Home / Umum / Kode Etik / Kode Etik Psikologi HIMPSI atau Himpunan Psikologi Indonesia

Kode Etik Psikologi HIMPSI atau Himpunan Psikologi Indonesia

Berdasarkan kode etik dari himpunan psikologi Indonesia atau HIMPSI yang dimaksud dengan kode etik psikologi merupakan sebuah perangkat yang berisi nilai tertentu untuk dijalankan dan ditaati dengan sebaik-baiknya di dalam menjalankan sejumlah kegiatan sebagai seorang psikolog maupun ilmuwan psikologi negara Indonesia.

Kode Etik Psikologi HIMPSI atau Himpunan Psikologi Indonesia

Apabila diterjemahkan dengan bahasa yang lebih singkat maka kode etik psikolog merupakan tuntunan, pedoman, serta peraturan untuk ilmuwan psikolog dan psikolog di dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Contoh sejumlah kasus pelanggaran yang dilakukan oleh ilmuwan psikolog maupun psikolog

Berdasarkan kenyataan yang ada di bidang psikologi, baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di Indonesia terdapat banyak sekali kejadian sejumlah kasus pelanggaran terhadap kode etik psikologi.

Sejumlah contoh dari pelanggaran kode etik psikolog bermunculan, mulai dari sejumlah pelanggaran yang dibuat oleh Insan psikologi maupun yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai latar belakang bukan psikologi. Beberapa contohnya adalah memperjualbelikan sejumlah alat tes psikologi secara ilegal dan bebas, membuka layanan psikologi oleh orang yang tidak memiliki kompetensi dibidang psikologi hingga adanya kegiatan plagiarisme.

Sejumlah pelanggaran tersebut tentunya tidak dapat kita anggap sebagai sebuah pelanggaran yang sepele. Dapat kita bayangkan apabila ada anak yang didiagnosa oleh pihak yang sebenarnya tidak berkompeten di bidang pesikolog menderita sebuah gangguan, maka tentunya anak tersebut akan mendapatkan penanganan yang tidak sesuai dengan gangguan yang dimilikinya. Apa bila anak tersebut mendapatkan penanganan dari orang yang memiliki kompetensi dibidang pesikolog, maka tentunya hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi.

Baca Juga:   9 Kode Etik Guru Dan Penjelasannya

Perbandingan antara SQ, agama dan Al-Quran

Apabila kita lihat dari sisi ilmu saraf, IQ adalah salah satu hasil dari pengorganisasian saraf-saraf yang bisa memungkinkan setiap orang untuk bisa memiliki pikiran logis, rasional serta mentaati asas-asas yang ada. SQ Bisa digunakan oleh seseorang untuk memikirkan asosiatif yang bisa dibentuk oleh kemampuan dan kebiasaan yang dikerjakan dengan cara mengenali sejumlah pola emosi. SQ juga tentunya memungkinkan seseoranguntuk memiliki wawasan, kreatif yang cukup berkembang untuk membuat dan mengubah aturan-aturan yang ada.

Dengan demikian, SQ adalah sebuah landasan yang dibutuhkan untuk menjalankan EQ dan IQ dengan cara efektif serta merupakan salah satu jenis pola pikir yang bisa digunakan seseorang untuk menata kembali serta melakukan transformasi dari 2 pola jenis pemikiran yang didapat yaitu IQ dan EQ.

SQ bisa dikatakan sebagai sebuah kecerdasan spiritual yang berbeda dengan beragama. Orang yang memiliki agama cukup mapan belum tentu mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi. Begitu juga sebaliknya, ketika orang mempunyai kecerdasan spiritual yang baik maka belum bisa dipastikan orang tersebut juga memiliki agama yang dalam. Akan tetapi, berdasarkan kenyataan yang ada bahwa SQ jarang sekali berlawanan dengan agama, malahan, agama memiliki peranan yang sangat penting di dalam memajukan dan meningkatkan SQ.

Pada artikel kali ini, bisa dijelaskan bahwa di dalam agama Islam mempunyai Alquran yang digunakan sebagai pedoman dan petunjuk manusia pada saat hidup di dunia supaya memperoleh kebahagiaan baik kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Bisa diartikan pula bahwa ketika seseorang memahami dan mendalami Alquran dengan sebenar-benarnya, maka orang tersebut tentunya sedang memahami Islam dengan sebaik-baiknya pulang.

Baca Juga:   Fungsi Kode Etik Guru

Selanjutnya, setelah seseorang tersebut benar-benar memahami tentang agama Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin maka pemahaman tersebut yang berguna untuk menonton Manusia guna meningkatkan tingkat Kecerdasan spiritual.

Alquran yang digunakan sebagai salah satu pendamping kode etik HIMPSI untuk seorang ilmuwan psikologi muslim maupun psikologis pada umumnya sebagai manusia. Ilmuwan psikologi maupun psikolog secara umum tentunya mempunyai potensi yang sama pada saat akan melakukan sejumlah pelanggaran terhadap kode etik psikologi.

Apalagi ketika kode etik psikologi HIMPSI belum dilandasi dengan adanya penguatan undang-undang di Indonesia mengenai profesi pada bidang psikologi. Akan tetapi, pada saat seseorang mempunyai kecerdasan spiritual yang sudah mapan dan tinggi, maka kemungkinan di dalam mengerjakan pelanggaran juga akan semakin mengecil dan berkurang. Tentunya, Alquran lah yang akan menjadi sumber kecerdasan spiritual Yang baik.

Berdasarkan apa yang sudah dikemukakan oleh Cak Kus yang mengatakan di dalam stadium generale pada mata kuliah kode etik psikologi di hari Kamis pada tanggal 10 Oktober 2015 yang lalu menyampaikan bahwa jiwa seseorang sangat bergantung kepada warna hatinya. Sementara itu, hati itu sendiri adalah medan pertempuran antara nafsu dan truk.

Dengan demikian, maka secara tidak langsung bisa diartikan pada saat seseorang sedang belajar di dalam memahami Alquran maka orang tersebut sebenarnya sedang belajar di dalam memahami arti dari sebuah kebenaran dan tentunya di dalam hatinya Rock akan memiliki sifat positif yang akan lebih dominan dibandingkan dengan nafsu yang memiliki sifat destruktif yang bisa akan terus ditekan.

Baca Juga:   Inilah Fungsi Kode Etik Profesi Paling Tersembunyi

Bisa disimpulkan bahwa pada saat seseorang mempunyai peluang pada saat hendak mengerjakan sebuah pelanggaran, maka tentunya Ada kemungkinan ia sempat untuk berpikir terlebih dahulu di dalam mengambil peluang yang ada. Namun, dikarenakan dia sudah mempelajari Alquran bahwa yang ia kerjakan adalah sesuatu yang tidak benar, maka dia akan berpikir ulang dan akan menata kembali serta mentransformasikan apa yang sempat terlintas di pikirannya bahwa hal tersebut merupakan sebuah kesalahan dan tentunya tidak baik untuk dikerjakan.

Ada kemungkinan, masih dapat ditemukan adanya celah dan kekurangan dari sebuah kode etik psikologi HIMPSI maupun profesi yang lainnya. Untuk itulah Allah menurunkan Al Quran sebagai salah satu kode etik kehidupan yang sama sekali tanpa Celah yang bisa digunakan sebagai pedoman utama di dalam menjalankan profesi apapun juga.

Demikianlah ulasan singkat tentang kode etik psikologi himpunan psikologi Indonesia atau HIMPSI yang bisa saya ulas pada kesempatan yang baik ini. Semoga saja, sejumlah kode etik yang ada bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya sehingga setiap profesi apapun bisa berjalan dengan lancar dan aman serta jauh dari pelanggaran-pelanggaran yang ada.

Artikel menarik lainnya

Fungsi dan Manfaat Kode Etik Guru

Fungsi dan Manfaat Kode Etik Guru

Manfaat kode etik guru sangatlah baik apabila diterapkan dengan serius dan sungguh-sungguh. Seorang guru di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *