Home / Otomotif / Mobil / Pengalaman Cara Mengendarai Bus Mercy

Pengalaman Cara Mengendarai Bus Mercy

Mungkin anda merupakan sopir mobil yang bertenaga kecil? Apakah anda ingin mengetahui bagaimana pengalaman cara mengendarai bus Mercy yang memiliki ukuran cukup besar? Sebelumnya apa yang mungkin diantara kita kadangkala merasa cukup jengkel dan kesal di jalan serta mengumpat pada sopir bus karena gaya mengendarai bus yang tidak sesuai dengan harapan. Tentunya gaya di dalam mengendarai bus sangat menentukan keselamatan di Jalan Raya. Untuk itulah ada sebagian orang yang cukup penasaran bagaimana susahnya mengendarai mobil yang memiliki ukuran jumbo tersebut. Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan dan dimiliki untuk bisa menjadi sopir bus yang baik?

Cara Mengendarai Bus

Ada sejumlah cerita yang berasal dari Jawa Barat tepatnya di pusat pelatihan Mercedes Benz. Berikut ini akan kami ceritakan pengalaman orang tersebut yang cukup penasaran di dalam mengendarai bus Mercy. Disana, mereka bertemu dengan instruktur yang cukup senior dengan nama sulasno. Ia merupakan penanggung jawab di dalam proses pelatihan seluruh sopir bus Mercy tentunya dari berbagai macam perusahaan. Selain itu, pihak mercedes-benz juga ikut serta di dalam menyiapkan bus dengan ukuran jumbo dan paling canggih yang memiliki kode OH 1836 yang akan cowok dicoba oleh mereka untuk dikemudian.

Pengalaman Cara Mengendarai Bus Mercy

Di awal, sulasno membuka bahwa mengendarai bus tidaklah semudah yang dilihat.Ada sejumlah prosedur yang harus dikerjakan sebelum mulai mengendarai Bus. Bahkan, Pada saat Anda sudah jalan diatas bus, Anda harus sadar bahwa kendaraan yang dikendarai merupakan kendaraan yang memiliki panjang 12,8 meter serta memiliki bobot hingga belasan ton. Ditambah lagi, teknik di dalam mengemudikan bus tentunya sangat berbeda dibandingkan dengan mobil penumpang dengan ukuran cukup kecil. Hal tersebut dilatarbelakangi posisi Tempat duduk anda yang ada di bagian depan roda depan.

Hasilnya adalah 2 tester dari kami yang memiliki kelincahan pada pengemudian kendaraan dan juga cukup lantang di dalam memberikan review test mengenai mobil baru, musti terlebih dahulu terpaku dalam waktu lebih dari 1 jam guna menyimak berbagai macam pengarahan yang disampaikan oleh sulasno. Dalam waktu sekitar 1 jam, mereka cukup ditantang untuk dapat dengan benar serta aman bermanuver menggunakan bus tersebut. Berikut ini kisah lengkap mereka.

Setelah mulai duduk di bangku kemudi bus, dalam beberapa detik saya hampir melupakan ukuran kendaraan yang panjang ini. Saya justru fokus dan lebih senang menyimak berbagai macam fitur canggih yang ada di dalam bus. Bus Mercy ini mempunyai jenis suspensi udara yang tentunya memiliki fitur untuk disetel ketinggiannya. Komputer pada onboard, pengereman oleh mesin atau sering disebut dengan istilah retander yang tentunya bisa diset serta Transmisi mekanis yang sistem kerjanya dibantu tenaga listrik guna memperingan proses perpindahan tuas.

Baca Juga:   Cara Memperbaiki Kompresor Ac Mobil Yang Berisik

Yang menjadi kaget adalah ketika saya menengok spion. Seketika juga terlihat Barisan barisan tempat duduk yang sangat panjang ke belakang yang menyerupai Gang dengan sangat panjang. Dalam kondisi seperti itu tentunya saya merasa cukup cemas dan ingin menenangkan hati terlebih dahulu. Namun, yang ternyata dengan begitu cepatnya sulasno meminta saya untuk menyalakan mesin bus.

Pengalaman mengenai belajar cara mengendarai bus Mercy di mulai. Langkah pertama, saya mencoba memasukkan gigi 1, lalu dengan perlahan-lahan saya melepas injakan kopling. Setelah itu, saya mencoba untuk membiarkan torsi pada angka 1600 Nm yang berasal dari mesin jumbo dengan kapasitas mesin 11967 cc. Dengan besarnya tenaga mesin yang dimiliki pada Bus tersebut, maka tenaga tersebut cukup untuk menggerakkan bus yang bobotnya 15 ton tersebut tanpa kita perlu menekan pedal gas.

Setelah itu, sepertinya beberapa kondisi sudah mulai normal. Pada saat itu, saya sudah tidak lagi mengalami kesulitan di dalam proses memindahkan gigi dan menjalankannya. Hanya saja memang saya merasakan tuas perseneleng masih cukup berat pada saat proses perpindahannya.

Yang cukup berbeda adalah pada bagian setir yang sangat enteng. Begitu juga pada bagian kopling. Terlebih, suara mesin nyaris tidak terdengar Karena posisinya ada di bagian belakang Bus. Satu hal yang sangat berbeda adalah ketika saya diminta untuk memutar balik. Yang sangat saya perhatikan adalah bahwa posisi tempat duduk saya Memang benar-benar jauh di depan bagian ban depan. Kalau bisa dikatakan, saya posisinya duduk di bagian kap mesin. Oleh sebab itulah, bagian acuan dan proses pergerakan bus akan terasa cukup berbeda Apabila dibandingkan dengan mobil yang ukurannya cukup kecil.

Pada tahapan ini, saya berhasil di dalam melakukan kalkulasi bagian ujung kendaraan serta melakukan eksekusi U-turn dengan sempurna pada ruangan yang cukup sempit. Hanya saja, Ternyata saya juga merasa kewalahan pada saat diminta untuk memutar balik pada tempat yang jauh lebih sempit dan juga mengharuskan untuk bisa mundur. Pada kondisi seperti itu, tentunya komponen spion kiri dan kanan harus tetap terpantau dan terlihat secara bergantian. Hal tersebut dikarenakan tidak disediakannya bagian kaca belakang. Selain itu, Kebetulan juga bus Mercy yang saya coba kendaraan Belumlah dilengkapi dengan kamera mundur.

Baca Juga:   Cara Memperbaiki Rem Cakram Mobil Mengalami Macet

Tahapan berikutnya adalah melakukan stop Pada tanjakan. Pada tahapan ini saya bisa melampauinya dengan sempurna dan tidak ada masalah. Begitu juga di saat Belajar parkir. Tidak ada masalah yang cukup berarti. Hanya saja, cara mengendarai bus memang mewajibkan pengendara atau sopir untuk sangat berkonsentrasi Di saat mengendarai Bus. Konsentrasi penuh di dalam memantau kondisi sekitar tentunya dibutuhkan berkali-kali lipat dibandingkan ketika mengendarai mobil dengan ukuran kecil.

Pada saat saya sudah masuk ke posisi gigi satu, proses melepas kopling hampir sama dengan melepas kopling yang dilakukan pada mobil manual biasa. Pada Bus Mercy seri OH 1836 ini bisa dengan mudah bergerak maju. Berdasarkan pemantauan sulasno, beliau rata-rata membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan untuk bisa menyelesaikan latihan seseorang yang hendak menjadi sopir bus. Memang, ada sejumlah calon sopir yang lebih cepat, namun juga ada yang lebih lama. Hal tersebut tentunya dilatarbelakangi karena di dalam mengemudi bus sangat dibutuhkan bakat dan juga feeling yang kuat.

Menurut sulasno, saya yang sebagai tester kali ini memiliki bakat yang cukup bagus dibandingkan dengan beberapa sopir yang pernah dilatihnya. Berdasarkan feeling dari sulasno, kira-kira saya cukup membutuhkan waktu sekitar 20 hari hingga saya layak untuk bisa mengemudikan bus di Jalan Raya.

Intimidatif merupakan kesan pertama yang saya dapatkan Ketika saya belajar cara mengendarai Bus. Bisa dikatakan secara dimensi, bus merupakan kendaraan yang ukurannya sangat besar, bentuknya kendaraan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan mobil-mobil yang pernah saya kendarai sebelumnya. Dengan demikian, Tentunya saya tidak akan bisa memakai patokan yang rata-rata saya gunakan di saat mengendarai mobil pada umumnya.

Satu hal yang cukup menegangkan adalah kegiatan memantau bagian belakang Bus. Ketika kita sedang mengendarai mobil biasa, maka kita bisa memanfaatkan spion Tengah. Namun tentunya berbeda pada saat kita mengendarai bus karena hal tersebut tidak akan mungkin bisa dilakukan. Spion samping lah yang berfungsi untuk melihat keadaan di sekitar bus Terutama di bagian samping Bus. Sementara itu, kondisi belakang bus hanya bisa dikira-kira saja. Oleh sebab itulah bisa dipastikan pengendara bus pastinya membutuhkan asisten berupa driver asisten ataupun jasa kenek.

Tahapan berikutnya adalah proses ujian Jalan. Ujian untuk memutar satu putaran adalah bagian yang pertama yang harus saya lalui. Pada ujian ini, tentunya tidak terlalu berbeda dengan mengendarai mobil biasa, yaitu pada saat kita melepas injakan kopling dan juga mengolah setir kemudi. Pedal kopling sangatlah enteng, begitu juga bagian setirnya. Yang membedakan adalah pada ukuran setir kemudi yang memiliki ukuran cukup besar sehingga bentuk hal tersebut sebagai pengingat bahwa kendaraan yang sedang saya kemudian juga memiliki ukuran cukup besar.

Baca Juga:   Cara Mengendarai Agya Matic Dengan Mudah

Yang cukup mengasyikkan adalah pada saat proses membelok penuh, dimana gerakan push ini tidak terasa seperti membelok, namun hanya seperti bergeser saja. Kelihatannya, membuat bus memang sudah mengkompensasi ukuran dari bus yang sangat panjang dengan besarnya sudut tekuk ban yang sangat ekstrim sehingga radius putar bisa dimaksimalkan.

Disitu, saya juga belajar menjadi kenek selain belajar menjadi sopir. Sebenarnya, apabila sudah tersedia kamera mundur maka tidak lagi diperlukan adanya juru parkir. Tes berikutnya adalah proses Memutar Balik dipertigaan yang ukurannya cukup sempit. Pada tahapan ini, saya merasakan intimidasi sekali lagi. Namun, kondisi ini datangnya berasal dari kondisi disekitar Bus. Namun, yang menjadi keuntungan adalah proses ujian ini dikerjakan pada area tertutup.

Pada saat mundur, Saya harus menghafal Benda apa saja yang yang ada di belakang. Hal tersebut disebabkan karena tidak ada alat pantau yang bisa saya manfaatkan. Berikutnya, saya gunakan informasi tersebut sebagai ruang yang ada di belakang bus. Perlahan-lahan, saya mencoba memundurkan bus dan tentunya dengan sangat hati-hati dan akhirnya saya berhasil dengan sempurna.

Hujan berikutnya adalah berjalan pada kondisi jalan cukup menanjak. Ketika bus mulai merangkak maju, saya sangat fokus Melihat bagian spion sehingga tanpa sadar tuas perseneleng masih di posisi R atau reverse.hasilnya adalah setelah saya melepas rem tangan dan kaki saya angkat dari kopling bus bukannya maju malah mundur. Reflek Tentunya saya injak rem dan untungnya mesin bus tidak sampai mati. Setelah itu saya coba masukkan ke gigi 1, injakan kopling saya lepas dan bus Mercy OH 1836 berhasil merangkak maju.

Demikianlah informasi mengenai pengalaman cara mengendarai bus Mercy yang bisa saya ceritakan yang bersumber dari Seseorang yang ada di Jawa Barat yang dilaksanakan pada pusat pelatihan Mercedes Benz. Mudah-mudahan, informasi mengenai pengalaman cara mengendarai bus Mercy ini bisa bermanfaat untuk Anda yang sekarang ini sedang mencoba untuk berlatih mengendarai bus yang memiliki ukuran cukup besar dan panjang serta kekuatan mesin yang luar biasa. Terima kasih.

Artikel menarik lainnya

Sistem Kerja Blower Pada AC Mobil

Sistem Kerja Blower Pada AC Mobil

Pada sebuah sistem AC atau air conditioner pada mobil, letak dari Blower adalah di bagian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *