Home / Umum / Alam / Cara Hewan Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan

Cara Hewan Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan

Di dalam menjalankan kehidupannya, dibutuhkan lingkungan sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Tentunya, supaya bisa mempertahankan diri dari lingkungannya, maka setiap makhluk hidup haruslah Mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi. Makhluk hidup yang dimaksud meliputi hewan, tumbuhan, manusia serta organisme yang lainnya. Pada kesempatan yang baik ini saya akan mencoba mengulas Bagaimana cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya supaya hewan mampu bertahan hidup sekaligus berkembangbiak.

Cara Hewan Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan

Contoh dari proses penyesuaian diri yang dilakukan manusia ketika hidup didaerah yang dingin dan bersalju yaitu memakai baju hangat yang terbuat dari bulu apabila hendak keluar rumah. Apabila manusia tidak menggunakan pelindung berupa baju hangat, maka tentunya tubuh manusia tidak akan mampu bertahan pada suhu yang sangat dingin.

Contoh lain, misalnya adalah seekor bunglon yang menyesuaikan diri dengan cara merubah warna kulit menyesuaikan Di mana dia berada supaya aman dari gangguan pemangsa serta lebih mempermudah diri didalam mencari mangsa. Apabila berkebalikan, dimana bunglon memiliki warna kulit yang kontras dengan warna dimana dia sedang berada, maka bunglon lah yang akan menjadi sasaran untuk dimangsa hewan lain. Selain itu, karena tidak dapat menyamarkan diri di lingkungan tertentu, maka bunglon juga akan kesulitan didalam mencari mangsa.

Baca Juga:   Cara Menanggulangi Sampah Dengan Bijaksana

Demikian juga tanaman kaktus yang tumbuh pada tempat tandus dan gersang, maka usaha untuk menyesuaikan diri adalah dengan cara mengurangi jumlah daun-daunnya, bahkan sampai dengan memakai Batang sebagai tempat untuk menyimpan air. Apabila tanaman kaktus memiliki gaya hidup layaknya pohon beringin yang memiliki daun cukup Rindang, maka tanaman kaktus tidak akan dapat bertahan hidup di tempat yang tandus dan gersang.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan, bukan membahas mengenai tumbuhan atau bahkan manusia. Proses menyesuaikan diri terhadap lingkungan sering dikenal dengan istilah adaptasi. Dari sinilah kita akan mulai mempelajari cara adaptasi hewan terhadap lingkungannya.

Cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya

Ada 3 cara proses penyesuaian diri pada hewan dengan lingkungannya, yaitu:

1. Proses penyesuaian diri atau adaptasi morfologi

Adaptasi morfologi merupakan sebuah cara pada hewan untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungannya dengan menggunakan cara menyesuaikan bentuk tubuh maupun mengubahnya menyesuaikan dari kondisi di sekitar tempat tinggalnya. Beberapa contoh adaptasi morfologi yang sering kita temukan adalah burung kenari yang mempunyai bentuk paruh tebal, pendek, runcing, memiliki sisi tipis serta sangat tajam. Makanan favorit dari burung kenari adalah biji-bijian yang sebelumnya harus dikuliti serta dipecah apabila hendak memakannya.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Banjir Bandang dan Penyebabnya

Selain burung kenari, burung elang juga membutuhkan proses adaptasi morfologi. Ciri dari burung elang yaitu mempunyai paruh yang tajam dan berbentuk membengkok Serpong sangat kuat. Yang menjadi makanan favorit dari burung elang adalah daging yang apabila ingin memakannya harus dicabik-cabik terlebih dahulu.

Bebek juga merupakan salah satu hewan yang membutuhkan adaptasi morfologi. Bentuk kaki yang berselaput membuat bebek bisa hidup baik di darat juga di perairan dangkal Seperti Sungai untuk mencari tambahan makanan. Fungsi dari bentuk kaki yang memiliki selaput adalah supaya bisa dipakai untuk berenang di dalam mencari makanan.

2. Proses penyesuaian diri atau adaptasi fisiologi.

Adaptasi fisiologi memiliki arti yaitu sebuah cara bagi hewan di dalam proses menyesuaikan diri terhadap lingkungannya dengan menggunakan metode penyesuaian alat-alat yang berada dalam tubuhnya. Contoh hewan yang melakukan adaptasi fisiologi adalah unta dimana unta mempunyai punuk yang berfungsi untuk menyimpan cadangan air. Sementara itu dari sisi adaptasi fisiologi yaitu kencing unta yang pekat serta tidak encer, berbeda dengan hewan lainnya. Tujuan dari proses adaptasi ini adalah untuk menghemat air. Hal tersebut cukup dimaklumi karena kondisi di gurun pasir cadangan air sangatlah terbatas sehingga urine dari Onta yang dikeluarkan tidak encer namun pekat.

Baca Juga:   Cara Menanggulangi Banjir Oleh Pemerintah DKI Jakarta

3. Proses penyesuaian diri atau adaptasi tingkah laku

Adaptasi tingkah laku merupakan sebuah langkah yang diambil hewan di dalam beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang memakai metode merubah tingkah lakunya. Sebagai contoh hewan cicak. Ketika saya masih duduk di SD zaman dahulu, saya pernah mengikuti sebuah lomba pada mata pelajaran biologi.

Masih ada soal yang teringat sampai sekarang hingga berumur 30 tahun. Bentuk soalnya kurang lebih adalah ” cicak ketika berkelahi dengan cicak yang lain sementara dia kalah, apa yang akan dilakukan guna menyelamatkan diri?” lalu, dengan mudahnya saya menjawab sembunyi atau lari dilubang. Cicak memilih untuk memutuskan bagian ekor guna melakukan adaptasi tingkah laku.

Demikianlah penjabaran singkat mengenai cara hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Mudah-mudahan ilmu pengetahuan mengenai proses adaptasi hewan ini bermanfaat bagi pengunjung sekalian, terutama yang sedang mencari informasi Bagaimana proses adaptasi hewan-hewan yang hidup di sekitar kita. Terima kasih dan selamat belajar. Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Planet

Apa Yang Dimaksud Dengan Planet

Pada saat kita masih belajar di bangku sekolah, khususnya di mata pelajaran IPA Kita pernah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *