Home / Umum / Usaha / Perhitungan Gaji Harian Yang Benar

Perhitungan Gaji Harian Yang Benar

Undang-undang Ketenagakerjaan memang sudah mengatur mengenai proses penggajian harian. Akan tetapi, Honor dan upah dari pekerja harian lepas tetap saja menjadi sebuah polemik. Perhitungan gaji harian kadangkala masih menjadi sesuatu hal yang cukup menyulitkan bagi penggunanya. Banyak yang mengalami polemik untuk menghitung gaji harian baik itu pemerintah selaku pembuat kebijakan dan juga perusahaan atau pengusaha yang memakai karyawan harian lepas tersebut.

Perhitungan Gaji Harian Yang Benar

Kondisi tersebutlah yang bisa mengakibatkan nasib dari setiap pekerja lepas harian tidak pasti. Kondisi atau fakta yang paling baru tentang polemik dari gaji harian lepas hampir terjadi di seluruh bagian wilayah negara Indonesia. Salah satu contohnya adalah beberapa waktu yang lalu, di wilayah DKI Jakarta, sejumlah pekerja harian lepas tidak memperoleh gaji atau upah dalam waktu periode tertentu sehingga mengakibatkan Gubernur DKI Jakarta memperoleh banyak protes dan kritikan dari masyarakat.

Secara umum, apabila setiap pihak sudah memahami serta menjalankan undang-undang yang sudah mengatur tentang pekerja harian lepas tersebut maka sejumlah protes dan kritikan tidak akan terjadi. Pada hukum ketenagakerjaan sudah dikenal dengan sebuah sistem yaitu tentang perjanjian kerja khusus harian lepas.

Perjanjian tersebut tentunya mempunyai kekuatan hukum melalui adanya keputusan Menteri Tenaga Kerja serta transmigrasi dengan nomor keputusan 100/MEN/VI/ 2004 tentang Ketentuan pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu. Di dalam keputusan tersebut tentunya dicantumkan mengenai hal-hal teknis kerja yang dikerjakan oleh karyawan harian lepas sehingga membuat proses perhitungan honor diberikan.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Jasa

Perhitungan Gaji Harian Yang Benar

Untuk besarnya perhitungan Honor karyawan harian lepas juga sudah diatur secara tersendiri di dalam sebuah peraturan menakertrans RI Nomor 7 tahun 2013 tentang Upah Minimum. Di dalam peraturan tersebut dibunyikan bahwa setiap karyawan harian lepas yang sudah bekerja minimal selama satu bulan atau paling lama selama 12 bulan wajib untuk memperoleh honor rata-rata dalam satu bulan yaitu minimal sebesar upah umum yang dipakai di dalam perusahaan di mana Karyawan harian lepas tersebut sedang bekerja.

Peraturan seperti itu mustinya harus menjadi acuan dan landasan kuat bagi setiap karyawan lepas untuk memperoleh Honor pekerja harian lepas yang lebih baik dan lebih layak serta mencukupi untuk kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya, peraturan diatas tidak hanya mengatur tentang besarnya honor untuk karyawan harian lepas. Ada juga aturan Bagaimana cara memberikan upah kepada karyawan harian lepas apabila diberikan secara harian. Sebuah perusahaan yang memutuskan honor karyawan harian lepas nya haruslah berdasarkan dari jumlah hari kehadiran karyawan yang mana proses pembagian honor tersebut dibagi menjadi dua bagian.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Trading

Perusahaan yang beroperasi selama 6 hari dalam satu minggu wajib untuk memberikan honor harian dengan menggunakan metode membagi total upah bulanan dibagi dengan 25. Sementara itu, bagi perusahaan yang memakai waktu kerja selama 5 hari dalam seminggu, wajib untuk menggunakan konsep membagi upah bulanan dengan angka 21.

Lalu, berapa honor minimum yang dipakai untuk menentukan besarnya gaji bulanan Setiap karyawan? Angka nominal yang digunakan sebagai upah minimum yang digunakan oleh sebuah perusahaan adalah upah bulanan paling rendah pada perusahaan tersebut. Upah yang paling rendah pada perusahaan rata-rata terdiri atas gaji pokok yang didalamnya terdapat sejumlah tunjangan tetap yang sudah diatur dan ditetapkan oleh Gubernur.

Dengan memiliki model pengaturan tekan seperti itu, maka setiap perusahaan tentunya tidak dapat semena-mena di dalam memutuskan besarnya gaji karyawan harian lepas. Bahkan, proses penghitungan gaji harian lepas juga tentunya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku sehingga karyawan harian lepas pun bisa lebih terjamin, khususnya adalah dari sisi penggajian.

Baca Juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Air Asia

Di samping sejumlah ketentuan mengenai gaji harian lepas yang sudah diatur didalam perundang-undangan dan juga Peraturan Menteri, karyawan harian lepas juga tentunya memperoleh sejumlah perlindungan hukum mengenai hak di dalam memperoleh pesangon. Hak untuk memperoleh pesangon sudah diatur jelas di dalam perundang-undangan sekaligus Peraturan Menteri yaitu pasal 62 undang-undang nomor 13 tahun 2003 yang berisi mengenai jumlah pesangon bagi setiap karyawan harian lepas.

Pada undang-undang yang berisi aturan mengenai pesangon karyawan harian lepas tersebut juga dijelaskan bahwa ketika ada salah satu pihak yang melakukan pemutusan hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang sudah ditentukan, maka akan mengakibatkan pihak yang mengakhiri hubungan kerja harus membayar uang ganti rugi. Besarnya ganti rugi yang harus dibayarkan adalah sebesar upah karyawan harian lepas sampai dengan waktu berakhirnya perjanjian kerja yang sudah ditandatangani.

Demikianlah informasi singkat mengenai Bagaimana perhitungan gaji harian yang benar sehingga bagi setiap perusahaan mampu untuk memberikan gaji harian lepas sesuai dengan hak yang diterima oleh karyawan yang. Demikian juga bagi karyawan harian lepas, mereka akan mengetahui detail dari gaji yang menjadi hak mereka. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya

Perhitungan Gaji Pensiun

Perhitungan Gaji Pensiun

Siapa yang tidak suka menerima gaji pensiun? Ketika kita sudah bekerja secara sungguh-sungguh mengabdikan diri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *