kurang lebih 3 sampai dengan 5 mm. Hama ini menyerang pada bagian pucuk daun, bunga dan juga cabang-cabang tanaman sahang yang masih muda. Pada hama yang masih muda berupa ulat yang akan merusak bagian cabang tanaman dan batang.

Proses pengendalian apabila sudah terserang hama jenis ini adalah dengan melakukan pemotongan cabang batang yang sudah terserang. Anda juga bisa melakukan penyemprotan pada tanaman sang ini menggunakan pestisida.

6. Proses Pemanenan Budidaya Tanaman Sahang

Tanaman saat ini ada panen apabila sudah memiliki ciri-ciri yaitu tangkai tanaman sahang sudah berubah warna menjadi sedikit kekuningan dan tentunya sudah memiliki buah yang masak yaitu dengan berubahnya warna menjadi kuning ataupun merah. Tahapan maupun pemetikan dari buah tanaman sahang adalah memetik buah tanaman sahang dari bagian bawah sampai dengan buah yang ada pada bagian atas dengan metode melakukan pemetaan bagian persendian tangki buah yang ada pada bagian ketiak dahan. Untuk periode panen memang masing-masing tempat berbeda tergantung dari cuaca, iklim serta jenis lada yang ditanam serta proses perawatan yang dilakukan.

Demikianlah tutorial singkat mengenai cara budidaya tanaman sahang atau lada yang bisa saya ulas pada artikel kali ini. Mudah-mudahan hamil setelah anda membaca artikel singkat ini maka anda bisa mencoba untuk membudidaya tanaman sahang sendiri serta bisa mengembangkan kegiatan budidaya tanaman sahang ini lebih luas sehingga anda bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan membudidaya tanaman sahang ini. Terimakasih dan selamat mencoba, semoga sukses.

Artikel menarik lainnya

Cara budidaya tanaman hidroponik sawi

Cara budidaya tanaman hidroponik sawi menggunakan botol bekas

Bagi anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan sayuran sawi ini, terlebih bagi para pecinta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *