Home / Otomotif / Sepeda Motor / Komponen Komponen Motor Bakar

Komponen Komponen Motor Bakar

Halo semuanya? Izinkan saya pada posting kali ini akan membahas tentang komponen-komponen motor bakar. Perlu kita ketahui bersama bahwa komponen motor bakar yang paling inti dan bersifat dinamis yaitu bagian komponen yang melakukan berbagai macam gerakan mekanik di mana gerakan tersebut berupa gerakan rotasi maupun gerakan translasi yang mana gerakan tersebut muncul akibat dari hasil reaksi pembakaran pada silinder kerja.

Komponen Komponen Motor Bakar

Tentunya, bagian dari komponen utama motor bakar yang bersifat dinamis tersebut berlaku pada semua alat kerja. Baiklah, langsung saja Berikut ini akan saya jabarkan beberapa komponen-komponen motor bakar lengkap dengan penjabarannya.

Komponen-komponen motor bakar

1. Torak

Proses pergerakan torak adalah naik turun yang dilakukan pada silinder di dalam langkah hisap, pembuangan, pembakaran dan juga kompresi. Peranan Utama dari torak yaitu Menerima makanan serta meneruskan tekanan tersebut guna bisa memutar bagian poros engkol melewati bagian connection rod atau batang torak.

Komponen torak akan secara terus-menerus menerima tekanan dan temperatur yang tinggi sehingga wajib untuk bisa bertahan ketika mesin beroperasi di kecepatan yang tinggi pada waktu yang cukup lama. Secara umum, komponen torak tersusun atas paduan aluminium sehingga akan lebih ringan dari sisi radiasi panasnya.

Ketika Komponen torak naik suhunya menjadi cukup panas, maka akan terjadi proses pemuaian yang akan menimbulkan diameter pada komponen torak tersebut bertambah. Hal tersebut tentunya akan mengakibatkan gaya gesek cukup besar yang bisa merusak bagian dinding silinder sehingga pada akhirnya kinerja dari mesin akan mengalami penurunan serta mengakibatkan overheating.

Guna melakukan pencegahan hal tersebut, maka pada mesin wajib ada semacam sama yakni syarat yang harus tersedia pada temperatur ruang yakni kurang lebih sekitar 25 derajat antara silinder dan torak. Cara tersebut sering dikenal dengan istilah piston clearance. Nilai dari celah tersebut sangatlah bervariasi tergantung pada model mesinnya. Secara umum jarak yang dimiliki adalah 0,02 mm sampai dengan 12 mm.

Pada komponen torak juga terdapat bagian ring Piston atau pegas torak Di mana komponen tersebut dipasang di dalam ring groove atau di dalam alur ring pada torak. Pada saat terpasang di bagian toraks, disebabkan karena bagian pegas torak sifatnya adalah elastis sehingga bisa mengakibatkan mengembang, sehingga perlu adanya penutupan dengan cukup rapat pada bagian dinding silinder.

Baca Juga:   Fungsi Komponen Motor Starter

Pada bagian pegas torak terbuat dari bahan yang bisa bertahan cukup lama. Secara umum, komponen dari torak tersusun atas baja tuang spesial yang tentunya tidak akan bisa dengan mudah merusak dinding silinder. Adapun jumlah dari pegas torak sangatlah bervariasi, semuanya bergantung kepada jenis mesin dan ketika umur dari torak adalah 3 sampai 4 tahun, maka pegas dari torak bisa dipanen.

Adapun pegas dari torak memiliki tiga fungsi penting, yaitu:

  • Mampu untuk mencegah terjadinya kebocoran campuran bahan bakar dan udara serta gas pembakaran yang melewati celah di antara dinding silinder dan torak
  • Mampu untuk mencegah oli yang melumasi komponen torak serta silinder masuk ke bagian ruang bakar
  • Mampu untuk memindahkan suhu panas dari komponen torak ke bagian dinding silinder.

Sementara itu, terdapat dua jenis pegas dari torak, yaitu:

  • Connecting Rod
  • Pegas pengontrol oli

2. Pegas kompresi

Adapun fungsi dari connecting Rod atau batang torak yang berguna untuk menghubungkan bagian toraks ke bagian poros engkol serta selanjutnya digunakan untuk meneruskan tenaga yang sudah diproduksi oleh komponen torak ke bagian poros engkol. Untuk bagian ujung batang torak yang dikaitkan dengan bagian pena torak disebut dengan small rod. Sementara itu, bagian yang lainnya yang berkaitan dengan poros engkol dikenal dengan istilah bid end.

Bagian dari Crank pin berputar di kecepatan tinggi pada big end yang akan menimbulkan suhu yang cukup tinggi. Guna menghindari efek yang diakibatkan oleh panas yang terlalu tinggi, maka sebuah metal dipasangkan pada big end. Bagian metal tersebut wajib untuk selalu dilumasi menggunakan oli dan sebagian dari oli tersebut dibersihkan dari bagian lubang oli ke bagian dalam tarragona mendinginkan torak.

3. Piston PIN atau pena torak

Fungsi dari pena torak yaitu untuk menghubungkan bagian barat dengan bagian small end di Batang torak. Kemudian akan meneruskan tekanan hasil pembakaran yang berlaku di Batang torak. Bagian pena torak memiliki lubang di dalamnya guna mengurangi berat yang cukup berlebihan serta pada kedua ujung ditahan oleh bagian piston PIN Bos atau bussing pena torak. Di kedua ujung pena tersebut ditahan pula oleh pegas pengunci 9 snap ring sejumlah 2. Pada mesin 2tak, pena torak dilapisi oleh bantalan yang berwujud bearing.

Baca Juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Motor Satria Fu

4. Crank Shaft atau engkol poros

Tenaga yang dipakai guna menggerakan roda pada kendaraan diproduksi oleh adanya gerakan batang torak dan akan diubah menjadi gerak putar di bagian poros engkol. Bagian poros engkol akan menerima beban yang cukup besar dari bagian batang torak dan torak dan akan berputar di kecepatan yang cukup tinggi. Dari latar belakang itulah, maka bagian poros engkol secara umum diproduksi dari bahan baja karbon dengan tingkatan dan memiliki daya tahan yang cukup tinggi.

5. Mekanisme katup

Pada sepeda motor 4 tak memiliki 3 atau 2 atau 1 katup masuk dan juga katup buang Pada masing-masing ruang bakar. Campuran bahan bakar dan udara akan masuk ke bagian silinder lewat katup masuk, sementara itu gas buang akan keluar lewat katup buang mekanisme yang menutup dan membuka katup ini dikenal dengan istilah mekanisme katup. Bagian mekanisme katup akan digerakkan oleh bagian poros bubungan atau lebih dikenal dengan istilah cam shaft. Cam shaft memiliki kegunaan sebagai timing pada proses pembakaran. Berikut ini adalah sejumlah tipe mekanisme katup:

OHV atau over head valve. Mekanisme katup jenis ini cukup sederhana namun high reliability. Lokasi dari cam shaft ada di bagian blok silinder, dibantu oleh bagian valve lifter dan juga pushrod di antara rocker arm.

OHC Atau over Head Cam. Pada jenis ini, cam shaft diletakkan di bagian atas kepala silinder, sementara itu cam akan langsung menggerakan bagian rocker arm tanpa melewati pushrod dan lifter. Cam shaft Bergerak karena adanya poros engkol yang melewati tali penggerak atau rantai. Jenis ini tentu cukup rumit Apabila dibandingkan dengan jenis OHV, namun tidak memakai push Rod dan lifter Yang mana pokok dari bagian yang bergerak akan berkurang. Performa di kecepatan tinggi juga lebih baik, hal tersebut disebabkan oleh katup katup yang menutup dan membuka lebih presisi pada kecepatan tinggi.

Baca Juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Motor Minerva

DOHC Atau double over head Cam. 2 buah cam shaft akan diletakkan di kepala silinder guna menggerakan setiap katup buang dan katup masuk. Di sistem tersebut, ada yang memakai rocker arm dan ada pula yang tidak menggunakannya. Akan tetapi, rata-rata tidak memakai rocker arm. Untuk itulah maka beban dari gerakannya akan berkurang, di mana proses menutup dan membukanya sejumlah katup akan jauh lebih presisi di putaran dengan kecepatan tinggi. Konstruksi dari jenis ini memang cukup Lah rumit, namun kemampuan dari pergerakannya cukup tinggi Apabila dibandingkan dengan jenis SOHC.

6. Flywheel atau roda penerus

Komponen flywheel atau roda penerus dibuat dari bahan baja tuang dengan mutu yang sangat tinggi yang diikat menggunakan baut pada bagian belakang poros engkol di kendaraan yang memakai jenis transmisi manual. Bagian dari poros engkol akan menerima rotational Force atau tenaga putar yang berasal dari torak selama bekerja. Namun, power tersebut akan hilang pada langkah-langkah yang lainnya, seperti inertia loss maupun kehilangan akibat gesekan.

Bagian roda penerus atau flywheel mampu menyimpan energi atau tenaga putar selama proses langkah yang lainnya, kecuali pada langkah usaha. Oleh karena itulah maka bagian poros engkol Secara terus menerus akan berputar. Hal tersebut akan menimbulkan mesin berputar dengan cukup lembut disebabkan karena getaran tenaga yang diproduksinya.

Sekian penjabaran singkat tentang komponen-komponen motor bakar yang bisa saya ulas pada posting kali ini. Diharapkan, anda bisa memahami sekaligus mengaplikasikan beberapa teori pada artikel ini di kehidupan sehari-hari. Terima kasih, selamat beraktifitas dan salam sukses untuk Anda semuanya.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Penyebab Lampu Depan Motor Mati

Penyebab Lampu Depan Motor Mati

Baiklah teman-teman, langsung saja masuk ke dalam topik pembahasan Pada kesempatan kali ini yakni tentang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *