Home / Umum / Sosial / Contoh Peraturan Lalu Lintas

Contoh Peraturan Lalu Lintas

Kewajiban yang harus kita lakukan di Jalan Raya tentunya adalah dengan menjaga keselamatan kita berkendara dengan cara mematuhi segala macam peraturan lalu lintas yang ada. Patuh terhadap peraturan lalu lintas juga merupakan ciri khas dari warga negara yang baik. Perlu diketahui bahwa di negara Indonesia tingkat kecelakaan di Jalan Raya cukup tinggi, masuk ke dalam urutan kelima di seluruh dunia. Hal tersebut merupakan laporan dari who atau World health organization. Sementara itu, rata-rata jiwa yang melayang di Jalan Raya adalah 120 perhari. Oleh sebab itulah maka perlu adanya tindakan patuh terhadap peraturan lalu lintas Sehingga nantinya bisa meminimalisir tingkat kecelakaan lalu lintas.

Contoh Peraturan Lalu Lintas

Contoh peraturan lalu lintas

Berbicara mengenai peraturan lalu lintas, maka tentunya perlu adanya pemahaman mengenai beberapa contoh peraturan lalu lintas yang sudah dikalahkan di Indonesia. Dengan memahami sejumlah peraturan lalu lintas yang ada di Jalan Raya, maka tentunya kita pisang lebih mudah memahami dan mengenal setelah melaksanakan sejumlah peraturan lalu lintas tersebut. Ketika kita sadar di dalam melaksanakan sejumlah peraturan lalu lintas yang ada, maka setidaknya kita bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas yang baik dari diri kita sendiri maupun kepada orang lain.

Beberapa contoh peraturan lalu lintas:

1. Penghapusan adanya sistem 3 in 1

Direktorat lalu lintas dan Dinas Perhubungan pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pencabutan terhadap Peraturan Gubernur nomor 10 Tahun 2012 mengenai penerapan dari 3 in 1 mulai tanggal 21 mei 2016. Hal tersebut dilatarbelakangi karena cukup banyak joki 3 in 1 yang cukup meresahkan di Jakarta. Dan yang lebih parah lagi ternyata rata-rata joki 3 in 1 merupakan anak-anak yang masih dibawah umur.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Integritas

2. Sistem nomor polisi ganjil-genap diberlakukan kembali

Setelah beberapa saat sistem dari 3 in 1 dinonaktifkan pada bulan Mei 2016, sejumlah pihak peserta pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat kesepakatan guna mengaktifkan kembali adanya sistem nomor polisi ganjil-genap. Sejumlah kawasan yang ada di daerah Jakarta tentunya masuk ke dalam sistem nomor ganjil-genap tersebut. Kondisi tersebut Sudahlah disosialisasikan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sistem nomor polisi ganjil genap tersebut diterapkan di pagi hari Mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul jam 10.00, sementara itu di sore hari Mulai diberlakukan pada pukul 16.00 sampai dengan 20.00.

Peraturan resmi dari sistem nomor polisi ganjil genap mulai diberlakukan pada tanggal 23 Agustus 2016 dan memiliki kekuatan di dalam memberikan batasan pada pemakaian kendaraan mobil pada tanggal tertentu saja. Sebagai contohnya, mobil yang memiliki nomor plat ganjil hanya boleh beroperasi pada tanggal ganjil, begitu juga untuk mobil berplat genap maka hanya diperbolehkan melintas pada saat tanggal genap saja.

Baca Juga:   Biografi Tentang Ibu Sebagai Seorang Panutan

Setiap adanya pelanggaran terhadap peraturan tersebut akan diberikan sanksi dan juga diancam dengan denda sebesar Rp. 500.000. Proses pelaksanaan peraturan tersebut juga tentunya sudah didukung dengan kesiapan beberapa fasilitas, salah satunya adalah dipasangnya CCTV pada sejumlah kawasan yang sudah diperlakukan sistem nomor polisi ganjil-genap tersebut. Bagi Anda yang sering melintasi kawasan Tersebut haruslah ekstra hati-hati dan ekstra waspada.

3. Pembagian golongan Untuk SIM C

Update SIM C perlu dilakukan Bagi anda yang sekarang ini masih mempunyai SIM C tipe lama. SIM C tersebut nantinya akan diganti sesuai dengan tipe kendaraan yang dikendarainya. Hal tersebut tentunya berdasarkan informasi yang berasal dari Korlantas Polri bahwa SIM C sekarang ini sudah dibagi menjadi tiga golongan. Aturan mengenai hal tersebut sudah di tuang pada surat pembaruan nomor ST/2653/XII/2015 yang mana proses pembagian SIM C tersebut adalah SIM C untuk kendaraan di bawah 250cc. Sementara itu, untuk kendaraan yang memiliki mesin 250 cc = 500 cc menggunakan SIM C1. Selain itu, ada lagi SIM C2 yang digunakan untuk kendaraan diatas 500 cc.

Berdasarkan informasi dari Korlantas Polri, pemberlakuan dari adanya aturan penggolongan SIM C tersebut dikarenakan di saat sekarang ini variasi dari sepeda motor sangatlah banyak. Dengan banyaknya variasi tersebut maka sudah bisa dipastikan bahwa sistem dari pengendaraan kendaraan tersebut juga berbeda-beda dan tentunya tingkat kesulitannya pun akan berbeda-beda. Untuk itulah diperlakukan adanya penggolongan SIM C yang mulai diberlakukan pada bulan Mei 2016 untuk menghindari penggunaan kendaraan bagi orang yang tidak tepat. Terlebih, sekarang ini cukup banyak moge atau motor gede di jalan raya yang membutuhkan skill yang baik di dalam berkendara.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Hidup

4. Biaya pelanggaran paling baru

Pemerintah juga sekarang ini sudah menetapkan secara resmi besaran denda yang dijatuhkan kepada pelanggar lalu lintas. Aturan-aturan mengenai biaya pelanggaran sudah diatur secara resmi dalam UU No. 22 Tahun 2009 mengenai angkutan jalan dan lalu lintas. Undang-undang tersebut sudah diresmikan dan disahkan di tanggal 22 Juni 2009. Didalamnya sudah tertuang rincian mengenai denda berdasarkan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh para pengguna jalan raya.

Demikianlah informasi singkat mengenai contoh peraturan lalu lintas yang sekarang ini sudah diberlakukan di daerah ibukota Jakarta dan tentunya bisa menjadi acuan di beberapa wilayah karena pasti setiap wilayah maupun daerah memiliki aturan lalu lintas yang hampir sama. Intinya, segala macam jenis aturan lalu lintas berguna sebagai bagian untuk melakukan penertiban pada kegiatan berkendara baik pada sepeda motor maupun mobil dan kendaraan yang lainnya. Terima kasih atas kunjungan anda dan semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya

Arti dari angka dari sisi “Fengshui”

Arti dari angka dari sisi “Fengshui”

Di dalam kehidupan sehari-hari maka tentunya kombinasi dari angka-angka tidak akan bisa terlepas. Kumpulan dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *