Home / Umum / Kode Etik / Kode Etik Manajemen Dalam Bidang Akuntansi

Kode Etik Manajemen Dalam Bidang Akuntansi

Seorang manajemen keuangan dan praktisi akuntansi manajemen tentunya mempunyai kewajiban yang harus diberikan kepada publik. Tentunya, profesi yang mereka miliki berkaitan erat dengan diri mereka sendiri, organisasi apa saja yang mereka layani serta kewajiban untuk mempertahankan kode etik manajemen pada bidang keuangan yang mereka.

Kode Etik Manajemen Dalam Bidang Akuntansi

Mengenai sejumlah kewajiban pada bidang yang mereka geluti, sudah dibuat aturan tentang akuntan manajemen lengkap dengan kode etik manajemen pada bidang akuntansi sebagai pedoman untuk para manajemen keuangan dan praktisi manajemen akuntansi.

Kode etik manajemen dalam bidang akuntansi

Tentunya, kode etik manajemen tersebut secara internasional tidak bisa dipisahkan guna mencapai tujuan tujuan yang hendak didapat pada akuntansi manajemen. Ada sejumlah pembagian kode etik manajemen pada bidang akuntansi yang perlu kita ketahui bersama sehingga masing-masing bagian pada kode etik manajemen tersebut bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian maka pada akhirnya profesi pada bidang manajemen bisa berjalan lebih maksimal.

1. Kompetensi yang dimiliki

Bagian manajemen keuangan dan praktisi akuntansi manajemen mempunyai sejumlah tanggung jawab untuk:

  • Mempertahankan tingkat berdasarkan kompetensi secara profesional di dalam proses pembangunan berkelanjutan pada bagian keterampilan dan pengetahuan yang mereka miliki
  • Mengerjakan seluruh tugas secara profesional berdasarkan atas standar teknis, peraturan serta hukum yang berlaku
  • Membuat sejumlah rekomendasi dan laporan yang bersifat komprehensif serta jelas berdasarkan analisis yang tepat serta relevan Berdasarkan informasi yang bisa diandalkan
Baca Juga:   Kode Etik Agen Asuransi Yang Jarang Dipahami

2. Kompetensi yang dimiliki

Bagian manajemen keuangan dan praktisi akuntansi manajemen mempunyai sejumlah tanggung jawab diantaranya adalah:

  • Dilarang untuk mengungkapkan sejumlah informasi yang bersifat rahasia yang didapat pada saat menjalankan pekerjaan mereka, kecuali jika memperoleh izin dari sisi hukum yang diwajibkan untuk melakukannya.
  • Bagian bawahan memberikan informasi yang benar tentang kerahasiaan sebuah data dan informasi yang didapat pada saat mereka bekerja serta melakukan pemantauan terhadap sejumlah kegiatan yang mereka jalankan guna menjamin terpeliharanya kerahasiaan data dan informasi tersebut
  • Mampu menahan diri di dalam memakai ataupun memunculkan sejumlah informasi dan data rahasia yang didapat pada saat melaksanakan pekerjaan yang mereka tekuni dengan tujuan memperoleh keuntungan yang bertentangan dengan Pihak lain yang bersifat ilegal dan tidak etis

3. Integritas yang dimiliki

Pada bagian integritas yang dimiliki, bagian manajemen keuangan dan praktisi akuntansi manajemen mempunyai tanggung jawab yaitu:

  • Menghindari terjadinya konflik terhadap kepentingan yang nyata dan jelas serta memberikan saran kepada seluruh pihak dari segala macam potensi terjadinya konflik
  • Mampu menahan diri dari berbagai macam aktivitas manapun yang memiliki kecenderungan bisa mengganggu kemampuan yang mereka miliki guna mengerjakan tugas-tugas mereka secara etis
  • Menolak pemberian bantuan, hadiah maupun perhotelan yang bisa berpengaruh terhadap sejumlah tindakan yang mereka lakukan
  • Mampu menahan diri dari berbagai macam aktivitas baik aktif maupun pasif yang bisa menumbangkan pencapaian tujuan dari sebuah organisasi
  • Mampu berkomunikasi dan mengenali segala macam keterbatasan profesional dan juga kendala lain yang bisa menimbulkan penilaian yang kurang baik dari sisi kinerja maupun tanggung jawab pada sebuah kegiatan
  • Mampu untuk berkomunikasi terhadap sejumlah informasi yang menguntungkan serta memberikan penilaian profesional
  • Mampu menahan diri dari segala macam tindakan yang bisa mendukung segala macam aktivitas yang bisa mendiskreditkan profesi yang dimilikinya
Baca Juga:   Pengertian Kode Etik Menurut Para Ahli

4. Objektivitas yang dimiliki

Bagian manajemen keuangan dan praktisi akuntansi manajemen tentunya mempunyai tanggung jawab pada sisi objektivitas yaitu untuk:

  • Selalu mengomunikasikan segala macam data dan informasi yang objektif dan akurat
  • Mampu mengungkapkan segala macam data dan informasi yang relevan di mana data atau informasi tersebut bisa berpengaruh terhadap pemahaman yang berguna untuk mendukung adanya pengamatan, laporan pengguna serta rekomendasi

Beberapa resolusi konflik etika

Ketika kita melaksanakan standar etika, manajemen keuangan dan praktisi manajemen akuntansi dimungkinkan akan mendapatkan masalah pada saat mengidentifikasi artis maupun pada saat menyelesaikan sebuah konflik tentang perilaku etis. Pada saat dihadapkan pada bagian praktisi etis yang cukup signifikan di mana Berasal dari manajemen keuangan dan manajemen akuntansi maka tentunya wajib untuk mengikuti sejumlah kebijakan yang sudah ditetapkan oleh organisasi sebagai resolusi dari konflik etika tersebut.

Apabila kebijakan-kebijakan yang ada tidak bisa menyelesaikan konflik terjadinya konflik etis, maka organisasi bisa melakukan sejumlah pertimbangan keputusan, yakni:

  1. Langsung mendiskusikan permasalahan dengan atasan, namun ketika ada bagian Superior yang terlibat didalamnya, maka tentunya permasalahan tersebut wajib untuk dibawa pada bagian selanjutnya yang posisinya lebih tinggi dari manajemen. Ketika permasalahan yang dibawa kebagian manajemen tidak mendapatkan solusi maka permasalahan tersebut bisa dilanjutkan untuk dibawa ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
  2. Ketika bagian atasan adalah CEO atau mungkin bagian otoritas yang memiliki kesetaraan pengontrol sistem, maka tentunya permasalahan tersebut bisa dibawa ke bagian sel tersebut. Namun demikian, sejumlah pihak tentunya harus mengetahui berbagai macam permasalahan yang diangkat untuk dibahas dengan C O. Apabila permasalahan yang muncul berkaitan dengan hukum, maka pihak yang berwenang juga bisa dihubungi untuk ikut serta di dalam mengatasi permasalahan yang ada pada organisasi tersebut.
  3. Melakukan konsultasi dengan pengacara adalah salah satu bagian penting yang perlu dilaksanakan apabila sejumlah konflik etika pada sebuah organisasi tidak bisa diselesaikan dengan cepat dan Cukup melelahkan. Dengan adanya pengacara yang hadir di tengah-tengah permasalahan tersebut, maka diharapkan bisa mendapatkan solusi yang paling baik dari pengacara tersebut.
Baca Juga:   Kumuplan Kode Etik Auditor Eksternal Yang Sangat Penting

Demikianlah sejumlah penjabaran mengenai kode etik manajemen dalam bidang akuntansi yang bisa kita pelajari bersama-sama sebagai bahan renungan untuk bisa berkarya dan berkarir di bidang akuntansi dengan sebaik-baiknya sehingga terhindar dari sejumlah permasalahan yang bisa mengganggu profesi yang dimilikinya. Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sanksi pelanggaran kode etik wajib untuk diperlakukan manakala terjadi pelanggaran kode etik. Hal tersebut memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *