Home / Umum / Manfaat / Cara Membuat Bahan Bakar Dari Singkong

Cara Membuat Bahan Bakar Dari Singkong

Banyaknya singkong yang tersebar di desa-desa membuat sebuah inovasi cara membuat bahan bakar dari singkong. Singkong disebut pula dengan ubi kayu, adalah salah satu jenis bahan makanan yang didalamnya mengandung karbohidrat dengan konsentrasi cukup tinggi sehingga bisa dijadikan sebagai pengganti dari nasi. Singkong bisa pula diolah untuk menjadi berbagai macam jenis produk makanan, seperti Tapi, keripik dan lain sebagainya.

Cara Membuat Bahan Bakar Dari Singkong

Disamping itu, ada pula jenis singkong yang tidak bisa atau tidak boleh untuk dimakan sehingga akan diolah menjadi tepung kanji atau Pati. Selanjutnya, tepung kanji atau Pati tersebut yang nantinya dapat menghasilkan berbagai macam produk makanan, misalnya adalah kerupuk. Selain itu, tepung kanji ternyata bisa pula dibuat sebagai bahan untuk membuat lem. Disamping itu, daun tanaman Singkong tentunya enak untuk dijadikan sebagai sayur.

Di samping bisa dimanfaatkan untuk dijadikan produk makanan tape singkong ternyata bisa diubah menjadi bahan bakar alternatif yang kerapkali dikenal dengan istilah bioetanol. Tentunya, bensin yang telah dicampur kan dengan bioetanol memiliki kualitas setara dengan kualitas Pertamax. Caranya adalah dengan menambahkan 10% dari volume bensin yang ada.

Manfaat Menggunakan Bensin Bioetanol

Di bawah ini adalah sejumlah manfaat apabila kita memakai bensin bioetanol:

  1. Mengurangi kerak yang ada pada ruang bakar
  2. Menambah jarak tempuh pada kendaraan
  3. Bahan bakar yang bebas timbal
  4. Sangat ramah lingkungan
  5. Bisa memperpanjang umur dari mesin kendaraan
  6. Bisa lebih hemat bahan bakar minyak sampai dengan 20%
  7. Suara mesin menjadi lebih halus
  8. Tarikan lebih enteng dan lebih spontan
  9. Gas buang menjadi sangat bersih dan pembakaran lebih sempurna

Cara membuat bahan bakar dari singkong dengan konsep bioetanol

Di bawah ini adalah cara membuat bioetanol yang menggunakan dari singkong sebagai bahan bakar alternatif

Baca Juga:   Cara Membuat Motor Bahan Bakar Air
  1. Silakan Anda kupas singkong sebanyak 125 kg, bisa menggunakan singkong jenis apa saja. Lanjutkan dengan proses pembersihan, lalu silakan cacah sampai bentuknya kecil-kecil
  2. Lakukan pengeringan singkong yang sudah dicacah tersebut sampai dengan kadar airnya tersisa kurang dari 16%. Adapun manfaat dari proses pengeringan tersebut supaya singkong jauh lebih awet sehingga bisa disimpan sebagai cadangan bahan baku dan bisa digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.
  3. Silahkan Anda masukkan singkong kering atau gaplek sebanyak 25 kg ke dalam sebuah tangki yang memiliki kapasitas 120 liter. Selanjutnya, silakan Anda Tambahkan air hingga volumenya mencapai 100 liter. Lanjutkan dengan memanaskan gaple sampai dengan suhu 100 derajat Celcius kurang lebih setengah jam. Langkah selanjutnya, silakan Anda lakukan pengadukan gaplek tersebut sampai menjadi bubur dan mengental.
  4. Lakukan proses pendinginan pada bubur gaplek, Selanjutnya silakan Anda masukkan bubur tersebut ke dalam tangki sakarifikasi. Sakarifikasi merupakan salah satu proses penguraian Pati untuk menjadi glukosa. Setelah dingin, silakan Anda masukkan cendawan Aspergillus yang nantinya berfungsi untuk memecah Pati menjadi glukosa. Pada proses penguraian 100 liter bubur Pati tersebut dibutuhkan cendawan Aspergillus sebanyak 10 liter atau sekitar 10% dari banyaknya bubur. Adapun konsentrasi dari cendawan yakni mencapai 100 juta sel untuk setiap ML. Sebelummenggunakan Aspergillus maka harus dibenamkan terlebih dahulu di bubur gaplek yang sudah dimasak supaya adaptif dengan sifat kimia pada bubur gaplek. Dengan demikian, maka cendawan Aspergillus mampu berkembang biak serta bekerja untuk mengurai Pati dengan cukup baik.
  5. Setelah kurang lebih 2 jam, maka bubur gaplek akan terpisah menjadi dua lapisan, yakni endapan gula dan air. Silakan Anda lakukan pengadukan kembali Pati yang telah menjadi gula tersebut, kemudian silakan Anda masukkan ke tangki fermentasi. Sebelum proses fermentasi, Anda harus memastikan bahwasanya kadar gula di dalam larutan pati paling tinggi adalah 17% sampai dengan 18%. Kadar tersebut merupakan kadar gula paling tinggi yang sangat disenangi oleh bakteri saccharomyces untuk bisa hidup serta bekerja di dalam menguraikan gula menjadi glukosa. Apabila tingkat kadar gula lebih tinggi, silakan lakukan penambahan air sampai mencapai kadar yang diharapkan. Begitu pula sebaliknya, silakan Anda lakukan penambahan larutan gula pasir supaya mendapatkan kadar gula paling baik.
  6. Guna mencegah terjadinya kontaminasi dan menjadikan saccharomyces bisa bekerja dengan optimal menguraikan glukosa, silahkan anda tutup tangki fermentasi dengan cukup dapat. Proses fermentasi akan berlangsung secara anaerob serta tidak memerlukan oksigen. Jagalah temperatur pada angka 28 derajat celcius sampai dengan 32 derajat Celcius dengan PH sekitar 4,5 sampai 5,5 supaya proses fermentasi bisa berjalan secara maksimal.
  7. Setelah proses fermentasi berlangsung antara dua hari sampai tiga hari, maka larutan Pati akan berubah jadi tiga lapisan. Lapisan paling bawah adalah endapan protein. Di bagian atasnya adalah air serta etanol. Hasil dari proses fermentasi tersebut dikenal dengan istilah bir yang mengandung 6% sampai 12% etanol.
  8. Silakan Anda sedot larutan etanol menggunakan selang plastik lewat kertas saring yang memiliki ukuran 1 mikron Supaya endapan protein bisa tersaring.
  9. Meskipun telah disaring, etanol tetaplah masih bercampur dengan air. Guna memisahkannya, silakan Anda lakukan penyulingan atau destilasi. Caranya adalah dengan memanaskan cairan etanol dan air tersebut pada suhu 78 derajat Celcius atau sama dengan titik didih etanol. Di suhu tersebut, cairan etanol akan terlebih dahulu menguap dibandingkan dengan air yang memiliki titik didih 100 derajat Celcius. Selanjutnya, uap etanol tersebut dialirkan lewat pipa yang sudah terendam air sehingga akan terjadi kondensasi dan akan berubah kembali menjadi etanol cair.
  10. Hasil dari proses penyulingan tersebut akan dihasilkan etanol yang memiliki kadar 95% serta tidak akan bisa larut di dalam bensin. Supaya dapat larut, dibutuhkan etanol yang memiliki kadar 99% atau sering dikenal dengan istilah etanol kering. Oleh sebab itu, dibutuhkan proses destilasi absorbent. Etanol yang memiliki kadar 95% tersebut dipanaskan kembali dengan suhu 100 derajat Celcius. Di suhu tersebut lah, etanol serta air akan menguap. Uap dari keduanya tersebut lalu akan dilewatkan ke Sebuah pipa yang bagian dindingnya sudah dilapisi oleh Pati atau zeolit. Zeolit akan bekerja menyerap kadar air yang tersisa Sehingga nantinya akan didapat etanol dengan kadar 99% yang tentunya sudah siap untuk dicampur kan dengan bensin. Untuk mendapatkan 10 liter etanol berkadar 99%, diperlukan 120 liter sampai dengan 130 liter bir yang diproduksi dari gaplek seberat 25 kg.
Baca Juga:   Manfaat Daur Ulang Plastik Secara Umum

Tertarik untuk mencobanya? Silahkan anda terapkan cara membuat bahan bakar dari singkong yang sudah dibahas di bagian depan, siapa tahu anda bisa sukses di dalam memproduksi etanol yang nantinya dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar minyak yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas dari bahan bakar minyak sehingga kendaraan anda memiliki performa yang lebih baik. Terima kasih dan selamat bereksperimen, Semoga berhasil.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Membuat Motor Bahan Bakar Gas LPG

Cara Membuat Motor Bahan Bakar Gas LPG

Perkembangan dunia otomotif semakin canggih di mana ada sebuah konsep cara membuat motor bahan bakar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *