Home / Hardware / Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati Sendiri

Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati Sendiri

Bagian yang cukup rumit untuk dipelajari oleh setiap pengguna komputer adalah Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati Sendiri. Komputer yang mati sendiri memang sangat menjengkelkan, apalagi jika komputer tersebut sedang digunakan untuk menyelesaikan setumpuk pekerjaan. Hal tersebutlah yang menuntut kita ekstra keras untuk bisa secepatkan memperbaiki komputer mati sehingga tumpukan perkerjaan kita tidak jadi PR di hari berikutnya.

Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati

Sebenarnya komputer yang mati sendiri dibagi menjadi 2 kategori, yaitu komputer yang mati secara tiba-tiba dan komputer yang mati dengan terlebih dahulu muncul pesan. Untuk kasus yang pertama memang cukup sulit untuk memperbaikinya. Kita harus memiliki feeling yang kuat agar kita bisa menebak sumber masalah dari komputer dan selekasnya bisa memperbaikinya. Sedangkan untuk kasus yang kedua, kita bisa mengetahui secara spesifik penyebab dari matinya komputer dengan melihat pesan yang muncul sebelum komputer tersebut mati.

Secara umum, beberapa penyebab dari komputer yang mati sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Overheat atau suhu kerja komputer terlalu panas melebihi toleransi panas pada komputer.
  2. Adanya kerusakan atau kesalah pada perangkat keras atau hardware
  3. Adanya virus tertentu pada komputer
  4. Adanya crash atau masalah serius pada OS Windows
  5. Adanya kegagalan sistem hardware komputer

Setelah kita memahami penyebab secara umum komputer mati, maka berikutnya kita coba pelajari Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati Sendiri. Dibawah ini adalah ulasannya.

Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati Sendiri

1. komputer yang overheat atau kepanasan

Salah satu kelebihan yang dimilikioleh komputer adalah kemampuan mematikan dirinya sendiri ketika suhu dari prosesor melebihi angka normal. Sekarang ini banyak jenis komputer yang dibuat agar bisa mati atau restart sendiri apabila ada salah satu komponen didalamnya (baik prosesor, chipset) dan komponen lainnya yang “kegerahan”. Apabila anda suara aneh dari dalam komputer, misalnya suara mendering dengan nada tinggi, maka hal tersebut bisa bertanda komputer mengalami kegagalan sistem.

Baca Juga:   Cara Memperbaiki Komputer No Signal Paling Manjur

Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati Sendiri untuk kasus diatas, anda bisa memulai pengecekan pada bagian fan pada PSU. Caranya cukup dengan merasakan hembusan angin yang keluar melalui lubang sirkulasi pada PSU itu sendiri. Apabila terasa ada henbusan angin, maka itu bertanda fan pada PSU bergerak dengan baik.

Anda juga bisa membuka casing komputer untuk memastikan fan atau kipas pada prosesor dan VGA berputar dengan lancar dan cepat. Biasanya ada juga casing yang memiliki fan tambahan untuk membantu sirkulasi udara dalam komputer. Pastikan fan tersebut berputar dengan normal juga. Untuk memastikan tidak ada kesalahan pada perangkat keras, silahkan anda masuk BIOS untuk melihat apakah ada permasalah dengan suhu komputer atau tidak.

Tahapan berikutnya, silahkan anda cek pemasangan heatsink prosesor. Jika pemasangan heatsink prosesor tidak rata, akan menyebabkan transfer panas dari prosesor akan terhambat. Akibatnya prosesor akan mengalami overheat dan pada akhirnya komputer akan mati sendiri. Pada settingan BIOS, anda juga bisa mengatur pada suhu berapa komputer akan shutdown ketika mengalami overheat. Jika komputer anda termasuk komputer “Panas”, maka anda bisa set suhu shutdown pada angka yang lebih tinggi.

Baca Juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Printer Epson T13X

2. Adanya hardware yang bermasalah atau mengalami kerusakan

Pada saat komputer mengalami kegagalan sistem hardwarem maka akan membuat komputer akan mati mendadak tanpa adanya sebuah warning. Biasanya kegagalan hardware terjadi setelah anda memasang perangkat baru pada komputer. Untuk itulah, setelah anda memasang komponen baru, pastika komponen tersebut tidak menjadi penyebab komputer mengalami error atau kegagalan perangkat keras. Untuk mengetahui sebuah perangkat keras mengalami konflik atau tidak, anda bisa melihatnya pada bagian Device manager.

Apabila setelah anda memasang komponen baru komputer mengalami masalah, maka hal tersebut sudah bisa menjadi sebuah indikasi bahwa perangkat keras yang baru saja anda tambahkan bermasalah. Anda bisa melakukan diagnosa dengan cara menyalakan komputer sambil mengamati komponen tersebut apakah benar-benar bermasalah atau tidak.

3. komputer terkena virus komputer

Ada beberapa jenis varian virus komputer yang dibuat untuk bisa mematika komputer yang sudah terinfeksi. Ciri-ciri dari komputer yang mati sendiri akibat virus adalah pada saat anda menjalan aplikasi tertentu komputer mati tiba-tiba mati. Misalnya pada saat anda menjalankan aplikasi MS. Excel, komputer selalu mati, maka hal tersebut bisa menjadi sebuah indikasi bahwa komputer anda sudah terserang virus yang bisa mematikan komputer. Apabila komputer anda mengalami gejala seperti itu, maka alangkah baiknya anda melakun scanning komputer secara full menggunakan antivirus yang sudah ter update, baik antivirus lokal seperti smartdav maupun antivirus luar negeri seperti AVG.

Baca Juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Printer Dot Matrix

4. sistem operasi yang bermasalah

Apabila anda sudah menjalankan beberapa panduan diatas namun tidak membuahkan hasil namun komputer tetap mati sendiri pada saat digunakan, maka bagian yang patut dicurigai selanjutnya adalah pada sistem operasi Windows. Sistem operasi Windows memang cukup rumit untuk dijelaskan, sehingga kita hanya bisa menebaknya saja. Untuk memastikan apakah sistem operasi Windows bermasalah, silahkan lakukan beberapa hal berikut ini:

Silahkan anda masuk ke BIOS, lalu biarkan komputer tetap menyala. Apabila pada posisi di BIOS, komputer tetap menyala dan tidak mati seperti pada saat di Windows, maka besar kemungkinan Windows anda bermasalah.

5. perangkat keras yang mengalami kegagalan sistem

Apakah anda sudah melakukan install ulang Windows, namun komputer tetap mati dalam jangka waktu tertentu? Apabila iya, maka patut dicurigai ada beberapa perangkat keras yang mengalami kerusakan atau bermasalah. Biasanya perangkat keras yang sering mengalami error adalah prosesor, RAM, PSU dan motherbaord. Untuk membantu didalam mendiagnosa letak kerusakan hardware, maka tentunya anda bisa mengganti komponen yang dicurigai dengan yang lainnya. Tentunya jika anda memiliki cadangan hardware tersebut. Jika tidak, maka anda bisa meminjam ke teman yang punya.

Sekian informasi singkat mengenai Cara Memperbaiki Komputer Yang Mati Sendiri. Harapan inanesia.com, selepas  anda membaca tutorial diatas, anda bisa mencoba untuk memperbaiki komputer sendiri sehingga komputer anda yang mengalami error bisa secepatkan digunakan kembali dan tentunya pekerjaan anda tidak terhambat terlalu lama. Terima kasih dan selamat mencoba.

Artikel menarik lainnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Storage Device

Apa Yang Dimaksud Dengan Storage Device

Istilah storage device merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi para pengguna komputer, terutama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *