Home / Umum / Kode Etik / Contoh Kode Etik Jurnalistik

Contoh Kode Etik Jurnalistik

Berprofesi sebagai apa pun tentunya memiliki kode etik. Termasuk salah satu diantaranya adalah jurnalistik. Seseorang yang berprofesi menjadi jurnalistik tentunya wajib mematuhi sejumlah kode etik jurnalistik sehingga mereka bisa bekerja lebih baik dan memenuhi segala macam aturan yang sudah ditentukan. Seperti apa contoh kode etik jurnalistik tersebut? Silahkan anda Simak ulasan berikut ini dan anda akan mendapatkan jawabannya.

Contoh Kode Etik Jurnalistik

Sebelum membahas mengenai contoh kode etik jurnalistik, maka perlu kita pahami bersama bahwa berbicara mengenai kode etik didalam jurnalistik Indonesia merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Walaupun, secara umum apabila beberapa dari kode etik di dalam jurnalistik tidak dilaksanakan maka hal tersebut juga kadangkala tidak akan mempengaruhi pekerjaan jurnalistik tersebut.

Sejumlah aturan dasar tentunya sudah ditetapkan oleh dewan pers untuk dijadikan sebagai sebuah landasan di dalam berperilaku maupun bekerja seorang wartawan yang profesional di negara Indonesia. Hanya saja, masih banyak kode etik jurnalistik yang belum dilaksanakan sepenuhnya oleh para wartawan, mungkin saja karena kurang adanya sosialisasi dan publikasi.

Kode etik jurnalistik tentunya baru akan terasa manfaatnya apabila sudah terjadi sebuah pelanggaran yang banyak diangkat di media sosial dan tentunya rata-rata akan diadukan ke dewan pers yang pada akhirnya berbagai macam kasus akan dengan mudah terpublikasikan.

Sebenarnya, tidak akan menjadi sebuah permasalahan yang berarti manakala setiap wartawan selalu mengingatkan kepada diri pribadi masing-masing bahwa sebuah karya jurnalistik yang baik itu memiliki karakter yaitu berpihak kepada setiap kebutuhan pembacanya, adanya sifat kejujuran serta memuliakan setiap fakta, mudah dicerna dan dikemas secara kreatif.

Baca Juga:   Dewan Pers Dan Kode Etik Jurnalistik

Contoh kode etik jurnalistik

Namun demikian, supaya kita selalu ingat mengenai sejumlah poin penting di dalam kode etik jurnalistik dan tentunya agar lebih formal dari sisi kewartawanan, maka di bawah ini adalah sejumlah rangkuman yang cukup penting di dalam kode etik jurnalistik berdasarkan dewan pers

1. Independen dalam bersikap

Arti kata independen menurut kamus yaitu merdeka atau bebas. Apabila diartikan bahwa independen merupakan sebuah kondisi Merdeka, lebih bebas dari sejumlah pengaruh maupun paksaan yang berasal dari pihak lain. Mampu memberikan sejumlah berita berdasarkan fakta, bukan menyucikan peta yang dibuat berdasarkan pesanan maupun dibuat berdasarkan perasaan senang yang disebabkan karena memperoleh hadiah maupun sejumlah uang.

2. Menjalankan tugas dengan profesional

Kode etik jurnalistik yang kedua ini cukuplah mirip dengan kode etik yang pertama. Profesional juga memiliki arti keterbukaan di dalam menjabarkan sejumlah sumber pelengkap berita, mulai dari foto, tulisan maupun video yang dibuat. Salah satu contohnya adalah apabila mengutip dari situs yang lainnya, maka wajib untuk memberikan sumber asli. Banyak media online yang belum menerapkan kode etik yang kedua ini.

3. Tidak asal menuduh

Poin yang ketiga ini ternyata cukup populer di saat sekarang ini. Hal tersebut bisa saja karena desakan untuk bisa terbit lebih cepat sehingga bentuknya tidak memiliki waktu yang cukup untuk menguji sejumlah informasi dan memastikan bahwa didalamnya tidak terdapat opini Serta tidak adanya campuran antara opini dengan fakta. Intinya adalah wartawan harus membuktikan kondisi yang sebenarnya, Jangan mudah percaya terlebih dahulu terhadap sejumlah opini yang belum terpercaya

Baca Juga:   Contoh Kode Etik Perusahaan

4. Dilarang untuk berbohong

Berbohong merupakan salah satu hal yang tidak baik dan tentunya berbohong biasanya muncul dari kegiatan meremehkan kode etik jurnalistik yang ke-3 di atas. Kita tidak boleh mengada-ada berita-berita serta melakukan sejumlah fitnah.

5. Bijaksana di dalam menangani pelaku kejahatan maupun identitas korban

Bijaksana memang sulit untuk diukur, namun tentunya kita dapat mengerjakan dengan memahami sejumlah prinsip yaitu korban, pelaku serta anak yang memiliki usia kurang dari 17 tahun baik yang terlibat secara tidak langsung maupun yang terlibat secara langsung, haruslah identitasnya dirahasiakan

6. Jangan memanfaatkan profesi wartawan demi kepentingan pribadi

Sejumlah contoh point ini adalah melakukan pemotongan antrian pada kantor pelayanan umum, menerima suap, atau bahkan menghindari adanya denda yang berasal dari polisi ketika melanggar peraturan lalu lintas. Atau bahkan memanfaatkan untuk bisa masuk menonton konser secara gratis

7. Harus melindungi narasumber

Seorang wartawan tentunya memiliki hak didalam menolak memberikan keberadaan maupun Identitas dari narasumber. Disamping itu, wartawan juga tentunya wajib untuk menghargai ketetapan di dalam menentukan kapan tayang berita tersebut berdasarkan narasumber. Apabila perlu, wartawan juga haruslah mampu melindungi sejumlah informasi Keterangan tentang narasumber Sesuai dengan kesepakatan, misalnya adalah off the record.

8. Wajib untuk menghormati keberagaman

Seorang wartawan tidak boleh menyiarkan berita-berita atas dasar perbedaan suku, prasangka, warna kulit, cas, bahasa, jenis kelamin, serta agama. Termasuk juga di dalamnya adalah status seperti sakit, miskin, cacat jasmani maupun cacat jiwa.

Baca Juga:   Wajib di pahami Pengertian Kode Etik

9. Tetap berpegang kepada kepentingan umum atau public

Secara umum, seorang wartawan wajib untuk menghormati hak-hak dari narasumber mengenai kehidupan private atau pribadinya. Akan tetapi, seandainya ada bagian tertentu dari kehidupan narasumber yang memiliki kaitan dengan sejumlah kepentingan publik, maka tidak ada salahnya untuk diungkapkan. Salah satu contohnya adalah harta hasil dari korupsi.

10. Berani mengakui kesalahan yang dilakukan

Wartawan merupakan manusia biasa yang kadang kali melakukan kesalahan. Saat hal tersebut terjadi, maka Jangan takut untuk mengaku. Lakukan sejumlah ralat maupun perbaikan dari kekeliruan yang sudah dilakukan secara terbuka. Lengkapi juga proses permohonan maaf kepada pendengar, pembaca maupun penonton medianya.

11. Mau menerima sejumlah koreksi pada bagian yang salah

Terkait dengan poin yang ke-10 diatas bahwa masyarakat memiliki hak koreksi dan hak jawab. Artinya adalah masyarakat memiliki hak untuk menyanggah maupun menanggapi sejumlah informasi yang memuat sejumlah berita, namun dianggap merugikan nama baik kelompok maupun pribadinya. Tentunya hal tersebut bisa diusulkan untuk dilakukan perbaikan pada sejumlah kekeliruan fakta yang ada pada sebuah berita.

Demikianlah beberapa ulasan mengenai contoh kode etik jurnalistik yang sekarang ini masih banyak diterapkan di negara Indonesia. Mudah-mudahan, sebagai seorang wartawan, bisa menerapkan sejumlah kode etik jurnalistik di atas sehingga profesi Sebagai wartawan menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat umum. Terima kasih dan selamat berkarya.

Artikel menarik lainnya

Kode Etik Kesehatan Masyarakat Secara Umum

Kode Etik Kesehatan Masyarakat Secara Umum

Kode etik yaitu sebuah pernyataan standar profesional yang dipakai untuk dijadikan sebagai pedoman berperilaku dan …

One comment

  1. Ditempat saya ada wartawan yg mata duitan!,tiap ada permasalahan dia selalu menawarkan dirinya utk jd penyambung lidah antara warga(tetangganya) dgn pihak instansi terkait,dgn alasan hanya dia yg mampuh menyelesaikan masalah seperti itu.contoh kasus pembebasan lahan sutet.ujung2 nya dia jg yg membagi2 uang hasil kompensasi utk warga2 di rmh nya sendiri! Apakah pantas seorang wartawan ngurusin duit??! Pdhl bnyk warga yg bs dan mau bersedia melakukan tugas itu.apakah hal itu melanggar kode etik??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *