Home / Umum / Usaha / Cara Perhitungan Gaji Prorata

Cara Perhitungan Gaji Prorata

Kadangkala, karyawan bisa mulai masuk kerja di sebuah tempat kerja baru kapan saja, baik di awal bulan maupun di pertengahan bulan, bahkan bisa saja di akhir bulan. Begitu juga ada karyawan yang resign Di pertengahan bulan karena suatu hal. Yang menjadi pertanyaan adalah Apakah gaji yang mereka terima tetap utuh dalam satu bulan? Tentunya tidak. Gaji yang tidak diterima secara utuh dalam satu bulan disebut dengan gaji prorata. Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas Bagaimana cara perhitungan gaji prorata sehingga setiap anda yang membutuhkan informasi tersebut bisa terbantu.

Cara Perhitungan Gaji Prorata

Secara umum, tidak ada ketentuan tertulis atau landasan hukum serta undang-undang di dalam ketenagakerjaan yang mengatur mengenai cara perhitungan gaji prorata. Perhitungan gaji prorata tersebut tentunya merupakan sebuah kebijakan dan kesepakatan bersama antara tempat kerja dengan karyawan baik itu karyawan tetap maupun karyawan kontrak.

Tentunya, setiap jerih payah dan pekerjaan yang sudah dilakukan hari demi hari oleh karyawan haruslah mendapatkan upah yang sesuai. Untuk itulah diperlukan pemahaman mengenai cara menghitung gaji prorata, terutama bagi bendahara sebuah tempat kerja yang nantinya akan menghitung seberapa besar gaji yang diterima karyawan yang baru masuk kerja di pertengahan bulan maupun yang resign tidak di akhir bulan. Disamping itu, perhitungan gaji prorata juga dapat diterapkan untuk mereka yang mengambil cuti tidak di mulai dari awal bulan.

Baca Juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Air Asia

Cara perhitungan gaji prorata

Langsung saja, cara perhitungan gaji prorata yang akan saya bahas langsung menggunakan sebuah ilustrasi sehingga akan memudahkan anda di dalam menganalisa sekaligus menjadikan sebuah contoh di dalam menghitung gaji prorata tersebut.

Pak Ahmad bekerja di sebuah perusahaan bernama PT Mekar Jaya.Beliau mengundurkan diri dari pekerjaannya di tanggal 12 Agustus. Sementara itu, pada bulan Agustus tersebut terdiri dari tanggal mulai dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 31. Hal tersebut menandakan bahwa Pak Ahmad dalam bulan Agustus bekerja selama 10 hari. Metode perhitungan gaji yang dia terima adalah sebagai berikut:

Berdasarkan peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan, untuk melakukan perhitungan gaji setiap jam yaitu besarnya gaji pokok ditambah dengan besarnya tunjangan yang memiliki sifat tetap dibagi dengan 173 jam kerja. Tanggal 1 sampai dengan 12 Agustus tentunya terdapat 10 hari kerja. Gaji pokok pada perusahaan PT Mekar Jaya adalah 10 juta rupiah.

Dari informasi di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa gaji setiap jam adalah 10 juta rupiah dibagi 173 sehingga didapat Rp. 57.804. Dari angka tersebut, maka bisa dihitung gaji yang diterima untuk tanggal 1 sampai dengan 12 Agustus adalah 10 hari dikalikan 8 jam dikalikan Rp. 57.804 sehingga didapat  angka Rp. 4.624.320. Angka tersebut tentunya masih gaji bruto belum dipotong adanya pajak dan potongan-potongan lainnya.

Baca Juga:   Perhitungan Gaji Karyawan Masuk Tengah Bulan

Apabila pada perusahaan PT Mekar Jaya tersebut diperlakukan adanya sejumlah potongan misalnya adalah potongan BPJS, iuran atau tabungan hari tua, dan sejumlah potongan lainnya, maka tentunya angka diatas tinggal dikurangi dengan total potongan yang ada.

Demikianlah Uraian singkat mengenai cara perhitungan gaji prorata yang bisa diterapkan di sebuah perusahaan berdasarkan jumlah hari kerja aktif yang sudah dilakukan. Mudah-mudahan, informasi diatas bisa menjadi sebuah panduan Bagi anda yang membutuhkan metode untuk menghitung gaji prorata. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya

Perhitungan Gaji Karyawan Koperasi

Perhitungan Gaji Karyawan Koperasi

Apakah sekarang ini anda sedang bekerja di koperasi dan hendak mencari tahu informasi mengenai perhitungan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *