Home / Otomotif / Sepeda Motor / Cara Membuat Bahan Bakar Dari Air Kelapa

Cara Membuat Bahan Bakar Dari Air Kelapa

Di pembahasan artikel yang lalu saya sudah mengulas tentang cara membuat bahan bakar air untuk sepeda motor. Pada posting kali ini saya akan mengulas kembali mengenai cara membuat bahan bakar dari air kelapa. Tentunya, bahan dasar yang digunakan untuk membuat bahan bakar tersebut sangatlah mirip, hanya terletak pada jenis air yang dipakai. Apabila dahulu hanya menggunakan air biasa, sekarang kita coba untuk membahas teknik membuat bahan bakar menggunakan air kelapa.

Cara Membuat Bahan Bakar Dari Air Kelapa

Persiapan Bahan-Bahan

Sebelum dimulai, silakan Anda persiapkan sejumlah bahan baku yang cukup beragam. Namun, pada intinya bahan utama yang digunakan adalah air kelapa. Silakan disimak.

  1. Air hangat sebanyak 1 gelas
  2. NPK sebanyak 1 sendok makan
  3. Urea sebanyak 2 sendok makan
  4. Ragi seberat 1 ons
  5. Air kelapa sebanyak 30 liter

Peralatan yang dipakai

Sejumlah peralatan yang perlu Anda persiapkan untuk mengaplikasikan cara membuat bahan bakar dari air kelapa adalah:

  1. Drum atau galon yang digunakan untuk tempat menampung bioetanol hasil dari produksi
  2. Destilator atau rangkaian alat penyuling
  3. Drum fermentor dan drum penampung

Cara membuat bahan bakar dari air kelapa

Berikut ini adalah beberapa proses produksi yang bisa anda pelajari pada kegiatan pembuatan bahan bakar berbahan dasar air kelapa. Silahkan disimak.

  1. Proses pembuatan ragi. Lagi dibuat dengan menggunakan bahan dari bawang putih sebanyak 50 gram, ragi tape sebanyak 50 gram, merica sebanyak 50 gram, lengkuas sebanyak 7,5 gram, tepung ketan putih sebanyak 1,5 Kg, cabe puyang sebanyak 50 gram, air hangat sebanyak 1 gelas, Gula sebanyak 1 sendok makan. Silakan Anda campur menjadi satu sampai homogen. Selanjutnya, silakan lakukan pencetakan dan Peng angin-anginan kurang lebih selama 2 hari, ditutup menggunakan daun pisang lalu dijemur.
  2. Proses melarutkan air kelapa. Proses tersebut dilakukan dengan cara melarutkan air kelapa sebanyak 30 liter kedalam 30 liter air biasa.
  3. Proses pencampuran Ragi pada larutan air kelapa sebanyak 1 ons ragi yang dilarutkan di dalam air hangat sebanyak 1 gelas, lalu dimasukkan pada larutan air kelapa sebelumnya.
  4. Masukkan urea sebanyak 2 sendok makan dan NPK sebanyak 1 sendok makan. Adapun fungsi dari pemberian Urea dan NPK yaitu guna memberikan nutrisi kepada bakteri fermentasi pada ragi supaya bisa tetap hidup serta berkembang dan melaksanakan fermentasi di dalam larutan air kelapa secara maksimal pada beberapa hari mendatang.
  5. Fermentasi pada larutan air kelapa tersebut Lalu dibiarkan beberapa hari, sekitar 7 hari sampai 8 hari, guna memberikan waktu bakteri guna berfermentasi. Adapun reaksi Fermentasi yang terjadi adalah C6H12O6 (sacharomyces Cereviceae) 2CO2 + 2C2H5OH + panas
Baca Juga:   Cara Mengendarai Motor Gigi Bagi Pemula

Di hari pertama proses pemberian ragi tentunya tidak akan langsung muncul reaksi, sebab bakteri memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa berkembang biak. Sekitar 3 hari, maka perbedaan kondisi air kelapa pada hari pertama dan Pada hari ketiga akan mulai kelihatan. Selanjutnya, setelah 7 hari nantinya akan didapat sejumlah gelembung udara di air kelapa yang kelihatan sedikit kekuning-kuningan Apabila dibandingkan Pada hari sebelumnya. Gelembung-gelembung tersebut adalah hasil fermentasi dimana akan didapat gas CO2 serta etanol dan juga energi berupa panas.

Proses penyulingan

Guna memperoleh etanol hasil dari fermentasi maka dibutuhkan proses pemisahan, yakni dilakukan dengan cara destilasi atau penyulingan di suhu 800 derajat Celcius dan suhu tersebut harus selalu dipertahankan, sebab etanol akan menguap di suhu tersebut. Nantinya, uap yang berasal dari etanol yang diproduksi akan dikembalikan ke fase cair dengan teknik kondensasi sehingga diperoleh etanol. Pada proses penyulingan yang pertama, rata-rata akan diproduksi etanol 50% sampai dengan 60%, Oleh sebab itu maka etanol tersebut perlu untuk disuling ulang supaya kadar dari etanol yang diproduksi bisa meningkat sekitar 20% sehingga memperoleh etanol yang berkadar 95% sampai dengan 96%.

Baca Juga:   Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor Dan Fungsinya

Kelebihan membuat bahan bakar dari air kelapa

Kelapa merupakan salah satu tanaman serbaguna, sebab hampir seluruh bagian pada pohon kelapa memiliki nilai serta tidak memerlukan proses pemeliharaan secara insentif sehingga sangat cocok untuk petani di daerah Marginal. Pohon kelapa juga tentunya bisa menghasilkan biomassa di atas tanah yang cukup besar, 1 ton sampai dengan 2 ton setiap pohon sehingga bisa berperan penting di dalam reduksi kadar CO2 diudara.

Kelapa juga tentunya bisa memiliki peran sebagai salah satu dari sumber bioenergi yang sangat penting guna mengikat produktivitas sehingga pada akhirnya bisa menghemat penggunaan lahan. Air kelapa mempunyai potensi yang amat besar sebagai salah satu sumber utama bioenergi di mana bioenergi tersebut sangat ramah lingkungan disamping sebagai salah satu sumber pangan dan tanaman konservasi. Air kelapa juga mempunyai kelebihan Apabila dibandingkan dengan bahan baku bioetanol yang lainnya, misalnya adalah jagung dan Singkong di mana tanaman tersebut merupakan tanaman penghasil Pati, sebab tahapan yang dikerjakan adalah dua yakni destilasi dan fermentasi.

Sementara itu, bioetanol yang bersumber dari jenis tumbuhan berpati membutuhkan proses sakarifikasi atau hidrosis ringan guna merubah poli merpati menjadi zat gula sederhana. Bioetanol atau etanol jika dicampurkan dengan Premium maka bisa meningkatkan kadar oktan di mana kadar oktan dari etanol atau bioetanol sekitar 98% adalah 115, di samping mengingat bioetanol atau etanol mengandung oksigen sebanyak 30%. Oleh karena itu, campuran dari bioetanol atau etanol dengan gasoline bisa dikategorikan ke dalam HOG atau high octane gasoline, yang mana campuran bioetanol sebanyak 15% setara dengan bahan bakar Ron 92 atau pertamax. Sementara itu, campuran bioetanol 24% setara dengan Ron 95 atau Pertamax Plus.

Baca Juga:   Penyebab Lampu Motor Redup Serta Langkah Perbaikannya

Kekurangan membuat bahan bakar dari air kelapa

Air kelapa merupakan air yang udah basi dan tidak tahan lama apabila sudah berada di udara bebas, sehingga air kelapa tersebut bisa berubah menjadi asam. Tingkat keasaman dari air kelapa juga akan semakin meningkat yang akan menimbulkan kadar gula yang ada di dalam air kelapa akan semakin turun. Oleh sebab itu, dibutuhkan proses yang cukup cepat supaya tidak mengalami penyusutan. Disamping itu, bioetanol sendiri tentunya mempunyai kelemahan, yakni memiliki sifat korosif. Oleh karena itu, maka sangat mempengaruhi kondisi logam, khususnya adalah logam yang mudah untuk terkena korosi. Contohnya adalah akan membuat mesin tidak dapat dihidupkan atau distarter.

Demikianlah penjabaran singkat tentang cara membuat bahan bakar dari air kelapa yang bisa saya ulas pada posting di kesempatan kali ini. Mudah-mudahan berguna dan bermanfaat untuk pengunjung sekalian, selamat berinovasi dan selamat mencoba, semoga sukses.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Penyebab Lampu Depan Motor Mati

Penyebab Lampu Depan Motor Mati

Baiklah teman-teman, langsung saja masuk ke dalam topik pembahasan Pada kesempatan kali ini yakni tentang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *