Home / Pendidikan / Cara Menghitung KKM Pada Semua Mata Pelajaran

Cara Menghitung KKM Pada Semua Mata Pelajaran

KKM atau kriteria ketuntasan minimal digunakan sebagai dasar patokan nilai paling rendah pada proses penilaian siswa atau peserta didik. Apabila siswa mampu memperoleh nilai lebih besar dari KKM, maka siswa tersebut dianggap sudah tuntas atau telah menguasai kompetensi yang diberikannya. Demikian pula sebaliknya, apabila didapat siswa memperoleh nilai kurang dari KKM, maka hal tersebut memiliki arti diperlukan adanya sebuah perbaikan. Lantas, Bagaimanakah cara menghitung KKM dengan baik dan benar? Berikut ini adalah ulasannya

Cara Menghitung KKM

Di dalam memahami cara menghitung KKM haruslah mempertimbangkan sejumlah hal, yakni kemampuan secara rata-rata masing-masing siswa, kompleksitas atau tingkat kesulitan pada kompetensi dasar, serta kemampuan dari sumber daya pendukung yang ada di sekolah, misalnya adalah sarana dan prasarana yang digunakan sebagai alat pendukung kegiatan pembelajaran.

Tentunya diharapkan sekolah mampu untuk meningkatkan KKM atau kriteria ketuntasan belajar secara berkelanjutan dan terus-menerus guna mencapai tingkat kriteria ketuntasan yang ideal. Bagian yang harus selalu diperhatikan pada saat menghitung KKM yaitu jumlah dari KD atau kompetensi dasar pada masing-masing pelajaran di masing-masing kelas. Disamping itu, Tentukan pula kemampuan maupun nilai pada masing-masing aspek ataupun komponen KKM, sesuaikanlah dengan kemampuan yang sesungguhnya.

Baca Juga:   Cara Bergaul Dengan Teman Baru Di Sekolah

Marilah kita bahas satu demi satu unsur-unsur pendukung dari KKM

1. Unsur kompleksitas

Semakin sulit atau kompleks pada kompetensi dasar yang hendak diajarkan ke siswa, maka nilai yang digunakan semakin rendah. Begitu pula sebaliknya, di mana semakin mudah kompetensi dasar yang hendak diajarkan ke siswa akan menjadikan nilainya semakin tinggi. Hal tersebut dapat dilihat Dari bagian indikator maupun tujuan pembelajaran Dari kompetensi yang bersangkutan.

2. Unsur intake

Unsur intake merupakan Tingkat kemampuan awal pada masing-masing siswa. Kondisi tersebut dapat dilihat dari hasil perolehan sebelumnya atau pelaksanaan pretest. Tentunya, semakin baik kemampuan rata-rata dari masing-masing siswa menjadikan nilai KKM semakin tinggi.

3. Unsur sumber daya pendukung

Jika sumber daya pendukung kegiatan pembelajaran semakin tinggi, maka akan menjadikan nilai KKM semakin tinggi pula. Begitu pula sebaliknya, apabila sumber daya pendukung yang ada di sekolah, contohnya adalah sarana dan prasarana tidak mendukung, maka nilainya akan semakin rendah.

Nilai kriteria ketuntasan minimal pada masing-masing KD didapat dari rata-rata nilai ketiga unsur diatas. Contohnya adalah salah satu kompetensi dasar ditentukan dengan nilai inteks adalah 80, nilai sumber daya pendukung adalah 60, dan nilai kompleksitas adalah 70, maka kriteria ketuntasan minimal pada KD tersebut yaitu 70, didapat dari perhitungan (70+60+80):3. Sementara itu, guna menentukan kriteria ketuntasan minimal atau KKM pada mata pelajaran Yakni dengan cara menjumlahkan semua KKM pada masing-masing kompetensi dasar atau KD, kemudian dibagi dengan Jumlah KD yang ada, atau dengan kata lain diambil rata-ratanya.

Baca Juga:   Aplikasi Jadwal Pelajaran Paling Populer dan Mudah DIgunakan

Tentunya, kriteria ketuntasan minimal atau KKM pada masing-masing mata pelajaran di masing-masing kelas tidaklah sama, semuanya bergantung kepada potensi peserta didik, daya dukung yang ada di sekolah, serta kompleksitas pada kompetensi dasar yang hendak diajarkan. Termasuk di dalamnya adalah pada setiap kelas, sebab di dalam kelas akan sangat bergantung kepada masing-masing guru yang ada di dalam kelas tersebut.

Sekian Uraian singkat tentang cara menghitung KKM dengan cukup mudah dan bisa diterapkan di mana saja. Semoga, setelah anda memahami Langkah Demi Langkah menghitung KKM, maka anda sudah bisa menentukan kriteria ketuntasan minimal Pada masing-masing mata pelajaran yang diampu. Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Menghitung Kubikasi Kayu

Cara Menghitung Kubikasi Kayu

Khusus untuk Anda yang memiliki bidang pekerjaan yang berkaitan dengan perkayuan, maka bisa dipastikan Anda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *