Home / Umum / Kode Etik / Pengertian Kode Etik Guru Indonesia

Pengertian Kode Etik Guru Indonesia

Sampai dengan saat ini pengertian tentang kode etik masih cukup menjadi perdebatan di sejumlah kalangan akademis. Hal tersebut tentunya bisa terlihat dari sejumlah pengertian kode etik guru yang memiliki sejumlah perbedaan, yaitu berdasarkan kongres PGRI yang ke XII.

Pengertian Kode Etik Guru Indonesia

Basuni yang berperan sebagai ketua umum Persatuan Guru Republik Indonesia Pada Kongres PGRI menyampaikan bahwa pengertian dari kode etik guru Indonesia yaitu sebagai sebuah pedoman maupun landasan moral terhadap sejumlah tingkah laku guru sebagai anggota dari PGRI pada saat melaksanakan tugas panggilan Pengabdian atas profesi sebagai pendidik atau guru. Dari pendapat tersebut maka bisa diambil sebuah kesimpulan yakni bahwa di dalam kode etik guru Indonesia memiliki dua unsur inti yaitu sebagai Pedoman tingkah laku dan sebagai landasan moral.

Pengertian Kode Etik Guru Indonesia

Sementara itu, di dalam uugd atau undang-undang guru serta dosen, tepatnya adalah Pasal 43 dijelaskan bahwa:

  1. Guna meningkatkan serta menjaga martabat dan kehormatan guru pada saat melaksanakan tugas keprofesionalannya, sebuah organisasi dari profesi guru membuat adanya kode etik
  2. Kode etik yang dimaksud pada bagian di atas haruslah berisi etika dan norma yang mampu mengikat semua perilaku guru pada saat melaksanakan profesi atau tugasnya masing-masing

Apabila kita lihat dari sejumlah pengertian mengenai kode etik di atas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa kode etik sebuah profesi adalah kumpulan norma yang wajib untuk diamalkan dan diindahkan oleh seluruh anggotanya pada saat mengerjakan tugas serta bergaul sehari-hari di kehidupan masyarakat.

Baca Juga:   9 Kode Etik Guru Dan Penjelasannya

Sejumlah norma tersebut tentunya berisi beberapa petunjuk bagaimana proses pelaksanaan profesinya, sejumlah larangan yang ada,Mengenai sejumlah hal yang boleh dilaksanakan dan tidak boleh dilaksanakan, tentunya bukan hanya pada saat menjalankan pekerjaan nya, namun juga pada saat berinteraksi dan bergaul di kehidupan sehari-hari.

Secara umum, adanya tujuan di dalam merumuskan kode etik guru di dalam sebuah profesi yaitu untuk kepentingan organisasi dan kepentingan anggotanya sendiri. Apabila disimpulkan bahwa tujuan dari membuat kode etik yaitu sebagai berikut:

  1. Guna meningkatkan mutu dari organisasi profesi
  2. Guna meningkatkan mutu dari profesi itu sendiri
  3. Guna meningkatkan pengabdian dari setiap anggota profesi
  4. Sebagai pedoman di dalam bertingkah laku dan berperilaku
  5. Guna meningkatkan serta menjaga kesejahteraan setiap anggotanya
  6. Guna menjunjung tinggi martabat dari profesi yang dimilikinya

Dari sejumlah penjabaran di atas, maka bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa tujuan sebuah profesi di dalam menyusun kode etik yaitu guna memelihara serta menjaga kesejahteraan dari setiap anggota, menjunjung tinggi martabat dari profesi, meningkatkan mutu organisasi dan mutu profesi serta meningkatkan pengabdian anggota terhadap profesi yang dimilikinya.

Suatu kode etik tentunya hanya bisa ditetapkan oleh sebuah organisasi profesi yang mengikat dan berlaku untuk setiap anggotanya, umum dilaksanakan pada sebuah kongres di organisasi profesi. Dengan kata lain, penetapan sejumlah kode etik tidak bisa dikerjakan secara individu atau perorangan, namun wajib dikerjakan pada sebuah organisasi, sehingga setiap orang yang tidak menjadi anggota dari profesi tersebut tidak dapat dikenakan.

Baca Juga:   Kode Etik Pendidik Paling Baru

Sebuah kode etik hanya bisa memiliki pengaruh yang kuat di dalam menegakkan tindakan-tindakan disiplin pada tangan profesi tersebut, apabila seluruh anggota yang menjalankan profesi tersebut bergabung pada profesi yang bersangkutan.

Apabila seluruh anggota yangmelaksanakan sebuah profesi dengan cara otomatis bergabung pada sebuah organisasi, maka tentunya ada jaminan bahwa setiap profesi tersebut bisa dijalankan secara baik dan murni, dikarenakan seluruh anggota profesi yang terbukti melakukan pelanggaran secara serius terhadap kode etik yang sudah ditetapkan bisa dikenakan sanksi.

Seringkali kita juga mendengar bahwa negara ikut campur tangan terhadap urusan profesi. Yang pada akhirnya hal-hal yang pada awalnya hanya berupa kode etik sebuah profesi khusus bisa meningkat menjadi aturan hukum maupun undang-undang. Apabila hal tersebut terjadi maka sebuah aturan yang pada awalnya dijadikan sebagai Pedoman tingkah laku atau landasan moral bisa meningkat menjadi aturan yang bisa memberikan sejumlah sanksi yang memiliki sifat paksaan, baik dalam bentuk pidana maupun perdata.

Salah satu contohnya apabila seorang anggota profesi bersaing dengan cara curang atau tidak jujur dengan sejumlah anggota profesinya. Apabila hal tersebut dianggap merupakan sebuah kecurangan yang cukup serius, maka bisa diakibatkan adanya tuntutan di depan pengadilan. Secara umum, kode etik merupakan pedoman sikap, landasan moral, perbuatan serta tingkah laku.

Baca Juga:   Contoh Kode Etik Jurnalistik

Sanksi kepada pelanggaran kode etik merupakan sanksi moral. Oleh sebab itu siapa saja yang melanggar kode etik tentunya akan memperoleh Cela yang berasal dari rekan sejawat. Sementara itu, sanksi yang dianggap cukup berat yaitu adanya pelanggaran yang mengakibatkan dikeluarkannya anggota dari organisasi profesi yang diikutinya.

Secara umum, kode etik guru di Indonesia bisa dirumuskan sebagai kumpulan dari norma-norma dan nilai-nilai profesi guru yang disusun dengan sistematik, sangat baik pada sebuah sistem yang utuh. Kode etik guru Indonesia memiliki fungsi sebagai Pedoman tingkah laku dan landasan moral bagi masing-masing guru sebagai warga PGRI di dalam menjalankan tugasnya sebagai pengabdi di dalam sekolah maupun di luar sekolah apa misalnya adalah di dalam pergaulan di masyarakat.

Demikianlah penjabaran singkat mengenai pengertian kode etik guru Indonesia sebagai salah satu bagian yang sangat penting untukdipahami bersama serta dilaksanakan dengan sepenuh hati supaya tidak terjadi pelanggaran pelanggaran yang mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya

Kode Etik Kesehatan Masyarakat Secara Umum

Kode Etik Kesehatan Masyarakat Secara Umum

Kode etik yaitu sebuah pernyataan standar profesional yang dipakai untuk dijadikan sebagai pedoman berperilaku dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *