Home / Pendidikan / Cara Menghitung 2,5 Persen Pada Zakat Yang Perlu Dipahami Bersama

Cara Menghitung 2,5 Persen Pada Zakat Yang Perlu Dipahami Bersama

Di bulan Romadhon, di samping kita berpuasa untuk menahan haus dan lapar, di bulan tersebut juga diharapkan bisa memperbanyak mengisinya dengan bersedekah, misalnya adalah lewat zakat. Tentunya, orang yang beragama Islam dan mempunyai kemampuan ekonomi memang hukumnya wajib untuk menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya untuk orang-orang yang berhak menerimanya.

Cara Menghitung 2,5 Persen Pada Zakat

Bisa dikatakan bahwa zakat adalah rukun Islam yang ketiga serta menjadi salah satu bagian pokok tegaknya syariat Islam. Zakat tentunya mempunyai hukum wajib untuk yang telah memenuhi syarat, yakni memiliki kemampuan secara finansial serta sudah mencapai Batas paling minim atau disebut dengan istilah Nisab. Disamping itu, aktivitas berzakat juga sangat diyakinkan dapat menjadi salah satu sarana untuk menghapus dosa. Oleh sebab itulah, sangat banyak umat Islam yang saling berlomba-lomba untuk memberikan sebagian hartanya dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya.

Membayar zakat adalah salah satu dari rukun Islam

Adapun rukun Islam yang ketiga terdiri atas beberapa jenis, di antaranya yaitu Fitrah, pekerjaan serta harta. Letak perbedaan dari ketiganya yakni pada pola penghitungannya. Untuk Anda yang belum memahami jumlah harta yang wajib untuk disisihkan, maka silakan Baca terus uraian berikut ini.

1. Zakat fitrah

Zakat fitrah tentunya wajib untuk dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam di bulan Romadhon. Banyaknya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah setara dengan 2,7 kg makanan pokok atau 3,5 liter. Makanan pokok yang dimaksud adalah sesuai dengan lokasi tempat tinggal yang bersangkutan.

Apabila belum memahami, rumus yang digunakan adalah 3,5 dikalikan harga beras setiap liter di pasar. Contohnya adalah harga beras di daerah Anda yang memiliki kondisi layak konsumsi dan biasa dimakan dihargai Rp.10.000 setiap liter. Dengan demikian, maka zakat fitrah yang harus anda keluarkan yakni Rp.35.000 untuk Masing-masing orang.

Baca Juga:   Cara Agar Disukai Banyak Orang Di Sekolah

Jika anda ingin melakukan perhitungan dengan dasar berat pengalinya, maka rumus yang dapat anda pakai yaitu 2,5 dikalikan harga beras setiap liternya atau bahan makanan pokok untuk setiap kg.

2. Zakat maal

Jenis zakat mal ini dikenakan kepada harta milik dari masing-masing individu yang beragama Islam dengan ketentuan dan syarat yang telah ditetapkan. Rumus guna menghitung besarnya zakat yang wajib untuk dikeluarkan oleh wajib zakat adalah 2,5 dikalikan dengan jumlah harta yang telah disimpan dalam durasi satu tahun penuh, dapat berupa tabungan maupun investasi berupa pertanian, ternak, emas dan lain sebagainya.

Zakat maal wajib untuk dibayarkan bagi yang telah melewati batas nisab

Sekarang ini, mie Samyang berlaku menggunakan perhitungan 85 dikalikan dengan harga emas setiap gram yang berlaku di pasaran.Jika masih bingung, Silakan anda perhatikan contoh berikut ini:

Bapak Ahmad memiliki tabungan pada bank sebanyak 500 juta, deposito sebanyak 1 miliar, rumah memiliki nilai 1 miliar, serta sejumlah perhiasan emas dan perak dengan nilai 500 juta. Apabila di total, maka Bapak Ahmad memiliki kekayaan mencapai nilai 3 miliar dan dihitung sudah melebihi 1 tahun yang lalu.

Proses perhitungan tentunya kita mulai dari Berapakah besar nilai nisab. Jika harga dari emas untuk setiap 1 gram adalah Rp. 500.000, maka berdasarkan rumus di atas, dapat dikalikan dengan angka 85 sehingga batas minimal yakni 42,5 juta.

Baca Juga:   Cara Diskusi Yang Baik dan benar

Disebabkan oleh harta dari bapak Ahmad telah melewati nisab, maka jumlah dari zakat maal yang wajib untuk dikeluarkan yakni 3 miliar dikalikan 2,5%, Maka hasilnya adalah 75 juta rupiah. Sebagai informasi, beragam harta yang memiliki kewajiban untuk dibayarkan zakatnya adalah aset usaha berupa uang atau barang dagangan serta alat lain yang bisa menghasilkan, hewan ternak, hasil pertanian, uang tabungan, perak dan emas serta sejumlah barang temuan.

3. Zakat penghasilan

Zakat penghasilan untuk saat ini memang masih cukup banyak yang memperdebatkan, sebab dianggap tidak mempunyai dasar maupun dalil Kuat atau dianggap sebagai Bid’ah. Akan tetapi, berkaitan dengan tidak terdapat institusi resmi maupun ulama agama Islam yang memiliki anggapan seperti itu, maka artinya hal tersebut sah-sah saja untuk dikerjakan.

Zakat profesi yang sekarang ini masih diperdebatkan

Berdasarkan informasi dari republika.com, di zakat penghasilan, berdasarkan pendapat dari sejumlah ahli, terdapat tiga metode analogi yang dapat dikerjakan. Pertama yaitu dikaitkan dengan adanya zakat perdagangan di mana dikeluarkan 1 tahun sekali dengan menggunakan nisab emas 85 gram serta kadarnya adalah 2,5%.

Yang kedua adalah dikaitkan dengan zakat pertanian yang mempunyai batas paling bawah adalah 635 kg gabah atau setara dengan 524 kg beras dengan kadar 5% serta tanpa adanya masa pengeluaran. Bagian yang terakhir adalah dianalogikan menggunakan dua hal sekaligus, yang mana nisab dikaitkan dengan zakat pertanian Dengan nilai 524 kg tanpa adanya masa pengeluaran. Sementara itu, kadarnya dihubungkan dengan zakat perdagangan, yakni 2,5%.

Baca Juga:   Aplikasi Jadwal Pelajaran Otomatis Dan Mudah Digunakan

Dengan konsep seperti itu, maka rumus perhitungan pada zakat penghasilan yaitu ( jumlah dari penghasilan total – hutang atau cicilan)*2,5%. Sementara untuk nisabnya yaitu 524 dikalikan harga beras setiap kg.

Contohnya adalah Bapak Ahmad mempunyai penghasilan setiap bulan sebesar 12 juta rupiah. Pada setiap periode gajian, maka dia harus mengeluarkan uang Rp. 6.000.000 untuk keperluan hidup sehari-hari sampai dengan membayar cicilan rumah.

Untuk sekarang ini, harga beras yang biasa bapak Ahmad konsumsi memiliki harga Rp.10.000. Jika dikalikan dengan angka 524 sesuai dengan rumus di atas, makani sapi yang bisa diberlakukan yaitu 5,24 juta. Disebabkan Bapak Ahmad mempunyai pendapatan bersih dengan nilai Rp. 6.000.000 atau di atas batas paling bawah, maka zakat penghasilan yang wajib untuk dikeluarkan oleh Bapak Ahmad yaitu 6 juta dikalikan 2,5% sehingga didapat Rp. 150.000

Demikianlah Uraian singkat tentang bagaimana cara menghitung 2,5% pada zakat yang bisa saya Uraikan Pada kesempatan kali ini. Semoga saja, kita termasuk orang-orang yang berkecukupan sehingga kita bisa menyisihkan sebagian harta kita untuk zakat dan tentunya diharapkan mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Terima kasih dan semoga amal ibadah kita berupa yang berupa zakat bisa diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Aplikasi Jadwal Pelajaran Otomatis

Aplikasi Jadwal Pelajaran Otomatis Dan Mudah Digunakan

Siapa sih yang tidak menginginkan aplikasi jadwal pelajaran otomatis dan mudah digunakan oleh siapapun? Pastinya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *