Home / Umum / Kode Etik / Penjelasan Kode Etik IAI atau Ikatan Akuntansi Indonesia Secara Lengkap

Penjelasan Kode Etik IAI atau Ikatan Akuntansi Indonesia Secara Lengkap

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kode etik IAI atau ikatan akuntansi Indonesia merupakan sebuah aturan maupun pedoman yang berlaku bagi semua anggota, baik yang Memiliki pekerjaan di lingkungan dunia usaha, bekerja sebagai akuntan public, bekerja di instansi pemerintah, bahkan yang bekerja di lingkungan pendidikan sebagai sebuah tanggung jawab profesionalisme.

Penjelasan Kode Etik IAI atau Ikatan Akuntansi Indonesia Secara Lengkap

Istilah kode etik IAI tentunya sangat erat kaitanya dengan jasa audit. Jasa audit merupakan salah satu bentuk penugasan profesional dimana didalamnya menuntut adanya pandangan yang objektif serta personalia, memiliki sifat independen dan tentunya mempunyai integritas yang tinggi. Jasa audit tentunya memiliki tujuan guna melakukan evaluasi pada asersi manajemen yang sudah disajikan dalam bentuk laporan keuangan serta menguji valid atau tidaknya dari laporan keuangan tersebut yang sudah dibuat berdasarkan prinsip akuntansi yang masih berlaku.

Jasa audit adalah sebuah jasa yang mengharuskan adanya ” professional integrity and objectivity”. Ketika memperoleh output dari pelaksanaan jasa audit, seorang auditor harus memberikan positive assume atau keyakinan positif dari kegiatan asersi yang sudah dibuat oleh setiap manajemen yang berbentuk laporan keuangan. Assurance atau keyakinan harus mampu menunjukkan angka Kepastian Yang sudah dicapai dan hendak disampaikan oleh setiap auditor yakni berupa simpulan yang dinyatakan dalam bentuk laporan adalah benar adanya. Pengumpulan bukti merupakan salah satu hal yang mampu meningkatkan keyakinan yang bisa dicapai oleh setiap auditor.

Baca Juga:   Pengertian Kode Etik Humas Secara Khusus

Aturan dan prinsip kode etik IAI

Terdapat tiga prinsip etika dan kode etik IAI yang saat ini masih berlaku, yaitu:

1. Jujur terhadap profesi yang dimilikinya

Pada pelaksanaan profesi dan tanggung jawab yang dimiliki sebagai profesional, masing-masing anggota wajib memakai pertimbangan profesionalisme dan moral kepada seluruh kegiatan yang dikerjakannya. Sebagai seorang profesional, setiap anggota tentunya mempunyai sejumlah peran yang cukup penting pada masyarakat. Berdasarkan peranan tersebutlah nantinya setiap anggota mempunyai tanggung jawab kepada keseluruhan pengguna jasa profesional tersebut.

2. Memahami kepentingan publik

Keseluruhan anggota memiliki keharusan untuk senantiasa melakukan tindakan di dalam kerangka pelayanan yang baik kepada publik, menunjukkan komitmen dari profesionalisme yang dimiliki, serta mampu menghormati kepercayaan publik. Sejumlah kepentingan publik didefinisikan sebagai sebuah kepentingan masyarakat secara umum dan institusi yang harus dilayani oleh setiap anggota secara keseluruhan.

3. Integritas yang tinggi

Memiliki integritas yang tinggi adalah salah satu prinsip yang wajib dimiliki oleh setiap anggota serta harus mampu berterus terang dan bersikap jujur tanpa mengorbankan rahasia dari penerima jasa. Proses integritas tentunya didasari atas kepercayaan yang berasal dari publik serta dijadikan sebagai sebuah pedoman atau Benchmark untuk setiap anggota di dalam melakukan uji coba pada sejumlah keputusan yang sudah dibuatnya

Baca Juga:   Kode Etik Dalam Keperawatan Paling Lengkap

4. Mempunyai objektivitas

Bisa dikatakan, objektivitas merupakan sebuah kualitas yang mampu memberikan penilaian dari jasa yang sudah diberikan oleh setiap anggota kepada klien. Sistem dari objektivitas mewajibkan setiap anggota untuk bersikap tidak memihak, Bersikap Adil, bersikap bebas dari sejumlah pengaruh pihak lain, serta jujur secara intelektual.

5. Mempunyai kehati-hatian dan Kompetensi profesional

Kompetensi yang dimiliki oleh didapat dari pengalaman dan pendidikan. Kompetensi profesional pada IAI dibedakan menjadi dua fase, yaitu:

a. Pencapaian kompetensi Sejarah profesional

Proses pencapaian kompetensi secara profesional pada mulanya membutuhkan standar pendidikan yang cukup tinggi dan harus diikuti oleh pendidikan pendidikan khusus berupa pelatihan dan juga diadakan ujian profesional dalam bentuk yang cukup relevan. Kondisi tersebut merupakan proses pengembangan untuk keseluruhan anggota IAI

b. Proses pemeliharaan Kompetensi profesional

Kompetensi yang sudah dimiliki oleh setiap anggota wajib untuk dipelihara melewati komitmen dimana proses pemeliharaan Kompetensi profesional tersebut membutuhkan tingkat kesadaran guna terus mengikuti sejumlah perkembangan profesi di bidang akuntansi. Seluruh anggota IAI wajib untuk menerapkan sebuah program yang sudah dicanangkan guna memastikan adanya kendali atas pelaksanaan jasa profesional dan mutu yang tetap konsisten. Sementara itu, tingkat kehati-hatian profesional tentunya mewajibkan setiap anggota untuk bisa memenuhi tanggung jawab masing-masing dari profesi dan kompetensi yang dimilikinya.

Baca Juga:   Kumuplan Kode Etik Auditor Eksternal Yang Sangat Penting

6. Mampu menjaga kerahasiaan

Keseluruhan anggota IAI mempunyai kewajiban untuk selalu menghormati sejumlah kerahasiaan data dan informasi yang dimiliki oleh klien. Keharusan untuk menjaga kerahasiaan informasi dan data harus dilanjutkan pula setelah komunikasi dan hubungan kerjasama antara anggota dengan klien berakhir

7. Memiliki perilaku yang profesional

Seluruh anggota haruslah mampu untuk menjauhi segala macam tingkah laku yang bisa mendeskreditkan profesi akuntansi. Hal tersebut sebagai salah satu bukti perwujudan tanggung jawab seorang akuntan kepada pihak ketiga, kepada penerima jasa, kepada staf, kepada anggota yang lain, serta kepada masyarakat umum dan pemberi kerja.

8. Memiliki standar teknis

Keseluruhan anggota wajib untuk selalu mengerjakan jasa profesional yang dimilikinya berdasarkan dengan standar profesional yang relevan dan standar teknis. Standar profesional dan standar teknis yang wajib untuk ditaati oleh semua anggota yaitu standar yang sudah disahkan dan dibuat oleh IAI atau ikatan akuntan indonesia, badan pengatur, International Federation of accountants, serta sejumlah peraturan perundang-undangan yang memiliki relevansi.

Demikianlah sejumlah penjelasan mengenai kode etik IAI atau ikatan akuntansi Indonesia yang cukup lengkap Pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan Penjelasan diatas mampu untuk menambah ilmu pengetahuan anda dan wawasan di dalam bidang akuntansi. Terima kasih dan selamat beraktivitas.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sanksi pelanggaran kode etik wajib untuk diperlakukan manakala terjadi pelanggaran kode etik. Hal tersebut memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *