Home / Umum / Kode Etik / Contoh Penyimpangan Kode Etik Jurnalistik Dari Berbagai Media

Contoh Penyimpangan Kode Etik Jurnalistik Dari Berbagai Media

Kode etik disusun dan dibuat sebagai salah satu bagian untuk mengatur seseorang di dalam menekuni pekerjaannya. Hanya saja, karena suatu hal maka kadangkala terjadi penyimpangan dari kode etik tersebut. Salah satu kode etik yang sering dilanggar adalah pada dunia jurnalistik. Lalu, Seperti apa contoh Penyimpangan kode etik jurnalistik dari berbagai media? Berikut ini adalah contoh-contohnya

Contoh Penyimpangan Kode Etik Jurnalistik Dari Berbagai Media

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sumber berita pada sebuah kegiatan liputan pers Tidak boleh fiktif dan harus jelas. Ada sebuah media di di sebuah kota yang membuat laporan bahwa ada sebuah kasus dugaan korupsi pada sebuah partai politik di mana kepolisian daerah sudah membuat SP3 atau surat perintah penghentian penyelidikan. Padahal sebenarnya apabila ditelusuri lebih lanjut tentang valid atau tidaknya berita tersebut maka didapat hasil bahwa berita tersebut adalah berita fiktif. Contoh seperti itu barulah sebagian kecil yang sering terjadi pada beberapa media dimana media tersebut hanya mengejar jam tayang tanpa memperhatikan validitas dari isi berita yang dimuat nya.

Contoh Penyimpangan Kode Etik Jurnalistik Dari Berbagai Media

Banyak pelanggaran pelanggaran kode etik jurnalistik yang terjadi saat ini sebagai bagian dari berita yang bersumber dari imajiner atau fiktif dan tidak ada. Lalu, Apa saja contoh Penyimpangan kode etik jurnalistik selain contoh diatas? Berikut ini adalah beberapa contoh Penyimpangan kode etik jurnalistik yang sering terjadi di masyarakat

1. Foto maupun identitas korban yang tetap dimuat

Berdasarkan asas moralitas dan berdasarkan kode etik jurnalistik bahwa perlindungan dari masa depan anak-anak harus dijaga. Oleh sebab itulah maka Apabila ada pelaku yang masih dibawah umur maka lebih baik identitas yang dimilikinya wajib untuk dilindungi. Demikian juga dari sisi identitas, jangan sampai tersebar ke khalayak ramai.

Baca Juga:   Kode Etik Engineer Yang Penting Anda Ketahui

Ada contoh kasus di mana sebuah harian memuat berita tentang tindakan asusila terhadap anak yang masih dibawah umur. Harian tersebut membuat cerita tiga kali secara berturut-turut. Namun Sayangnya pada judul dari berita tersebut termuat nama korban lengkap dengan identitas dan fotonya. Padahal sebenarnya penguatan identitas, nama korban dan foto yang masih dibawah umur merupakan salah satu dari pelanggaran kode etik jurnalistik.

2. Identitas narasumber yang dibocorkan

Pada beberapa kasus khusus, seorang wartawan memiliki hak tolak, yaitu sebuah hak untuk menyimpan identitas dari narasumber. Hak tersebut digunakan karena pada satu sisi pers memerlukan sejumlah informasi yang berasal dari narasumber yang tersedia namun di sisi lain keselamatan dari narasumber serta keluarganya juga tetap harus dijaga dari sejumlah ancaman yang berasal dari efek penyebaran informasi yang disiarkan.

Pada kondisi seperti itu, hak tolak merupakan sebuah Hak yang harus dijalankan. Pers tetap bisa untuk meminta informasi dari narasumber namun setiap narasumber juga bisa meminta kepada setiap wartawan supaya identitas yang dimilikinya tidak dibeberkan. Apabila nantinya ada pihak yang menanyakan sumber dari informasi tersebut, maka pers berhak untuk menyimpan identitas narasumber dan menolak untuk menginformasikannya. Itulah yang dimaksud dengan hak tolak.

Dengan adanya hak tolak, maka setiap wartawan harus tetap untuk memberikan perlindungan terhadap identitas dari narasumber. Pada kondisi tersebut, maka keseluruhan tanggung jawab dari isi informasi yang dimuat pada media menjadi tanggung jawab pers. Pers yang melakukan pembocoran dari identitas narasumber yang sebenarnya sudah dilindungi oleh hak tolak tentunya melanggar kode etik dan Sekaligus hukum.

Namun demikian, dalam prakteknya dikarenakan takut adanya ancaman dan tidak mengerti adanya hak tolak maka masih banyak kebocoran kebocoran identitas narasumber yang sebenarnya masih perlu untuk dirahasiakan dan tidak dibeberkan. Pembocoran identitas narasumber juga bisa dilakukan baik secara diam-diam maupun secara terbuka.

Baca Juga:   Kumpulan Kode Etik Apoteker Yang Sangat Penting

3. Ketidakjelasan Sumber berita

Sumber berita haruslah jelas pada saat peliputan pers.Pada saat terjadi kecelakaan pesawat Adam Air di daerah laut Majene, Provinsi Sulawesi Barat yang terjadi pada bulan Januari 2007, hampir seluruh pers melakukan kesalahan yang cukup fatal. Hanya berselang beberapa jam Setelah pesawat Adam Air tersebut jatuh, sejumlah Pers membuat berita bahwa pesawat Adam Air setelah jatuh di wilayah tertentu. Tidak hanya sampai disitu, ada juga pers yang secara langsung membuat berita bahwa bagian rangka dari pesawat Adam Air sudah diketemukan. Bahkan yang lebih dahsyat lagi adalah ada pers yang membuat berita bahwa sudah ditemukan korban yang masih hidup.

4. Kondisi tersebut tentunya sangat luar biasa, Mengapa?

Hal tersebut dikarenakan selang 1 tahun setelah peristiwa tersebut terjadi, diketahui bahwa semua berita di atas yang menginformasikan tentang jatuhnya pesawat Adam Air serta jumlah korban yang selamat adalah tidak benar. Bahkan sebenarnya lokasi dimana pesawat Adam Air jatuh juga tidaklah diketahui. Apalagi mengenai jumlah korban yang tentunya juga belum diketahui.

Namun, pada saat itu banyak Pers yang membuat berita di mana isinya adalah sejumlah korban sudah dievakuasi. Padahal sebenarnya black box dari pesawat Adam Air itu sendiri barulah diketemukan berselang 1 tahun kemudian di kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Diketemukannya black box itupun adalah setelah dilakukan metode pencarian khusus yang dibantu oleh Amerika Serikat.

Pelanggaran mengenai kode etik jurnalistik yang dilakukan yaitu dikarenakan pihak pers memberitakan sebuah kasus yang tidak melihat terlebih dahulu Sumber berita serta asal-usulnya. Pada saat berita tersebut dikonfirmasi, maka tentunya bisa dipastikan bahwa Sumber berita adalah keliru, di mana sumber berita tersebut hanyalah imajiner atau tidak jelas. Disamping itu, pada pula Penyimpangan kode etik jurnalistik yang kedua di mana banyak Pers yang tidak meminta maaf terhadap isi berita yang dimuat nya. Padahal, berdasarkan kode etik jurnalistik ketika ada berita yang keliru maka pers haruslah segera merawatnya dan tentunya dilanjutkan dengan permohonan maaf.

Baca Juga:   Kode Etik Perusahaan Jasa

5. Wawancara yang dilakukan secara fiktif

Guna mengejar eksklusivitas dari berita, ada sebagian wartawan yang melakukan sejumlah kesalahan fatal. Guna membuktikan kehebatan yang dimilikinya, sejumlah wartawan melakukan penipuan kepada masyarakat dengan melakukan wawancara yang sebenarnya fiktif atau tidak pernah ada. Ada sebuah contoh dimana suara harian di kota besar memuat wawancara yang dilakukan dengan seorang tokoh dalam bentuk percakapan tanya jawab yang durasinya cukup panjang.

Setelah berita tersebut dimuat, barulah diketahui bahwasanya narasumber yang diwawancarai tersebut sudah meninggal dunia cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun sebelum berita tersebut dimuat. Kesimpulannya adalah wawancara yang dilakukan tidak pernah ada dan fiktif. Hal tersebut bisa dipastikan merupakan salah satu penyimpangan terhadap kode etik jurnalistik karena isi beritanya adalah bohong. Namun, yang cukup disayangkan adalah hari yang tersebut tidak pernah meralat berita dan juga tidak pernah meminta maaf.

Demikianlah beberapa contoh Penyimpangan kode etik jurnalistik yang berasal dari beberapa sumber dan media yang bisa saya kemas pada ulasan kali ini. Mudah-mudahan, contoh-contoh di atas mampu memberikan gambaran umum kepada anda, terutama adalah para wartawan sehingga berita-berita yang dimuat merupakan berita berdasarkan fakta dan bukan fiktif semata. Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Artikel menarik lainnya

Kode Etik Engineer Yang Penting Anda Ketahui

Kode Etik Engineer Yang Penting Anda Ketahui

Bagi seorang Enginer tentunya harus memahami sejumlah kode etik Insinyur supaya bisa bekerja sesuai dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *