Home / Umum / Usaha / Contoh Sistem Kerja Pada Usaha Laundry

Contoh Sistem Kerja Pada Usaha Laundry

Sistem kerja yang baik tentunya bisa membuat sebuah tempat kerja berjalan dengan baik. Dibutuhkan sebuah contoh sistem kerja supaya kita bisa memiliki acuan bagaimana mengelolatempat kerja sehingga pada akhirnya tempat kerja tersebut bisa berjalan sesuai dengan harapan sang pemiliknya. Pada kesempatan yang baik ini saya akan mencoba untuk mengangkat sebuah tema tentang contoh sistem kerja pada usaha laundry yang sekarang ini banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia.

Contoh Sistem Kerja Pada Usaha Laundry

Contoh Sistem Kerja Pada Usaha Laundry

Jasa delivery atau jasa antar jemput pada usaha laundry memang sangat berguna sekali untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Tentunya, setiap waktu pengelola dari jasa laundry harus selalu siap, pada saat ada pelanggan menelpon supaya pakaian bisa dijemput ataupun diantar.

Keberadaan sales, selain dari fungsi delivery tentunya juga sangat berperan di dalam meningkatkan luas area pemasaran dari jasa laundry. Dengan kata lain, ruang gerak dari area pemasaran akan semakin luas, serta mampu Untuk menjangkau sejumlah daerah di pelosok. Tentunya hal tersebut akan berbeda jauh manakala kita cuma duduk diam saja menunggu pelanggan yang datang dengan sendirinya. Dengan demikian, maka setiap pelanggan akan lebih dimanjakan dan tentunya mereka akan jauh lebih dihargai serta mendapatkanperhatian yang khusus. Kita harus mengingat sebuah slogan bahwa pelanggan merupakan raja.

Baca Juga:   Perhitungan Gaji Karyawan Swasta

Seorang sales wajib untuk dibekali kendaraan. Salah satu contohnya adalah sepeda motor, sepeda, motor roda tiga, maupun mobil. Tentunya fasilitas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Rata-rata, sales motoris memakai sepeda motor yang sudah dimodifikasi dengan ditambahkan keranjang di bagian jok belakang. Keranjang tersebut tentunya digunakan untuk membawa cucian dengan jumlah cukup banyak, baik berupa pakaian sampai dengan karpet.

Kelebihan yang didapat dari sales motoris yang memanfaatkan sepeda motor yakni dapat masuk dan keluar Gang yang ukurannya cukup sempit serta memiliki jarak tempuh yang cukup fleksibel. Di samping itu, konsumsi bahan bakar juga jauh lebih murah dan tentunya lebih irit.

Alangkah baiknya apabila pada keranjang di sepeda motor sales dicantumkan logo laundry maupun nomor telepon dari laundry kita. Yang perlu diingat bahwa logo tersebut tidak perlu terlalu besar ukurannya. Kita tentunya tidak jualan logo, namun sedang menjual jasa pencucian atau laundry. Kita bisa menuliskan sebuah kalimat seperti “Menerima jemput dan antar gratis cucian kering dalam sehari”. Kita juga bisa mencantumkan nomor telepon yang dapat dilihat dengan Cukup jelas dari jarak yang cukup jauh dengan menggunakan warna yang cukup mencolok.

Baca Juga:   Definisi Sistem Kerja Menurut Beberapa Ahli

Agar terdapat kesesuaian, maka tentunya kita bisa mencantumkan nomor telepon pada keranjang di sepeda motor dengan nomor telepon pada nota maupun kuitansi laundry Dimana merupakan nomor utama dari usaha laundry tersebut. Janganlah ditulis nomor telepon yang dimiliki oleh sales laundry.

Ada sejumlah sistem yang berlaku pada proses penggajian untuk sales laundry. Diantaranya adalah dengan menggunakan sistem gaji bulanan. Kondisi tersebut tentunya cukup umum dan memiliki besar yang sudah disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Salah satu tujuannya adalah dengan menerapkan UMR. Hanya saja, sebagai pemilik usaha juga tentunya janganlah terlalu pelit. Apabila kinerja dari salah cukup bagus, maka kita bisa memberikan bonus kepada mereka.

Sistem yang kedua adalah menggunakan prosentasi. Salah satu contohnya adalah 50 dibanding 50. Pengalaman ini juga sudah diterapkan pada sejumlah daerah dengan porsi 50 banding 50 yang diterapkan untuk sales lepas. Modelnya adalah bahwa sales melakukan penyetoran cucian kotor. Selanjutnya, nantinya sales akan mengantar hasil cucian tersebut ke pelanggan. Motor dan sejumlah resiko menjadi tanggung jawab sales.

Ada pula yang menerapkan honor sales berdasarkan UMR ditambahkan dengan bagi hasil. Contohnya adalah UMR dan ditambah dengan bagi hasil sebesar 10% sampai dengan 30% dari besarnya omset. Sementara itu, sepeda motor dan bahan bakar ditanggung oleh pemilik laundry atau disesuaikan dengan kesepakatan atau kondisi kerja.

Baca Juga:   Perhitungan Kenaikan Gaji Karyawan

Dari hal tersebut, Maka Kita juga harus pandai-pandai di dalam melakukan pengontrolan kinerja. Hal tersebut dikarenakan sel adalah bagian dari ujung tombak bisnis yang kita jalankan selain dari sisi produksi.Adanya konflik dapat membuat sales pindah maupun hengkang ke laundry yang lainnya. Harap diingat bahwa sales yang telah memiliki banyak pelanggan akan membawa mereka ke usaha laundry yang lainnya.

Untuk itulah, makan sangat wajib untuk diperhatikan bahwa kita harus membuat sistem kerja pada usaha laundry dengan sebaik-baiknya supaya kita bisa memberikan keadilan kepada setiap karyawan atau semua pihak yang adasistem kerja laundry. Kita wajib untuk memperhatikan bahwa semua bagian yang terkait dengan usaha laundry kita merupakan sebuah partner kerja, bukan kerja rodi. Semuanya harus sama-sama Sejahtera dimana nantinya usaha laundry serta kemitraan yang kita lakukan berjalan dengan Langgeng.

Demikianlah ulasan tentang contoh sistem kerja pada usaha laundry yang bisa kita terapkan sebagai salah satu bagian untuk meningkatkan kualitas usaha laundry Yang kita jalani. Mudah-mudahan, artikel ini bisa bermanfaat untuk pengunjung sekalian. Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Artikel menarik lainnya

Sistem Kerja Marketing Executive

Sistem Kerja Marketing Executive

Pada posting kali ini admin akan mencoba mengulas tentang sistem kerja Marketing Eksekutif pada sebuah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *