Home / Otomotif / Mobil / Cara Mengendarai Avanza Matic Dengan Benar

Cara Mengendarai Avanza Matic Dengan Benar

Mobil Toyota Avanza dibuat dalam dua versi, yaitu Avanza manual dan Avanza matic. Secara umum, cara mengendarai Avanza matic hampirlah sama dengan cara mengendarai Avanza manual. Letak perbedaannya hanyalah ada pada bagian bentuk perseneleng dan juga pada kopling. Apabila pada Avanza manual terdapat pada kopling dan perseneleng dengan jumlah gigi sampai 6 untuk satu gigi mundur, pada mobil Avanza matic terdapat gigi untuk P, R, N, D dan L.

Cara Mengendarai Avanza Matic Dengan Benar

Bisa dikatakan di jaman sekarang ini yang namanya mobil dengan transmisi otomatis atau sering dikenal dengan sebutan A/T sudah sangat penting keberadaannya. Dengan mengendarai mobil bertransmisi manual seperti Avanza matic, maka kegiatan berkendara akan semakin nyaman apalagi jika anda sering terjebak macet seperti yang terjadi di kota besar. Tekanan psikologis dalam menghadapi macet rata-rata bisa di reda ketika berkendara menggunakan jenis mobil matic.

Walaupun mobil Avanza matic sudah sangat memberikan kenyamanan, ternyata masih ada sejumlah pemakai mobil bertransmisi matic yang belum paham cara mengemudi mobil Avanza matic secara SOP supaya mesin bisa bekerja secara optimal serta benar-benar mendapatkan kenyamanan.

Artikel ini dibuat spesial membahas materi Bagaimana cara mengendarai mobil matic avanza yang benar dengan memanfaatkan 4 tingkat kecepatan. Rata-rata, sistem mobil matic sekarang ini masih menggunakan sistem konvensional. Maksud dari sistem konvensional adalah teknologi yang diterapkan pada mobil tersebut masih cukup sederhana, belum terlalu kompleks. Untuk mobil Avanza matic itu sendiri belum dilengkapi dengan mode power atau sport. Tentunya, pada kegiatan mengendarai Avanza matic tidak terlalu jauh berbeda dengan mengendarai mobil Avanza manual.

Lalu, Di Mana Letak perbedaan antara Avanza matic dengan Avanza manual? Letak perbedaannya terdapat pada proses pemindahan kecepatan yang berlangsung secara otomatis, dan tentunya bisa dilakukan tanpa harus menginjak pedal kopling. Pada pilihan persneleng, hanya disediakan mode P, R, N, D dan L.

Cara Mengendarai Mobil Avanza Matic

Setelah kita memahami secara benar dasar dari feature dan bagian penting yang ada di Avanza matic Apa selanjutnya kita akan mempelajari apa saja hal-hal dasar yang harus dilakukan pada saat mengendarai Avanza matic. Berikut ini adalah ulasannya.

1. Perseneleng P atau parkir/park.

Apabila tuas transmisi mobil Avanza matic digeser pada posisi P, maka mesin mobil bisa hidup, namun mobil tidak bisa berjalan yang disebabkan mode parkir bekerja dan sistem mengunci pergerakan mobil. Ketika tuas persneling pada posisi P ini, di dalam transmisi terdapat tekanan oli yang akan secara langsung Dikembalikan pada bak penampungan. Pada proses ini, belum adanya aktivitas pergerakan pada sistem kontrol yang ada di penggerak otomatis.

Aspek keselamatan berkendara pada Avanza matic ini selalu diperhatikan oleh pihak Toyota. Salah satunya adalah kondisi mesin hanya dapat dinyalakan ketika posisi tuas persneling ada di N (posisi Netral) dan diposisi P. Anda tentunya bisa membayangkan manakala mesin mobil bisa dihidupkan pada semua posisi perseneleng. Tentunya ketika mesin hidupkan, maka mobil Avanza matic bisa langsung jalan. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya bukan? Anda juga bisa memastikan bagian transmisi ada di posisi P Ketika anda sedang parkir. Hal tersebut tentunya berguna supaya mobil tidak bergerak sendiri tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Baca Juga:   Cara Mengendarai Mobil CVT atau Mobil Matic

2. Perseneleng R atau mundur/reverse

Pada posisi perseneleng R ini, mobil Avanza Matic dapat bergerak secara mundur. Pada beberapa jenis mobil, ketika posisi persneling P digeser ke R, maka akan dirasakan sedikit hentakan. Kondisi ini umum terjadi karena pada system mobil terdapat adanya kenaikan tekanan oli pada sistem hidrolis di dalam ruang transmisi.

Istilah booster atau peningkatan tekanan oli ini memiliki tujuan untuk menaikkan kekuatan cengkeram mekanik pada plat kopling dengan bagian pelat baja pada bagian sistem transmisi otomatis. Fungsi dari hal tersebut adalah supaya terhindar dari slip kopling ketika adanya pemindahan torsi yang berasal dari mesin ke bagian roda penggerak.

3. Perseneleng N atau Netral/ neutral

Ketika bagian transmisi otomatis Avanza matic Berada di posisi N, maka mesin mobil bisa dihidupkan namun tidak bisa berjalan. Rata-rata, posisi digunakan oleh pengendara ketika ingin berhenti dalam waktu yang singkat. Sebagai contoh, ketika mobil sedang ada di perempatan lampu merah. Penggunaan transmisi pada posisi N juga sangat berguna untuk menghemat plat baja/ atau kampas kopling serta kampas rem. Selain itu, mobil juga bisa dipastikan lebih aman, Yaitu mobil tidak akan bergerak sendiri. Posisi tuas persneling mobil Avanza matic pada bagian n juga bisa dimanfaatkan ketika mobil sedang parkir secara paralel. Hal tersebut sama dengan pada posisi tuas persneling di P, posisi N secara umum mesin mobil bisa dinyalakan.

4. Perseneleng D atau Drive

Ketika Anda menempatkan tuas perseneleng pada posisi D, maka hal tersebut akan membuat mobil bisa bergerak maju dan memiliki kemampuan perpindahan kecepatan secara otomatis. Perpindahan percepatan ini dimulai dari posisi gear 1 sampai dengan ke 3. Proses pemindahan kecepatan tentunya berjalan dengan sangat otomatis, tanpa kita menginjak pedal kopling, seperti yang dilakukan pada mobil Avanza manual.

Cukup dengan menginjak pedal gas, maka proses pemindahan kecepatan akan dilakukan secara otomatis. Tentunya, perpindahan kecepatan pada mobil Avanza matic akan mengikuti kenaikan kecepatan mobil yang selalu dimonitor oleh bagian sensor kecepatan yang ada di Avanza matic. Sensor kecepatan ini disebut dengan vehicle speed sensor atau disingkat dengan VSS. Pada posisi tuas persneleng di D, mobil Avanza matic juga mampu untuk berakselerasi.

Supaya mobil Avanza matic bisa berakselerasi, kita tinggal menginjak pedal gas secara kuat atau dalam. Dengan melakukan hal tersebut, maka bagian rasio Gear akan secara otomatis turun satu tingkat. Sebagai contoh, apabila di kondisi awal posisi gear ratio ada di 4th, maka akan turun ke posisi gear ratio 3th. Setelah itu dari posisi 3th akan turun ke posisi 2th. Selanjutnya, dari posisi 2nd akan turun ke posisi 1st. Proses akselerasi pada Avanza matic dibutuhkan ketika akan mendahului kendaraan lain atau hendak memacu mobil dengan kecepatan yang lebih Tinggi.

Baca Juga:   Cara Memperbaiki Kompresor Ac Mobil Yang Berisik

Tegangan listrik yang ada di sistem kelistrikan Avanza matic yang diatur oleh throttle position sensor (TPS) akan mensuplai sinyal Ke bagian sistem elektronik transmisi otomatis atau sering dikenal dengan istilah TCU/ transmission control unit atau PCM/ artikel/ powertrain control modul pada saat pedal gas diinjak. Fungsinya adalah guna melakukan pengalihan tekanan di oli kepada bagian Gear yang lebih rendah yang akan membuat akselerasi mobil terjadi.

Pada saat kecepatan kendaraan yang dimonitor oleh VSS mencapai pada angka tertentu, maka rasio gear akan semakin meningkat. Tentunya rasio yang dimiliki oleh Avanza matic berbeda dengan mobil matic lainnya. Hal tersebut sudah diatur oleh bagian PCM/TCU sejarah komputerisasi.

5. Perseneleng D-3 atau OD/ Overdrive

Sejumlah pengguna pada mobil Avanza matic belum memahami secara benar mengenai fungsi dari posisi persneling D-3 ini. Padahal posisi persneling yang satu ini memiliki fungsi sangat sederhana. Ketika posisi transmisi mobil Avanza matic Berada di posisi D-3, dan juga terjadi pada sejumlah mobil matic yang lainnya, maka akan terjadi proses perpindahan dari 1st ke posisi D-3 di bagian rasio Gear, yang mana hal tersebut akan menghemat bahan bakar serta bisa mengurangi adanya emisi gas buang.

Selain itu, posisi OD atau gear D akan memiliki limit kecepatan karena perpindahan percepatan mobil Avanza matic Hanya maksimal di posisi Gear 3rd. Secara umum, apabila anda menggunakan mobil Avanza matic dengan kecepatan 60 km per jam maka anda cocok menggunakan posisi Transmisi ini. Sebagai pembuktian, silakan Anda lakukan hal di bawah ini.

Silahkan anda posisikan transmisi pada posisi D, kemudian silahkan injak pedal gas dan tunggu kecepatan mobil mencapai diatas 60 km per jam. Setelah kecepatan tersebut tercapai, secara umum posisi Gear sudah mencapai 4th. Selanjutnya, silahkan anda  pindah posisi tuas transmisi ke D-3 atau tekan tombol OD, maka secara otomatis posisi gear akan pindah ke 3rd, dan akan selalu bertahan di posisi tersebut, Walaupun anda sudah menginjak pedal gas lebih dalam lagi.

Pada mode OD atau posisi tuas transmisi ada di D-3, sangat membantu kita ketika akan menyalip kendaraan lain atau ingin berakselerasi tanpa perlu menginjak pedal gas terlalu dalam. Namun perlu diingat, setelah kita berhasil menyalip kendaraan lain, silahkan langsung geser posisi tuas transmisi ke D atau segera nonaktifkan tombol OD.

Mungkin, yang menjadi pertanyaan kita bersama adalah sistem keamanan yang terdapat pada mobil Avanza matic? Apa yang terjadi ketika tanpa ada kesengajaan tuas transmisi yang ada di posisi D tanpa sengaja kesenggol dan bergeser keposisi R atau bahkan N? Anda tidak perlu khawatir karena sejumlah pihak produsen mobil sudah memberikan pengamanan yang cukup bagus.

Baca Juga:   Cara Memperbaiki CDI Mobil Paling Efektif

Pengaman yang diberikan oleh produsen mobil Avanza matic adalah ketika tuas transmisi bergeser ke posisi yang tidak dikehendaki secara tidak sengaja, maka sistem komputer yang ada di dalam mobil yang mana dikendalikan oleh PCM/TCU akan merestart secara otomatis system keposisi Netral atau N sehingga tentunya hal tersebut akan bisa mencegah kerusakan transmisi otomatis yang cukup parah.

6. Tuas transmisi intermediate atau D-2/2.

Ketika tuas transmisi ada di posisi 2, maka hal tersebut akan melakukan pencegahan perpindahan kecepatan pada Gear yang cukup tinggi. Dengan bahasa lain, maka pada saat posisi tuas transmisi ada di 2, maka proses perpindahan kecepatan hanya ada pada Gear 1st dan 2st serta posisi gear tidak akan bisa berpindah ke yang lebih tinggi lagi ngapain misalnya adalah posisi 3st.

Selain itu, sistem juga akan mengaktifkan compression breaking secara mekanis. Compression breaking ini lebih dikenal dengan bahasa mudahnya adalah enzim break. Fungsi dari engine break adalah untuk membantu menahan laju mobil pada saat mobil berada di turunan.Namun, perlu diingat ketika sudah masuk ke dalam Jalan normal, maka posisi transmisi harus dipindah lagi ke D.

Proses pengaktifan engine break atau compression breaking akan membuat oli yang ada di transmisi cepat panas. Oleh sebab itu, proses pengaktifan compression breaking usahakan Jangan dilakukan terlalu lama. Disamping itu, oli transmisi juga akan lebih cepat kotor yang mana hal tersebut akan membuat usia pakai dari oli transmisi lebih pendek. Pada posisi gear ini, anda juga akan lebih terbantu manakala Anda menggunakan mobil untuk melaju pada tanjakan yang cukup panjang dan tajam. Tentunya, kemampuan di dalam menahan torsi mesin dimiliki pada posisi gear ini.

7. Tuas transmisi low atau L

Sebenarnya tuas transmisi l atau laut tidaklah berbeda jauh dengan mode D-2/2. Pada posisi tuas transmisi di L, posisi gerakan dikunci di 1st. Oleh sebab itulah posisi ini sangat cocok apabila anda gunakan pada jalan yang menurun atau menanjak terjal. Dalam tuas transmisi L, tenaga yang dimiliki mobil cukuplah besar sehingga sangat memungkinkan anda untuk melewati Medan yang sangat sulit. Ketika anda sudah masuk kedalam jalanan yang normal, maka silahkan anda geser kembali posisi tuas transmisi ke D.

Demikianlah uraian mengenai cara mengendarai Avanza matic sesuai dengan prosedur dari produsennya. Tutorial mengenai cara mengendarai Avanza matic ini sebenarnya memiliki arti umum, maksudnya adalah bahwa tutorial ini juga bisa anda terapkan sebagai referensi dasar di dalam mempelajari Cara mengendarai mobil matic lainnya. Mudah-mudahan, anda bisa mendapatkan gambaran umum serta mampu untuk memulai belajar mengendarai mobil matic. Terimakasih dan selamat belajar, semoga sukses.

Artikel menarik lainnya

Komponen Motor Diesel dan Fungsinya

Komponen Motor Diesel dan Fungsinya

Pada artikel yang lain Saya sudah pernah membahas tentang komponen motor DC dan juga komponen …

One comment

  1. Cukup bagus dan mudah untuk di pahami.terima

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *