Home / Elektronika / Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led Dengan Sangat Mudah

Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led Dengan Sangat Mudah

Rata-rata, pemakaian dari lampu LED tersebut disuplai dari tegangan yang melewati titik kerja dari tegangan LED itu sendiri, yakni sekitar 3 Volt sehingga dibutuhkan suatu komponen resistor atau hambatan. Jika ditambahkan suatu resistor yang nilainya lebih rendah dari yang ditentukan, maka lampu LED tersebut akan rusak atau terbakar disebabkan oleh kelebihan tegangan kerja. Begitu pula sebaliknya, jika pemberian resistor menggunakan nilai yang lebih tinggi, maka lampu LED akan menyala dengan cukup redup.

Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led

Pada posting di kesempatan kali ini, ijinkan saya untuk membahas mengenai bagaimana cara mengukur nilai hambatan pada LED. Tentunya hal tersebut bertujuan supaya lampu LED bisa menyala dengan maksimal. Tentunya, nantinya kita juga akan melakukan penghitungan nilai dari resistor dengan led baik yang disusun secara paralel maupun secara seri.

Karakteristik lampu LED

Lampu LED memiliki kepanjangan dari light emitting diode, yakni suatu komponen dioda yang berfungsi untuk memancarkan cahaya jika dialiri tegangan listrik. Oleh sebab itu, lampu LED masih tergolong ke dalam keluarga semi konduktor atau dioda yang memiliki kutub katoda dan anoda.

Lampu LED tidak akan dapat menyala jika kita memasangnya dalam kondisi terbalik. Oleh karena itu, harus di pahami kutub anoda dan kutub katoda jika kita hendak memasangnya. Termasuk apabila kita memasang pada posisi terbalik, maka kita tidak akan merusak lampu LED tersebut, namun hanya tidak dapat menyala. Oleh sebab itu, maka kondisi tersebut tidak akan berakibat fatal.

Lampu LED memiliki batasan maksimal dari titik tegangan dan juga harus maju atau forward current. Kondisi tersebut tentunya dibedakan berdasarkan warna-warna yang dipancarkannya. Mari kita lihat rangkuman dari daftar berikut ini.

  1. Infrared membutuhkan tegangan 1,6 volt,
  2. Lampu LED warna merah membutuhkan tegangan 2,1 volt,
  3. Lampu LED warna jingga atau orange membutuhkan tegangan 2,2 volt,
  4. Lampu LED warna kuning membutuhkan tegangan 2,4 volt,
  5. Lampu LED warna hijau membutuhkan tegangan 2,5 volt,
  6. Lampu LED warna biru membutuhkan tegangan 3,5 volt,
  7. Lampu LED warna putih membutuhkan tegangan 3,6 volt,
  8. Lampu LED warna ungu membutuhkan tegangan 3,5 volt
Baca Juga:   Cara Menampilkan Subtitle Di TV

Semua lampu LED di atas membutuhkan besar arus listrik dari 10 mili ampere sampai dengan 30 mili ampere. Apabila kita ambil nilai tengahnya adalah 20 mili ampere atau 0,02 ampere supaya nantinya bisa lebih mudah untuk menghitungnya.

Rumus yang digunakan

Sebelum kita masuk ke lebih jauh pembahasan tentang proses penghitungan nilai resistor yang dipakai sebagai penghambat dari tegangan kerja pada pemasangan lampu LED, Alangkah baiknya apabila kita mempelajari dulu mengenai hukum Ohm, sebab Hukum Ohm masihlah berhubungan erat dengan kondisi tersebut.

V = I x R

Di mana,

R = Resistor/hambatan (satuan ohm)

I = Arus (satuan ampere)

V = Tegangan (satuan volt)

Jika kita hendak mencari nilai I atau arus maka kita bisa menggunakan rumus

I = V / R

Demikian pula jika kita hendak mencari nilai hambatan atau resistor, maka bisa menggunakan rumus

R = V / I

Jadi, bisa disimpulkan bahwa rumus untuk menghitung nilai hambatan yaitu sebagai berikut

R = (Vs-VL) / IL

Di mana nilai dari Vs adalah tegangan sumber, VL adalah tegangan LED, IL adalah arus LED

Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led

Sebagai contohnya adalah:

Sebuah Sumber tegangan memiliki besaran 12V, lampu Led yang akan dipakai memiliki warna hijau, berapakah nilai resistor yang bisa dipakai?

Jawabannya adalah

12 – 2,5 / 0,02 = 475 ohm

Adapun nilai dari hambatan atau resistor yang dijual di toko elektronik yaitu 470 Ohm sampai dengan 510 Ohm. Dalam kondisi tersebut, Alangkah baiknya apabila kita memakai nilai resistor Yang cukup mendekati dan berada di atasnya, yakni menggunakan resistor dengan nilai 510 Ohm.

Baca Juga:   Cara Menyambung Kabel Speaker Secara Seri dan Paralel

Contoh soal lagi,

Sebuah sumber tegangan sebesar 220volt, lampu LED yang dipakai memiliki warna hijau, Berapakah nilai dari resistor yang bisa dipakai?

Jawabannya adalah

220 – 2,5 / 0,02 = 10,875 ohm atau jika dibulatkan akan menjadi 11 kilo ohm atau 11000 Ohm. Adapun nilai resistor yang disediakan di toko elektronik yaitu 12 k.

Lampu LED yang disusun secara seri

Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led Seri

Langkah menghitung nilai hambatan resistor untuk lampu LED

Pada kondisi pemasangan lampu LED secara seri, maka lampu LED tersusun secara berderet dengan komponen resistor. Berdasarkan hukum Ohm yang ada, maka jika rangkaian disusun secara seri, maka besaran tegangan kerja pada lampu LED tersebut jadi lebih besar disebabkan karena dijumlahkan, sementara itu besaran arus yang diperlukan adalah tetap.

Dengan demikian, cara melakukan penghitungan nya berubah menjadi:

R = (Vs – (VL+VL+..) ) / IL

Sebagai contoh, apabila kita merangkai 2 buah lampu LED dengan warna hijau secara seri, maka bisa dihitung bahwa tegangan kerja dari lampu LED tersebut yaitu 2,5 + 2,5 = 5V.

Selanjutnya, jika kita memakai sumber tegangan sebesar 5 volt, maka tentunya kita tidak memerlukan komponen resistor lagi. Namun, jika kita memakai tegangan yang nilainya lebih besar, contohnya adalah 12 fold, maka tentunya kita masih tetap membutuhkan resistor.

Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut

R = (Vs – (VL+VL+..) ) / IL, Sehingga jika dimasukkan angka angkanya maka akan didapat

12 – 2,5+2,5 / 0,02

Sehingga akan ditemukan hasilnya: 12 – 5 / 0,02 = 350 ohm. Adapun nilai resistor yang terdapat di pasaran yaitu 390 Ohm

Nilai daya pada resistor

Pada penggunaan komponen resistor tersebut diperlukan pula guna memahami daya resistor yang hendak dipakai, kita bisa memakai rumus seperti di bawah ini:

Nilai dari Presistor = (Vs – VL) x IL

Jika melihat contoh soal di atas, maka akan didapatkan angka bahwa

Baca Juga:   Skema Rangkaian BBE Paling Simple Namun Sangat Mantap Bassnya

IL=0,02

VL=5V

Vs=12V

P=12-5×0,02=0,14W atau 140mw

Dengan demikian, maka nilai resistor yang bisa digunakan yaitu 1/4 watt.

Lampu LED yang disusun secara paralel

Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led Paralel

Pada perakitan lampu LED secara paralel, maka lampu LED dirangkai secara berjajar. Pemasangannya adalah kutub katoda dengan kutub katoda, kutub anoda dengan kutub anoda. Pada rangkaian lampu LED paralel, maka tegangan kerja yang diperlukan yaitu tetap, namun arus listrik yang diperlukan berubah menjadi lebih besar atau dijumlahkan.

Dengan demikian, cara menghitung nilai hambatan pada LED akan berubah menjadi

R = Vs – VL / (IL+IL..)

Contohnya adalah

2 buah lampu LED yang memiliki warna hijau seperti pada contoh soal di atas, namun kita nantinya akan merangkai secara paralel, sehingga bisa didapatkan bahwa tegangan kerja dari lampu LED yaitu sama seperti pada rumus diatas dan besarnya arus listrik yang dibutuhkan akan bertambah berdasarkan jumlah lampu LED yang dipasang, misalnya adalah 0,02 + 0,02 = 0,04A.

Jika kita memakai sumber daya dengan besar 12 fold, maka akan menggunakan rumus:

R = Vs – VL / (IL+IL..), sehingga didapat

R = 12 – 2,5 / (0,02 + 0,02)

R = 9,5 / 0,04 = 237,5 ohm

Adapun besarnya nilai resistor yang ada di kebanyakan toko komponen elektronika adalah 2 70 Ohm. Sementara itu, nilai daya resistor yang diperlukan adalah:

Presistor = Vs – VL X (IL+IL..), dengan nilai Pr = 12 – 2,5 X (0,02+0,02), dan nilai Pr = 9,5 X 0,04 = 0,38W atau juga 380mw, 1/5W sudah lebih dari cukup.

Ternyata, cukup mudah untuk mempelajari cara mengukur nilai hambatan pada LED atau lampu LED yang sekarang ini sudah cukup banyak penggunanya sehingga apabila ditemukan kendala Pada lampu LED, maka akan dengan cukup mudah untuk mencari solusi perbaikan dari lampu LED yang mengalami permasalahan.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Mengukur Tegangan Trafo

Cara Mengukur Tegangan Trafo Dengan Avometer Setelah Diubah Dari AC Ke DC

Apakah selama ini anda sudah memahami cara mengukur tegangan trafo dengan avometer setelah diubah dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *