Home / Elektronika / Cara Memasang AVR Pada Genset

Cara Memasang AVR Pada Genset

Artikel mengenai Cara Memasang AVR Pada Genset ini juga tentunya sangat berkaitan erat dengan sistem eksitasi pada genset. AVR Pada genset memiliki fungsi secara umum adalah untuk melakukan pengaturan pada bagian penguatan arus atau sering dikenal dengan istilah excitacy pada bagian exciter. Berdasarkan proses pengoperasiannya, automatic voltage reguler atau sering disingkat dengan istilah AVR berguna mengontrol dan menjaga supaya tegangan keluaran dari genset selalu stabil atau bisa dikatakan tegangan keluaran dari genset tetap konstan, tidak terpengaruh oleh adanya berbagai macam perubahan beban yang kadangkala selalu berubah. Beban yang disambungkan pada genset tentunya akan sangat mempengaruhi beban Tegangan dari genset itu sendiri.

Cara Memasang AVR Pada Genset

AVR memiliki sistem kerja yaitu melakukan pengaturan terhadap besarnya arus penguatan atau excitacy yang terjadi pada exciter. Maksudnya adalah, jika keluaran tegangan yang berasal dari genset berada di bawah tegangan minimal genset, maka secara otomatis bagian AVR akan menguatkan ataupun membesarkan arus listrik pada bagian exciter. Begitu juga sebaliknya, jika keluaran tegangan dari genset melampaui tegangan maksimal dari genset, maka AVR akan berfungsi mengurangi ataupun mereduksi besarnya arus penguatan pada bagian exciter. Jadi, bisa disimpulkan bahwa ketika terjadi sebuah perubahan Keluaran tegangan dari genset, maka tegangan tersebut akan dengan otomatis distabilkan oleh bagian AVR karena pada bagian inilah disediakan Alat yang dipakai guna melakukan pembatasan penguatan pada arus listrik minimum dan maksimum yang seluruhnya bekerja secara otomatis.

Diagram Skema sistem eksitasi

Automatic voltage regulator atau AVR bekerja dengan cara memperoleh energi listrik yang berasal dari bagian PMG atau permanent magnet generator. Contohnya dalam hal ini adalah AVR yang memiliki arus listrik sebesar 20A, tegangan listrik sebesar 110 volt serta frekuensi 400Hz. Selain itu, AVR juga memperoleh sensor yang berasal dari bagian PT atau potencial Transformer serta CT atau Current Transformer.

Diagram Skema AVR

Unit AVR memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

1. Bagian sensing circuit

Tegangan listrik 3 phasa yang berasal dari genset terlebih dahulu diumpankan pada bagian sensing circuit dengan melewati terlebih dahulu bagian pt dan juga 90r. Setelah itu, tegangan keluaran 3 phasa dari bagian90r akan diturunkan, lalu akan diubah menjadi searah menggunakan komponen dioda . Alur selanjutnya, tegangan tersebut akan diratakan pada rangkaian resistor dan kapasitor yang nantinya tegangan tersebut bisa dikontrol menggunakan variabel resistant atau vr. Bagian sensing circuit ini memiliki keuntungan yaitu tegangan keluaran dari generator set atau genset akan direspon dengan cepat.

Baca Juga:   Sistem Kerja AC Central Dan Komponennya

Sebagai gambaran mengenai keluaran tegangan respon yang berbanding lurus dengan keluaran tegangan dari genset bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

Grafik hubungan sensing tegangan terhadap output of Generator

2. Bagian Comparative Amplifier

Bagian dari komparatif amplifire ini dimanfaatkan untuk membandingkan tegangan dari set voltage dengan sensing circuit. Besarnya tegangan pada bagian sensing circuit dengan set voltage mempunyai besaran yang berbeda sehingga terjadi rentang atau selisih besarnya tegangan tersebut. Perbedaan tegangan itulah yang sering dikenal dengan istilah error voltage. Bagian error voltage ini yang harus dibuang dengan teknik menggunakan variable resistance atau VR pada bagian sensing voltage dan set voltage.

3. Bagian Amplifier Circuit

Arus listrik yang mengalir dari komponen b11, d12, dan R34 merupakan rangkaian untuk penguatan tingkat rendah dan disebut dengan bagian rangkaian penguat utama. Tegangan keluaran yang berasal dari bagian comparative amplifier serta keluaran tegangan dari OEL atau over excitation limiter Merupakan tegangan jenis negatif lalu dari tegangan jenis negatif tersebut diumpankan pada bagian OP201. Pada saat bagian OEL atau over excitation limiter dan MEL atau minimum exitation limiter tidak bekerja, maka output tegangan yang berasal dari bagian comparative amplifier dikuatkan pada bagian OP201 dan OP301, lalu inputan yang berasal dari OP301 akan dijumlahkan dengan tegangan keluaran dari bagian dumping sirkuit. Bagian OP401 merupakan amplifier untuk bagian Balance meter yang merupakan hubungan dari input tegangan dan output tegangan yang berasal dari bagian OP201 dan juga bagian OP401. Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan pada gambar dibawah ini:

Rangkaian Amplifier

4. Bagian Mixer Circuit Dan Automatic Manual Changeover

Bagian rangkaian ini dibuat dengan model auto manual sebagai bagian pemindah hubungan serta 1 buah rangkaian guna mengendalikan besarnya tegangan penguat Medan genset. Bagian mixer circuit dan auto manual changeover pada operasi manualnya dikerjakan oleh 70E, lalu ketika mixer circuit dan automatic manual changeover bekerja secara manual, maka automatic voltage regulator atau AVR tidak bisa beroperasi. Pada saat rangkaian mixer circuit dan automatic manual changeover di dalam kondisi auto, maka bagian AVR bisa beroperasi guna mengatur besarnya arus listrik pada Medan generator.
Bagian limited Circuit

Baca Juga:   Cara Membuat Rangkaian Paralel Sederhana

Bagian limited Circuit merupakan bagian yang berguna menentukan nilai pembatas pada proses penguatan atau excitation yang berguna sebagai pengatur keluaran tegangan pada sistem kerja excitacy. Komponen VR125 berfungsi sebagai pembatas lebih dari tegangan keluaran yang berasal dari terminal C6 serta VR126 berfungsi sebagai pembatas minimal yang berasal dari tegangan keluaran dari C6.

5. Bagian Fase Synchronizing Circuit

Bagian thyristor berguna untuk mengatur output tegangan thyristor dengan memakai sinyal kontrol yang diumpankan pada bagian gerbang thyristor. Proses ini dilakukan dengan cara merubah nilai besar sudut sinyal yang ada pada gerbang thyristor. Bagian phase sinkronisasi berguna untuk merubah besarnya sudut gerbang thyristor yang sama dengan output tegangan yang berasal dari batas sinkronisasi. Selain itu, bagian ini juga mampu mengontrol sinyal yang diumpankan pada komponen thyristor.

6. Bagian Thyristor firing Circuit

Bagian dari Thyristor firing circuit berguna sebagai bagian pendukung guna mensuply sinyal kontrol di bagian gerbang tyristor

7. Bagian Dumping Circuit

Bagian dumping sircuit berguna untuk memberikan informasi kepada sensor nilai besaran penguatan voltage yang berasal dari bagian AC exciter yang nantinya akan diumpankan ke bagian amplifier Circuit dan dijadikan sebuah feedback masukkan pada connector OP301

8. Bagian Unit Thyristor

Unit thyristor adalah bagian yang tersusun dari beberapa dioda dan thyristor. Pada unit thyristor ini juga terdapat sekering atau fuse yang nantinya dipakai sebagai bagian pengaman lebur. Bagian Unity restoran ini juga terdapat indikator yang berfungsi guna melakukan pemantauan kerja dari komponen thyristor yang berada di posisi bagian depan thyristor pada setiap phase. Untuk setiap phase dipasang sekring sebanyak 2 dan tersusun secara paralel. Pada saat terjadi sebuah kesalahan atau putus pada bagian salah satunya, maka peralatan masih bisa berjalan secara normal.

9. Bagian MEL atau minimum excitacy limiter

Bagian MEL atau minimum excitacy limitermemiliki fungsi guna mencegah adanya tegangan output yang berlebihan pada genset sekaligus melakukan proses penambahan penguatan guna menaikkan nilai tegangan pada Terminal genset di level yang konstan. Bagian ini dipakai guna melakukan pendeteksian operasional dari genset, yaitu dengan cara mengetahui besarnya tegangan Keluaran dan arus keluaran pada genset. Disamping itu, rangkaian ini juga dipakai guna membandingkan nilai tegangan keluaran dari generator dengan nilai eksitasi minimum yang sebelumnya sudah dilakukan penyettingan. Rangkaian ini nantinya akan menginformasikan fakta sinyal yang ada di bagian rangkaian AVR jika terjadi kelebihan eksitasi minimum, lalu pada bagian keluaran dari Bagian MEL atau minimum excitacy limiter akan dinaikkan oleh bagian amplifier.

Baca Juga:   Skema Rangkaian Subwoofer Sederhana Dan Mini Namun Mantap

Diagram Minimum Excitasi Limiter

10. Bagian Automatic Follower

Sistem kerja dari bagian automatic follower yaitu guna melengkapi proses penguatan dengan cara pengaturan manual oleh bagian 70E. Guna melakukan penyesuaian proses pengoperasian genset di dalam proses membandingkan nilai fluktuasi dari tegangan terminal yang dilakukan oleh sinyal error. Proses tersebut tentunya digunakan buat menjaga supaya tegangan keluar dari generator set atau genset tetap stabil. Proses pengoperasian pada bagian ini dipakai untuk pengaturan secara manual di bagian 70E guna mendapatkan angka ketetapan tingkatan pada bagian excitacy yang sudah disesuaikan. Proses ini Tentunya dijadikan sebagai sebuah patokan guna menjaga supaya tegangan keluaran dari generator set atau genset tetap stabil Walaupun ada perubahan beban.

Bagian otomatis follower juga dimanfaatkan untuk proses pendeteksian output regulator yang berasal dari sinyal tegangan error serta pada proses pengoperasian secara otomatis manual Adjuster dengan cara membuat nilai nol. Rangkaian outomatis follower ini berguna untuk meningkatkan sinyal dan menurunkan sinyal yang semuanya dikontrol oleh 70E.

Blok Diagram Automatic Follower

Demikianlah penjabaran singkat mengenai cara memasang avr pada genset sekaligus memahami bagian-bagian penting di dalam AVR genset secara khusus dan bagian genset secara umum. Mudah-mudahan artikel singkat Pada kesempatan kali ini mampu memberikan Anda referensi yang lengkap mengenai cara memasang avr pada genset dengan benar serta memahami juga bagian-bagian dari genset secara umum dan dari AVR secara khusus. Terima kasih atas kunjungan anda dan salam sukses untuk anda.

 

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Skema Rangkaian Inverter Sederhana Berdaya Besar

Skema Rangkaian Inverter Sederhana Berdaya Besar

Skema rangkaian inverter sederhana berdaya besar dari tegangan DC ke AC yang akan saya berikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *