Home / Umum / Kode Etik / Contoh Pelanggaran Kode Etik Kedokteran

Contoh Pelanggaran Kode Etik Kedokteran

IDI atau Ikatan Dokter Indonesia yang berada di wilayah bontang memberikan pernyataan bahwa daerah bontang merupakan daerah yang terbebas dari adanya pelanggaran kode etik dokter. Pernyataan tersebut adalah jawaban yang berasal dari kekhawatiran masyarakat luas berkaitan dengan adanya dugaan dari kpk atau komisi pemberantasan korupsi tentang adanya gratifikasi terhadap perusahaan farmasi kepada dokter.

Contoh Pelanggaran Kode Etik Kedokteran

Contoh Pelanggaran Kode Etik Kedokteran

Sejumlah dokter tersebut disinyalir berprofesi pula menjadi tim pemasaran dari sejumlah obat yang berasal dari sejumlah perusahaan farmasi sehingga memberikan efek menjadikan harga obat-obatan menjadi sangat tinggi. Pada kondisi seperti itu, sejumlah perusahaan farmasi memanfaatkan profesi dokter supaya setiap pasien bisa membeli obat-obatan yang berasal dari perusahaan farmasi yang sudah menjalin kerjasama dengan para dokter. Hal tersebut dilatarbelakangi karena setiap pasien memang tidak memiliki kemampuan untuk menolak resep yang diberikan oleh dokter.

Atas kondisi tersebut, Suhardi yang merupakan ketua dari Ikatan Dokter Indonesia/IDI wilayah banten menyatakan bahwa perbuatan tersebut memang dipandang sangat bertentangan dengan kode etik dokter yang selama ini sudah di tetapkan.

Baca Juga:   Kode Etik Kedokteran Yang Perlu Diketahui Masyarakat

Dijelaskan pula bahwa sejumlah kode etik dokter yaitu secara bersama-sama atau sendiri menerapkan keterampilan dan pengetahuan kedokteran di dalam segala macam bentuk, menerima sejumlah imbalan selain dari yang sudah layak, berdasarkan dengan jasanya, kecuali dengan pengetahuan dan keikhlasan atau atas kehendak dari pasien.

Selain itu, pada ada kode etik dokter yang berbunyi menerima imbalan atau membuat ikatan pada perusahaan obat/ farmasi apa yang perusahaan kedokteran atau alat kesehatan maupun badan lainnya yang bisa memberikan pengaruh terhadap profesi dokter.

Ditambahkan pula bahwa melibatkan diri baik secara tidak langsung maupun secara langsung di dalam mempromosikan sejumlah alat, obat serta bahan-bahan lain untuk kepentingan serta keuntungan pribadi dokter merupakan hal yang cukup dilarang berdasarkan kode etik kedokteran. Hal tersebut tentunya sudah diatur pada kode etik kedokteran pada pasal 3. Di dalam menjalankan profesi sebagai seorang dokter, maka tentunya harus berpedoman kepada kode etik dan sumpah kedokteran.

Menurut Suhardi bahwa apabila ada seorang dokter yang mencari keuntungan pribadi dengan cara mengorbankan pasien yang datang kepadanya, maka hal tersebut tentunya sudah melanggar kode etik kedokteran sekaligus melanggar sumpah dokter. Namun demikian, memang tidak bisa dipungkiri bahwa sejumlah perusahaan obat atau farmasi merupakan salah satu partner pada kegiatan pelayanan di bidang kesehatan.

Baca Juga:   Kode Etik Agen Asuransi Yang Jarang Dipahami

Hanya saja, munculnya dugaan yang sudah disebutkan oleh komisi pemberantasan korupsi atau kpk, wilayah bontang belum bisa menemukan sejumlah kasus yang berkaitan dengan pelanggaran kode etik kedokteran tersebut. Ikatan Dokter Indonesia tentunya memiliki mekanisme yang baik sehingga ketika nantinya ditemukan seorang dokter yang bekerja merugikan pasiennya maka bisa dipastikan akan masuk keranah majelis kode etik.

Sejumlah isu yang beredar di masyarakat bontang tersebut masih belum terbukti kebenarannya. Suhardi juga menyampaikan bahwa dirinya yang berasal dari cabang bontang belum memperoleh sejumlah penjelasan yang berasal dari IDI wilayah lain maupun IDI pusat mengenai benar tidaknya isu tersebut. Hanya saja, memang peluang terhadap pelanggaran kode etik dokter seperti yang dijelaskan di atas bisa saja terjadi. Hal tersebut tentunya kembali kepada nurani dan moral dari setiap dokter.

Suhardi menambahkan mengenai pemakaian dari sejumlah obat memang telah ada formulanya yakni fornas atau formularium nasional yang didalamnya berisi sejumlah daftar tentang sejumlah obat yang ditanggungnya. Namun demikian, kadangkala seorang dokter membutuhkan jenis obat yang lainnya yang tidak ditanggungnya. Oleh sebab itulah maka masing-masing pasien wajib untuk meminta sejumlah penjelasan kepada setiap dokter berkaitan dengan pemakaian obat tersebut. Membuat komunikasi serta kepercayaan antara pasien dan dokter merupakan salah satu kunci yang sangat baik.

Baca Juga:   Kode Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Sementara itu, hubungan antara farmasi dengan dokter juga sebaiknya memiliki tujuan guna meningkatkan kompetensi dan keilmuan dari dokter guna menunjang edukasi serta pelayanan kepada masyarakat umum serta bisa ikut serta membantu sejumlah program pemerintah di bidang kesehatan.

Itulah sejumlah informasi mengenai contoh pelanggaran kode etik kedokteran yang kadangkala bisa dilakukan oleh dokter sebagai salah satu bentuk mencari keuntungan pribadi yang mudah-mudahan sekarang ini sudah tidak terjadi lagi. Semoga ulasan di atas mampu memberikan sejumlah manfaat kepada pengunjung sekalian. Terima kasih dan selamat beraktivitas.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sanksi pelanggaran kode etik wajib untuk diperlakukan manakala terjadi pelanggaran kode etik. Hal tersebut memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *