Home / Umum / Kode Etik / Contoh Pelanggaran Kode Etik Guru

Contoh Pelanggaran Kode Etik Guru

Walaupun dunia pendidikan terdapat banyak sekali kalangan pendidik dan terdidik, namun sejumlah perilaku kriminal tentunya tetap saja terjadi. Bahkan sebenarnya tindakan kriminal bisa terjadi di mana saja, baik di lingkungan rumah oleh orang tua maupun lingkungan sekolah oleh guru. Oleh sebab itulah, pemerintah cukup gencar di dalam memberikan batasan-batasan tindakan yang dapat dilakukan oleh guru di dalam menghukum siswanya yang bandel.

Contoh Pelanggaran Kode Etik Guru

Dengan adanya batasan-batasan terhadap jenis hukuman yang bisa diberikan guru kepada siswanya, maka seorang guru bisa dengan leluasa mendidik siswa-siswanya. Abdurrahman Siregar selaku sekretaris dari PGRI di kota Medan menyatakan bahwa sejumlah tindakan hukum yang dikerjakan oleh guru kepada siswanya telah banyak yang dibawa ke ranah hukum.

Apabila dilihat data di tahun 2012, ada sekitar 15 guru yang berada di Kota Medan sudah diadukan oleh orang tua siswa ke pihak kepolisian. Rata-rata, dari ke-15 guru Yang dilaporkan tersebut tersandung adanya kasus pemukulan terhadap siswanya. Sejumlah siswa yang memperoleh tindakan hukuman berupa pukulan guru secara umum masih berusia di sekolah dasar.

Sementara itu, dari pihak guru tentunya sudah menyatakan alasan dari tindakan tersebut yakni mereka menghukum anak yang bandel dan tentunya sudah tidak dapat di nasehati lagi. Hal tersebut dinyatakan oleh Abdurrahman Siregar di saat ada acara temu kangen guru yang berada di Sumatera Utara yang ditempatkan di Wisma halilintar pada minggu sore.

Baca Juga:   Contoh Kode Etik Perusahaan

Dijelaskan pula oleh Beliau bahwa ketegasan di dalam menjalankan hukuman yang berasal dari guru untuk siswanya memang sangat dibutuhkan. Hal tersebut disebabkan karena guru seringkali merasa kesulitan di dalam proses mendidik anak-anak, terutama bagi mereka yang cukup bandel. Oleh sebab itulah, maka PGRI menyambut dengan baik sejumlah keputusan bersama atau antara PGRI dengan Polri atau Kepolisian Republik Indonesia. Dalam hal tersebut ditekankan bahwa guru tidak dapat langsung dipolisikan pada beberapa kasus Seperti contohnya adalah pemukulan kepada siswa.

Dengan adanya keputusan tersebut, maka secara otomatis nantinya bisa dibuat adanya kode etik yang mana akan membuat keseluruhan dari pelanggan pekerjaan atau profesi guru akan tetap diproses oleh DKGI atau dewan kehormatan guru Indonesia.

Berdasarkan apa yang disampaikan bahwa sebuah keputusan bersama memiliki tujuan guna menciptakan guru yang Wibawa, profesional, Sejahtera serta terlindungi. DKGI akan selalu berupaya di dalam Menegakkan kode etik sampai dengan di tahap persidangan berdasarkan sop atau standar operasional prosedur. Bentuknya, persidangan yang dijalankan akan menghasilkan sebuah keputusan baik itu berupa sanksi administrasi, hukum pidana, sanksi kepegawaian, yang mana masing-masing memiliki kategori baik itu kategori berat, kategori sedang maupun kategori ringan. Namun demikian tentunya ada pengecualian sejumlah kesalahan yang bukan masuk ke dalam ranah profesi sebagai guru, misalnya adalah masalah narkoba yang biasanya akan langsung masuk ke dalam proses kepolisian.

Baca Juga:   9 Kode Etik Guru Dan Penjelasannya

Dengan adanya kerjasama tersebut maka tentunya diharapkan sikap bijaksana akan dimiliki oleh setiap guru. Selain itu, seorang guru juga tentunya wajib untuk membaca mengenai undang-undang anak serta memahami konteks dari etika guru yang berlaku. Joharis Lubis sebagai ketua dari konsultan pendidikan di kota Medan menyampaikan bahwa munculnya perlindungan dari POLRI kepada pihak buru, tsel tablet Yoga harus bisa untuk meningkatkan kemampuan pedagogik, profesionalisme beserta profesionalis. Tidak boleh lagi ada tindakan asusila dari profesi guru.

Di saat sekarang ini, joharis menambahkan bahwa profesi guru sudah memiliki citra yang tidak sebagus dahulu di masyarakat. Oleh sebab itulah maka setiap guru wajib untuk bisa mengembalikan Citra yang dimilikinya agar bisa lebih dihargai. Sekarang ini, pemerintah juga telah melakukan sejumlah metode guna meningkatkan kesejahteraan para guru.

Joharis pun menambahkan bahwa sekarang ini kesejahteraan guru belum lah maksimal. Namun demikian, di saat sekarang ini lah guru harus mampu memanfaatkan di dalam meningkatkan kualitas yang dimilikinya. Apabila buruk sudah dilindungi dan disejahterakan maka tentunya wajib bagi guru untuk mampu meningkatkan profesionalisme sehingga bisa menghasilkan anak-anak yang berkualitas.

Diwaktu yang berlainan, M. Rajab Lubis yang pada saat itu memangku jabatan sebagai kepala dinas pendidikan di kota Medan memberikan penilaian mou atau keputusan bersama antara PGRI dengan Polri adalah sebuah langkah yang sangat bijaksana di dalam menciptakan guru-guru yang memiliki karakter dan profesional. Oleh sebab itulah, guru tentunya memiliki hak didalam menghukum setiap peserta didik yang tidak mengikuti ketentuan-ketentuan yang sudah diberlakukan pada dunia pendidikan. Disamping itu, seorang guru tentunya memiliki hak di dalam memberikan sejumlah penghargaan untuk peserta didik yang memiliki prestasi.

Baca Juga:   Dewan Pers Dan Kode Etik Jurnalistik

Rajab Lubis Juga menambahkan bahwa setiap guru yang hendak memberikan hukuman kepada peserta didik wajib untuk menghindari hukuman secara fisik yang tentunya memiliki potensi di dalam menciderai fisik anak serta tidak boleh pula membentak siswa di dalam proses pendidikan. Hal tersebut tentunya mengacu kepada proses KBM yaitu wajib dilakukan supaya setiap peserta didik betah untuk belajar dan dapat menyenangkan di dalam proses pembelajarannya.

Demikianlah ulasan singkat mengenai contoh pelanggaran kode etik guru yang pernah terjadi di beberapa waktu yang lalu. Mudah-mudahan, setelah anda membaca ulasan di atas maka bagi siapa saja yang memiliki profesi sebagai guru bisa menjadi bahan renungan dan evaluasi dunia pendidikan secara umum sehingga pada akhirnya mampu untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari profesi guru tersebut. Terima kasih.

Artikel menarik lainnya

Fungsi Kode Etik Guru

Fungsi Kode Etik Guru

Guru selalu berinteraksi dengan banyak orang. Pada saat melaksanakan tugas di dunia kependidikan, selain guru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *