Home / Umum / Kode Etik / Kode Etik Periklanan Indonesia Menurut PPPI

Kode Etik Periklanan Indonesia Menurut PPPI

Etika merupakan suatu hal yang tidak bisa terlepas dari sejumlah profesi termasuk adalah di bidang periklanan. Di dalam iklan itu sendiri tercakup sejumlah bahasan pokok yang berkaitan dengan reaksi kritis masyarakat mengenai iklan yang bisa dipandang sebagai sebuah kasus etika. Untuk itulah perlu dipahami adanya kode etik periklanan Indonesia menurut pppi Sehingga nantinya iklan yang tayang di berbagai media benar-benar sudah sesuai dengan kode etik yang ada.

Kode Etik Periklanan Indonesia Menurut PPPI

Iklan adalah salah satu jenis proses komunikasi yang memiliki tujuan guna merayu seseorang untuk bisa melakukan sebuah tindakan yang bersifat menguntungkan untuk pihak yang membuat iklan. Iklan itu sendiri ditujukan untuk membujuk pengetahuan, Perasaan, sikap, kepercayaan, makna, pemikiran, pendapat beserta Citra konsumen yang berhubungan dengan sebuah merek atau produk. Sementara itu, tujuan iklan itu sendiri terpusat pada segala macam upaya untuk bisa mempengaruhi tingkah laku dari konsumen supaya bisa membeli sebuah produk yang ditawarkan.

Belakangan ini, total iklan yang ditayangkan secara komersil semakin banyak, baik iklan yang ditayangkan di media konvensional seperti majalah koran, radio, televisi, dan lain sebagainya maupun di sejumlah media non konvensional. Media iklan sekarang ini sudah banyak dipakai sebagai salah satu media kampanye atau main campaign di dalam proses pemasaran sebuah jasa maupun produk.

Bagian pemasaran sekarang ini juga tidak segan-segan di dalam mengeluarkan berjuta-juta uang, bahkan sampai dengan miliaran hanya supaya produk yang mereka miliki bisa dikenal di masyarakat luas dan di audiens. Hal tersebut tentunya dilatarbelakangi karena mereka memiliki anggapan bahwa sebuah iklan merupakan salah satu media yang sangat efektif guna merayu audiens supaya bisa menentukan sebuah pilihan terhadap merek produk tertentu.

Iklan bisa dikatakan sebagai ujung tombak pada proses komunikasi pemasaran sehingga iklan mempunyai peranan yang amat vital. Oleh karena itulah, di dalam zaman bisnis yang sudah semakin pesat di saat ini, maka tidaklah heran ketika media iklan sering disalahgunakan. Artinya adalah bahwa iklan dipakai mendistribusikan sejumlah pesan yang memiliki sifat tidak normatif,nya itu menyalahi sejumlah ketentuan yang sudah ditetapkan, baik terhadap ketentuan yang ada pada etika Pariwara Indonesia/EPI, Peraturan Pemerintah, undang-undang, dan juga pada tata krama asosiasi profesi. Kondisi tersebut lebih diperkuat lagi dengan sejumlah pelanggaran terhadap iklan yang ditemukan oleh komisi periklanan Indonesia/KPI yang berada di bawah naungan persatuan perusahaan periklanan Indonesia atau pppi.

Baca Juga:   Contoh Kode Etik Tenaga Kesehatan

Beberapa contoh kasus penyalahgunaan iklan tersebut biasanya ada pada sejumlah iklan produk kesehatan, baik itu minuman segar, suplemen, obat-obatan, serta sejumlah produk yang lainnya. Dengan melihat kondisi tersebut, maka Sudah menjadi kewajiban audiens untuk bisa memiliki sikap lebih kritis di dalam mencerna isi dari iklan. Sampai dengan saat ini, terdapat sejumlah iklan yang diduga sudah melakukan pelanggaran terhadap etika Pariwara Indonesia dan ketentuan ketentuan yang berlaku.

Sebagai contoh adalah pada Isi iklan susu anak versi anak yang menggendong ayahnya. Pada contoh iklan tersebut, ada seorang anak kecil yang dapat menggendong ayahnya dikarenakan dia minum susu. Isi dari iklan tersebut sudah bisa dipastikan memberikan sebuah pendidikan negatif terhadap holdin, khususnya kepada anak-anak.

Pada etika Pariwara Indonesia sudah dijelaskan bahwa setiap iklan tidak dibenarkan untuk menampilkan adegan yang kurang pantas untuk dikerjakan oleh anak-anak. Setelah mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak, misalnya adalah Komnas Perlindungan Anak, maka iklan tersebut direvisi. Kemudian, dalam iklan versi perbaikannya, adegan di mana seorang anak menggendong ayahnya dibuang. Untuk itulah, maka etika Pariwara Indonesia memang benar-benar harus selalu ditegakkan.

Kondisi tersebut tentunya memiliki tujuan supaya kepentingan masyarakat luas dan budaya bangsa tetap dijaga seiring dengan berkembangnya sikap materialistis dan individualistis dari sejumlah dampak modernisasi. Kesadaran akan penerapan etika yang mengacu kepada etika Pariwara Indonesia merupakan sebuah wujud pemberdayaan industri dan pelaku periklanan itu sendiri untuk ikut serta di dalam melindungi budaya bangsa Indonesia.

Etika Pariwara Indonesia wajib untuk dijadikan pedoman inti untuk setiap pelaku di dalam industri periklanan, di mana nantinya hasil kerja mereka dapat sesuai dengan norma dan nilai yang dianut di masyarakat luas. Salah satu alat pendukung nya, yaitu dari partisipasi sejumlah pihak yang memang benar-benar dibutuhkan. Pihak produsen wajib untuk selalu memberikan informasi data yang terbaik dan valid berdasarkan produk yang dimilikinya kepada biro iklan. Sementara itu, biro iklan memiliki kewajiban untuk menyajikan informasi dan data tersebut lewat kreativitas yang tentunya selalu memperhatikan kondisi dan situasi masyarakat.

Baca Juga:   Pelajari Pengertian Kode Etik Psikologi Secara Utuh

Selanjutnya, media massa memiliki peranan penting di dalam menyaring iklan yang hendak ditayangkan. Disamping itu, beberapa asosiasi pendukung seperti etika Pariwara Indonesia juga turut serta memiliki peran di dalam memberikan kritikan dan masukan terhadap kegiatan Penegakan etika Pariwara Indonesia. Intinya adalah bagian yang terpenting terdapat pada peran konsumen itu sendiri. Hal tersebut disebabkan karena secara umum iklan hanya dapat memberikan referensi pada saat menentukan keputusan dari sang pembeli.

Mengambil sebuah artikel yang dibuat oleh Jessica Carla yang di dalamnya berisi mengenai hukum dan kebijakan periklanan, bahwa hukum dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh sejumlah media mengingat fungsinya yang sangat penting pada kehidupan publik maupun pribadi supaya bisa mengarahkan media supaya jangan sampai merugikan masyarakat secara umum. Hal tersebut tentunya sangat mengantisipasi terjadinya proses Denafation ( dimana disebut pula libel apabila ditulis dan Slender apabila dilisankan) yang tentunya bisa membuat rusak reputasi individu.

Iklan atau mediasi harus selalu diawasi dengan ketat Apabila dibandingkan dengan iklan yang berada pada media cetak. Hal tersebut disebabkan karena jangkauannya yang lebih luas. Iklan yang berisi kekerasan, tindakan asusila dan sejumlah tindakan tidak etis lainnya merupakan salah satu faktor inti proses penyalahgunaan kebebasan di dalam berekspresi. Freedom of commercial speech merupakan salah satu kebebasan didalam mengiklankan sebuah jasa maupun barang yang memiliki tujuan profit ataupun bisnis.

Iklan komersial tentunya diharapkan memiliki isi tidak menyesatkan ataupun menipu konsumen.Orientasi bisnis masih mempunyai sejumlah kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan berbicara, asalkan produk yang dihasilkan bersifat legal, misalnya adalah iklan produk rokok yang masih dapat ayam walaupun jelas-jelas produk tersebut cukup membahayakan konsumen yang menggunakannya.

Baca Juga:   Contoh Pelanggaran Kode Etik Kedokteran

Di Amerika sendiri ada sejumlah kriteria iklan yang selalu mendapat kontrol dari FTC atau Federal trade commission diantaranya yaitu:

  1. Pesan iklan yang memiliki sifat yang dapat menyesatkan konsumen
  2. Bisa membuat konsumen untuk mengerjakan hal-hal khusus dalam kondisi terpaksa
  3. Kebohongan atau Kepalsuan Isi iklan yang dapat mempengaruhi keputusan untuk membeli sebuah produk

Di Indonesia, perkembangan etika iklan saat ini masih belum bisa mencapai sebuah angka pasti yang bisa diukur sesuai dengan etika di dalam sejumlah iklan yang beredar di sejumlah media periklanan. Etika Pariwara Indonesia yang seyogyanya dapat berperan sebagai pemandu untuk setiap Creator iklan di dalam membuat setiap karya iklannya, malah justru dianggap sebagai bagian pemisah dari sejumlah hal yang berkaitan dengan kreativitas.

Pada posisi tersebut maka sangat jelas bahwa setiap bagian dari periklanan belum mampu menerapkan sejumlah aturan yang berkaitan dengan etika dan aturan-aturan periklanan yang ada. Justru sebaliknya, kadangkala terjadi sebuah kebablasan pada saat berkreasi membuat iklan tanpa memandang adanya norma dan nilai-nilai serta budaya yang masih melekat di masyarakat. Bahkan, ada pula yang cukup ditakutkan dari hal tersebut yaitu adanya persepsi masyarakat mengenai iklan yang kemungkinan akan mengalami sebuah pergeseran yang cukup signifikan, di mana masyarakat akan menganggap iklan memiliki peranan yang tidak terlalu penting.

Demikianlah penjabaran singkat mengenai kode etik periklanan Indonesia menurut PPPI yang bisa saya angkat pada artikel kali ini. Mudah-mudahan, tutorial silat ini bisa dijadikan sebuah pandangan baru di dalam berkreasi di bidang iklan sehingga Isi iklan benar-benar valid dan bisa menyampaikan isi jasa dan produk secara benar tanpa membohongi Publik. Terima kasih dan selamat berkarya, semoga sukses.

Artikel menarik lainnya

Kode Etik Kesehatan Masyarakat Secara Umum

Kode Etik Kesehatan Masyarakat Secara Umum

Kode etik yaitu sebuah pernyataan standar profesional yang dipakai untuk dijadikan sebagai pedoman berperilaku dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *