Home / Umum / Alam / Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri Dengan Habitatnya

Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri Dengan Habitatnya

Masing-masing jenis tumbuhan tentunya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga proses penyesuaian diri atau adaptasi dengan lingkungannya juga berbeda. Untuk membantu anda di dalam mengenali Bagaimana cara tumbuhan menyesuaikan diri dengan habitatnya, maka pada kesempatan yang baik ini saya akan membahasnya untuk anda. Proses adaptasi atau penyesuaian diri tumbuhan terhadap lingkungannya bertujuan supaya bisa bertahan hidup pada lingkungan tersebut. Berbagai macam cara dan upaya tentunya dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri supaya mampu melindungi diri dari ancaman dari luar.

Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri Dengan Habitatnya

Cara tumbuhan menyesuaikan diri dari habitatnya tentunya bergantung kepada lingkungan di mana tumbuhan tersebut tumbuh dan berkembang biak. Misalnya adalah tumbuhan yang tumbuh di dalam air, tentunya memiliki ciri khas berbeda dengan yang tumbuh di daratan atau padang pasir. Untuk lebih jelasnya, Berikut ini akan saya jabarkan beberapa jenis tumbuhan dengan habitat yang berbeda-beda termasuk adalah langkah-langkah di dalam menyesuaikan diri dengan habitatnya tersebut.

Cara tumbuhan menyesuaikan diri dengan habitatnya

Berikut ini adalah jenis-jenis tumbuhan yang hidup di wilayah negara Indonesia lengkap dengan Bagaimana tumbuhan tersebut beradaptasi dengan habitatnya.

1. Jenis tumbuhan yang hidup di perairan

Sebutan untuk tumbuhan yang hidup di perairan adalah hidrofit. Ciri dari tumbuhan hidrofit adalah mempunyai kontur pada batang yang ramping dan lentur. Akar akar yang dimiliki pada tumbuhan ini adalah kecil-kecil, Daun berbentuk seperti pita sehingga tumbuhan hidrofit bisa bertahan diri pada saat kondisi arus air cukup tinggi.

Sejumlah tumbuhan hidrofit hidup dengan cara mengapung secara bebas serta melakukan penyerapan berbagai macam unsur hara yang bisa larut di dalam air. Tumbuhan hidrofit yang mana posisi akarnya di dalam tanah mempunyai batang yang berisi ruang udara berukuran kecil. Ruang tersebut menjadikan tumbuhan hidrofit tersebut bisa tumbuh tegak lurus serta bisa mengapung di atas permukaan air guna memperoleh pencahayaan dari sinar matahari.

Baca Juga:   Cara Menanggulangi Bencana Banjir

Fungsi dari batang yang berisi udara adalah untuk membantu proses penyaluran oksigen ke bagian akar. Contoh dari tumbuhan hidrofit adalah teratai dan eceng gondok.

2. Jenis tumbuhan yang hidup pada padang pasir atau gurun

Padang pasir atau Gurun adalah sebuah daerah yang mempunyai kadar air cukup sedikit. Disebabkan karena mempunyai sedikit air, maka beberapa tumbuhan yang bisa hidup di gurun akan selalu berupaya guna melakukan penghematan air dengan menerapkan berbagai macam hal.

Beberapa hal yang ditempuh oleh tumbuhan yang hidup di padang pasir atau Gurun adalah mempunyai akar akar yang cukup halus supaya bisa menyerap air dengan cepat ketika sedang musim hujan serta ada juga yang memiliki kemampuan di dalam menyimpan air pada bagian batang dan daunnya. Selain itu, tumbuhan yang hidup di padang pasir atau gurun juga ada yang mempunyai bentuk daun dengan luas permukaan yang cukup sempit. Tujuannya tentu untuk mengurangi proses penguapan. Contoh dari tumbuhan yang hidup di padang pasir atau Gurun adalah kaktus.

3. Jenis tumbuhan yang hidup pada daerah yang memiliki salju

Wilayah bersalju adalah daerah yang mana sejumlah permukaan pada bagian tersebut ditutupi oleh lapisan es. Tentunya, suhu pada wilayah yang memiliki salju amatlah dingin disebabkan cahaya matahari pada wilayah tersebut sangatlah lemah dan kecil. Beberapa jenis tumbuhan yang bisa hidup pada wilayah bersalju tentunya melakukan hibernasi supaya bisa bertahan hidup dan berkembang biak dengan cara tidur dalam waktu yang cukup lama.

Ketika musim panas  dan yang ada di permukaan tanah terkena secara langsung cahaya matahari, maka tumbuhan tersebut akan melakukan fotosintesis di sepanjang hari. Tentunya proses fotosintesis tersebut akan membuahkan hasil dan akan disimpan sebagai energi di musim dingin. Lalu, pada saat cahaya serta suhu menurun, tumbuhan akan mulai tidur kembali. Contoh tumbuhan yang bisa hidup pada daerah yang bersalju adalah lumut.

Baca Juga:   Cara Menanggulangi Banjir Oleh Pemerintah DKI Jakarta

4. Jenis tumbuhan yang dapat hidup di air asin

Salah satu contoh tumbuhan yang bisa hidup di air asin adalah bakau. Akar bakau memiliki kemampuan untuk menyaring sejumlah garam yang berasal dari air yang masuk ke dalamnya. Selanjutnya, garam yang tidak tersaring akan dikeluarkan pada permukaan batang dan daunnya.

Kondisi akar bakau yang tumbuh di dalam lumpur tentunya akan memiliki kandungan Oksigen yang sedikit sehingga tumbuhan bakau mempunyai akar khusus yang muncul di bagian permukaan air ketika air sedang surut. Akar inilah yang mempunyai kemampuan di dalam menyerap oksigen serta mendistribusikannya ke seluruh bagian akar yang selalu di dalam lumpur. Akar yang digunakan untuk menyerap oksigen ini disebut akar khusus yang namanya akar nafas atau pneumatofora.

Proses penyesuaian diri atau adaptasi tumbuhan guna melindungi diri

Sejumlah tanaman juga mempunyai kemampuan di dalam melindungi diri dari serangan organisme yang berasal dari luar. Cara di dalam melindungi diri pada tumbuhan juga beraneka ragam, yaitu sebagai berikut:

1. Menggunakan racun

Beberapa jenis tumbuhan memiliki banyak racun yang cukup kuat dan dipakai guna mengusir serangga atau hewan. Sejumlah tumbuhan yang memiliki racun sianida pada daunnya yang bisa membutakan beberapa jenis hewan pada saat memakannya diantaranya adalah pohon kecubung, pohon jarak dan hemloc.

2. Menggunakan bulu yang mengakibatkan gatal

Contoh tumbuhan yang menggunakan bulu untuk menjaga dirinya adalah Tumbuhan bambu dan Natal. Apabila bulu-bulu yang ada pada tumbuhan tersebut tersentuh oleh kulit, maka akan menjadikan kulit terasa gatal. Tumpukan netel bahkan mempunyai bulu yang cukup tajam yang bisa menyengat yang tentunya akan membuat sejumlah hewan menjauhinya.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Galaxy dan Jenis-Jenisnya

3. Menggunakan pola meniru kondisi lingkungan

Di gurun Afrika, ditemukan banyak tumbuhan lithops atau batu. Ciri-ciri dari tumbuhan ini yaitu mempunyai dua daun yang bentuknya bulat dan seperti batu. Fungsi dari daun pada tumbuhan ini yaitu guna melindungi diri dengan menyerupai atau meniru bentuk batu supaya tidak dimakan oleh hewan-hewan yang ada disekitarnya.

4. Menggunakan Getah

Getah yang berasal dari tumbuhan dengan cepat mampu menempel pada tubuh hewan serta bisa menyebabkan hewan sulit untuk bergerak, sehingga tentunya bisa menyelamatkan tumbuhan dari adanya serangan hewan tersebut. Contohnya adalah getah yang berasal dari jambu mete dapat menyebabkan gatal-gatal serta luka ringan. Selain getah dari jambu mete, tentunya masih ada jenis tumbuhan lain yang bisa melindungi diri dari serangan luar menggunakan getah yaitu tumbuhan sawo, tumbuhan nangka, tumbuhan karet dan bunga kamboja.

5. Mempunyai Duri yang cukup tajam

Tumbuhan yang mempunyai Duri cukup tajam mampu untuk melindungi diri dari adanya ancaman hewan yang hendak memakannya. Contoh tumbuhan yang memiliki Duri cukup tajam adalah tumbuhan kaktus, tumbuhan salak, tumbuhan mawar, tumbuhan jeruk nipis dan tumbuhan bougenville.

Sekian penjabaran singkat mengenai cara tumbuhan menyesuaikan diri dengan habitatnya. Masing-masing tumbuhan yang berada pada wilayah dan lokasi tentunya memiliki cara yang berbeda, sehingga efek dari proses adaptasi tersebut juga berbeda. Mudah-mudahan, informasi singkat pada posting kali ini mampu memberikan ilmu pengetahuan baru, terutama di bidang ilmu pengetahuan alam sehingga kita mampu mencerna dan melestarikan berbagai macam tumbuhan sehingga tumbuhan tersebut mampu untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Terima kasih atas kunjungan anda, Selamat beraktivitas.

Artikel menarik lainnya

Apa Yang Dimaksud Dengan Planet

Apa Yang Dimaksud Dengan Planet

Pada saat kita masih belajar di bangku sekolah, khususnya di mata pelajaran IPA Kita pernah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *