Home / Umum / Alam / Cara Menanggulangi Banjir Oleh Pemerintah DKI Jakarta

Cara Menanggulangi Banjir Oleh Pemerintah DKI Jakarta

Persiapan di dalam menyambut musim hujan merupakan sebuah kebiasaan unik bagi sejumlah Warga Jakarta. Persiapan menghadapi banjir adalah salah satu hal yang umrah dilaksanakan oleh warga Jakarta di dalam menyambut datangnya musim penghujan. Jadi, mereka tidak hanya sekedar menyiapkan jas hujan dan payung saja. Tentunya, banjir yang datang di wilayah Jakarta akan membawa dampak negatif dan kerugian yang cukup besar. Untuk itulah pemerintah DKI Jakarta selalu berupaya dan mencari cara menanggulangi banjir oleh pemerintah yang baik sehingga kerugian kerugian yang diakibatkan dari Banjir juga bisa diminimalisir.

Cara Menanggulangi Banjir Oleh Pemerintah

Jakarta merupakan kota metropolitan yang mempunyai luas lahan kurang lebih 661,52 KM2. Pada tahun 2010, penduduk di DKI Jakarta mencapai 9.588.198 jiwa. Melihat dari jumlah penduduk dan luas lahan yang ada, Jakarta merupakan sebuah wilayah yang penduduknya sangat padat namun masih sangat memiliki daya tarik yang bagus sehingga banyak warga yang berbondong-bondong untuk bisa datang ke Jakarta guna mencari pekerjaan.

Runtuhnya, ketika banjir datang maka rasa ketidaknyamanan akan melanda warga di DKI Jakarta. Munculnya kemacetan lalu lintas yang terjadi hingga berjam-jam yang disebabkan oleh genangan air di jalan merupakan salah satu dampak negatif dari terjadinya banjir. Sejumlah warga yang kebetulan memiliki rumah pada daerah banjir haruslah bekerja ekstra keras guna melakukan penyelamatan berbagai macam peralatan rumah tangga dan meletakkannya di tempat yang bersih dan lebih tinggi sehingga tidak terkenal luapan air. Kadangkala, apabila banjir datang dengan cukup besar, maka bisa menimbulkan korban jiwa.

Hal-hal yang menjadi penyebab banjir:

Penyebab pertama dari Banjir adalah tidak Tersedianya wilayah resapan air yang cukup. Selain itu, hujan yang durasinya cukup lama dan intensitas nya tinggi juga kerap kali menjadi penyebab adanya banjir. Selain itu, banjir kiriman yang berasal dari Bogor juga merupakan salah satu bagian penyebab banjir yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. Pada beberapa wilayah Puncak yang sebenarnya digunakan untuk daerah resapan banjir ternyata sudah dibangun sejumlah bangunan. Penyebab lain dari Banjir adalah pembuangan sampah secara sembarangan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk dari ketidakpedulian masyarakat pada lingkungan. Dengan banyaknya sampah maka akan membuat terjadinya pendangkalan sungai serta tersumbatnya aliran air.

Baca Juga:   Cara Menanggulangi Erosi Tanah Secara Efektif

Pemerintah memang memiliki cara sendiri di dalam mengatasi masalah banjir. Namun, peranan masyarakat di dalam menanggulangi banjir juga sangatlah penting. Lalu apa saja cara menanggulangi banjir yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta? Berikut ini adalah ulasannya

Cara menanggulangi banjir

1. Membuat sungai serta selokan air berfungsi kembali sesuai dengan peranannya

Kegunaan dari selokan dan sungai yaitu sebagai tempat mengalirnya air, sehingga tidak boleh berubah fungsi apa yang misalnya adalah menjadi tempat sampah. Hal tersebut juga memiliki arti bahwa drainase yang ada di bawah bangunan serta Jalan Raya perlu untuk dibersihkan. Salah satu conto,emerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menanggulangi banjir yaitu melaksanakan proyek yang bernama JEDI atau Jakarta emergency Dredging Initiative. Proyek ini adalah proyek pengerukan dasar sungai yang sumber dananya berasal dari Bank Dunia.Proyek Jakarta emergency Dredging Initiative ini sudah berjalan pada tahun 2012.

10 sungai yang sudah dikerok yaitu sungai sekretaris, Sungai Grogol, Sungai Cideng, Sungai Krukut, Sungai Kali besar, Sungai patin, Sungai Gunung Sahari, Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan sungai sintiong. Sementara itu, ada juga waduk yang mengalami pengerukan mulai dari Waduk Sunter Utara, Waduk Melati, Waduk Sunter Timur II, Waduk Sunter Selatan. Sedangkan kanal yang mengalami pengerukan adalah kanal banjir Barat atau KBB.

Baca Juga:   Cara Menanggulangi Bencana Banjir

2. Di dekat sungai dilarang membuat pemukiman

Karena sudah tidak tersedia lagi lahan untuk membuat bangunan, rata-rata para pendatang baru dari daerah yang ingin bekerja di Jakarta membuat pemukiman di dekat ataupun pinggiran sungai. Kadangkala, peningkatan ekonomi tidak didapatkan dari keberadaan mereka. Itulah yang menjadi alasan pemerintah yang membuat larangan supaya tidak membuat pemukiman yang berada di aliran sungai serta melarang masyarakat untuk tidak datang ke Jakarta Tanpa Tujuan yang jelas dalam waktu yang lama.

Sebagai upaya pemerintah di dalam mengurangi pemukiman di dekat sungai adalah dengan memberikan aliran dana sekitar 7 trilyun guna membangun Rusun atau rumah susun untuk disewa di sekitar bantaran sungai Ciliwung. Pembangunan rumah susun ini Tentunya diharapkan Ikut andil di dalam mengurangi adanya pemukiman di dekat sungai.

3. Memperbanyak penanaman pohon

Dambaan untuk menjadikan langit Jakarta menjadi biru dan Jakarta hijau adalah keinginan seluruh warga Jakarta. Salah satu hal yang bisa dilakukan setiap warga Jakarta untuk merealisasikan keinginan tersebut adalah menanam berbagai macam pohon di kantor kerja masing-masing atau di pekarangan rumah. Usahakan untuk menata dan menanam pohon dengan baik di semua lahan yang ada. Dengan banyaknya pohon yang tumbuh, maka nantinya Jakarta akan kelihatan lebih Asri. Selain itu pohon juga merupakan salah satu media yang mampu menetralisir polusi udara yang disebabkan oleh banyaknya kendaraan serta sebagai media pengikat air ketika hujan menggunakan akar-akarnya.

Baca Juga:   Cara Hewan Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan

Penanaman pohon ini sudah pernah direalisasikan pada tahun 2012 bagaimana pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Kopassus atau komando pasukan khusus TNI Angkatan Darat melakukan penanaman pohon sejumlah 20.000 di bantaran kali Ciliwung. Beberapa pohon yang ditanam diantaranya adalah pohon kayu Afrika, pohon mahoni, pohon nyamplung, pohon rambutan, pohon mangga dan sejumlah pohon lainnya. Usaha ini Tentunya merupakan salah satu usaha untuk membuat Jakarta menjadi hijau dan mencegah banjir.

4. Membuang sampah sesuai dengan tempatnya

Sebenarnya, selain wajib membuang sampah pada tempatnya, Kita juga bisa memisahkan antara sampah non-organik dengan sampah organik. Pemanfaatan sampah organik yang berasal dari rumah tangga adalah untuk membuat pupuk organik bisa langsung dimanfaatkan dengan cara menaruh di pot pot atau polybag sehingga lebih cepat terurai. Sementara itu, sampah non-organik yang berasal dari rumah tangga bisa dikumpulkan lalu dimusnahkan persamaan guna mengurangi terjadinya polusi tanah dan polusi udara.

Demikianlah tutorial singkat mengenai cara menanggulangi banjir yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta. Marilah bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat Jakarta lebih asri dan lebih hijau serta memiliki udara yang selalu sehat. Terima kasih atas kunjungan anda Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Planet

Apa Yang Dimaksud Dengan Planet

Pada saat kita masih belajar di bangku sekolah, khususnya di mata pelajaran IPA Kita pernah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *