Home / Umum / Kode Etik / Kode Etik Agen Asuransi Yang Jarang Dipahami

Kode Etik Agen Asuransi Yang Jarang Dipahami

Mempunyai lebih dari satu polis kesehatan dan polis asuransi jiwa adalah salah satu hal yang sangat menarik dan sangat baik. Akan lebih baik lagi ketika kita juga bisa mengerti serta memahami polis-polis tersebut secara baik dan benar serta cukup terutama dari sisi fungsi serta manfaat dari polis yang dimilikinya.Hal tersebut tentunya erat kaitanya dengan kode etik agen asuransi dari setiap polis yang perlu dipahami bersama.

Kode Etik Agen Asuransi Yang Jarang Dipahami

Banyak masyarakat diantara kita yang terlalu cuek ataupun tidak peduli terhadap peranan dari polisi yang dimilikinya. Kadangkala, mereka sudah merasa cukup ketika sudah mampu untuk membeli sebuah polis asuransi, kemudian meletakkan dan menyimpannya dengan baik di brankas maupun lemari dan kemudian melupakannya tanpa melakukan sejumlah bedah maupun review terhadap polisi tersebut. Mereka berpikir bahwa yang penting telah mempunyai polis asuransi, istilah lainnya adalah ” asuransi yang penting dimilikinya”

Dan yang lebih parahnya lagi ada beberapa masyarakat yang sudah mempunyai polis asuransi akan tetapi masih saja harus mengeluarkan uang secara pribadi atau istilahnya nombok pada saat berobat di rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan pihak asuransi yang dimilikinya masih belum pas atau sesuai dengan yang diperlukan.

Baca Juga:   Kode Etik Periklanan Indonesia Menurut PPPI

Apabila ada beberapa kejadian seperti di atas, rata-rata bagian pertama kali yang menjadi sasaran yang perlu disalahkan Oleh setiap nasabah adalah agen asuransi ataupun perusahaan asuransi. Kondisi tersebut tentunya menjadi sia-sia ketika kita hanya menyalahkan Pihak-pihak tertentu tanpa melakukan beberapa koreksi dari fungsi polisi yang dimilikinya.

Setiap perusahaan asuransi tentunya akan melakukan pembayaran kepada setiap klaim ketika terdapat ketidaksesuaian antara prosedur serta fungsi dari polisi yang dimilikinya. Lalu, Bagaimana cara mengatasi supaya kejadian-kejadian di atas tidak menimpa anda?

Melengkapi sejumlah kekurangan dari fungsi Polis

Salah satu kode etik agen asuransi yang baik adalah dilarang untuk merayu maupun membujuk setiap nasabah guna melakukan penutupan terhadap polis asuransi yang lain yang sudah dimiliki sebelumnya. Namun, apabila nasabah memiliki kemauan sendiri untuk menutup polis asuransi yang lain tanpa adanya tekanan dari pihak manapun, maka hal tersebut tidak melanggar kode etik agen asuransi. Setiap agen asuransi yang baik tentunya mampu untuk melengkapi sejumlah kekurangan dari fungsi Polis yang sudah dimiliki sebelumnya

Baca Juga:   Fungsi Kode Etik Guru

Contohnya adalah:

Ketika anda sudah mempunyai sebuah polis asuransi yang berasal dari perusahaan asuransi sebelumnya dengan besaran pertanggungjawaban asuransi jiwa ataupun dasar adalah 100 juta dan HS atau Hospital kelas 1. Dengan ketentuan tersebut, maka agen asuransi wajib untuk melengkapi dengan sejumlah produk unggulan yang dimilikinya dan bisa memberikan tambahan asuransi jiwa ataupun dasar dengan nominal 1 miliar serta memberikan tambahan dari manfaat CI 100 Atau penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Mungkin anda bertanya-tanya di hati kenapa uang pertanggungan jiwa atau dasar sangatlah besar, sampai dengan 1 miliar. Ketika anda mampu untuk memberikan warisan uang dengan nominal 100 juta kepada istri ataupun anak maka tentunya anda tidak lagi perlu untuk mengikuti adanya asuransi jiwa. Hal tersebut dikarenakan mungkin saja tanpa adanya asuransi, anda juga sudah bisa memberikan warisan berupa uang sebesar 100 juta sebagai harta ataupun aset yang dimiliki.

Lalu kenapa pihak asuransi berani memberikan uang pertanggungan CI 100 pada penyakit kritis dengan bentuk cash dan jumlahnya cukup besar pula yaitu 1 miliar? Hal tersebut dikarenakan sekarang ini biaya untuk penyembuhan maupun pengobatan untuk sejumlah penyakit kritis seperti kanker, stroke, dan juga jantung sangatlah mahal. Oleh sebab itulah maka dengan adanya uang pertanggungan satu miliar tersebut, maka anda bisa fokus pada proses penyembuhan sejumlah penyakit kritis tanpa perlu repot-repot untuk menjual sejumlah aset maupun harta dan tentunya hal tersebut bisa mengurangi potensi kebangkrutan finansial yang dikarenakan oleh tingginya biaya pengobatan untuk penyakit kritis.

Baca Juga:   Inilah Fungsi dan Tujuan Kode Etik Sesunguhnya

Dari uraian diatas kita untuk mampu berasuransi kepada bagian-bagian yang sulit untuk dibayar. Namun, apabila kita masih memiliki kesanggupan untuk membayar terhadap sejumlah file maka tentunya kita tidak perlu repot-repot membuang uang yang belum tentu bisa kita rasakan manfaatnya. Mudah-mudahan, penjabaran diatas mengenai Polis asuransi dan kode etik agen asuransi bisa menambah pengetahuan anda di bidang asuransi. Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sanksi pelanggaran kode etik wajib untuk diperlakukan manakala terjadi pelanggaran kode etik. Hal tersebut memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *