Home / Umum / Usaha / Perhitungan Gaji Untuk Pengajuan KPR

Perhitungan Gaji Untuk Pengajuan KPR

KPR memiliki kepanjangan dari kredit pemilikan rumah dengan adanya KPR, maka masyarakat bisa lebih dipermudah dan ringan untuk memiliki sebuah rumah. Perbankan memang saat ini banyak yang menawarkan kredit pemilikan rumah tersebut. Hal tersebut tentunya merupakan salah satu kabar yang menggembirakan bagi setiap warga masyarakat yang memiliki keinginan untuk bisa mewujudkan cita-cita mempunyai rumah. Lalu, Apakah anda mengetahui bagaimana perhitungan gaji untuk pengajuan KPR?

Perhitungan Gaji Untuk Pengajuan KPR

Perhitungan gaji untuk pengajuan KPR

Di saat sekarang ini, jenis-jenis KPR memang cukup marak untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Ada KPR konvensional, adapula KPR Syariah yang ditawarkan oleh beberapa bank. KPR jenis syariah tidak hanya ditawarkan oleh bank-bank berbasis Syariah, namun juga ditawarkan oleh beberapa bank konvensional yang sudah memiliki unit Syariah.

Apapun jenis KPR yang ditawarkan tentunya untuk bisa mengajukan KPR memperlukan adanya banyak persiapan. Persiapan yang paling utama dan paling penting yaitu persiapan dari sisi pendanaan. Hal tersebut memiliki arti bahwa gaji ataupun pendapatan setiap bulan harus dipersiapkan sebaik mungkin untuk bisa membayar cicilan dari KPR. Sejumlah ahli di bidang perencanaan keuangan selalu mengingatkan bahwa supaya keuangan keluarga tidak terancam atau terganggu, maka besarnya uang cicilan KPR serta beberapa hutang yang lainnya paling tinggi adalah 30% dari gaji total maupun pendapatan setiap bulannya.

Baca Juga:   Perhitungan Gaji Lembur

Apa bilang besarnya hutang ataupun cicilan yang lainnya lebih besar dari angka 30%, maka bisa dimungkinkan keperluan keluarga tidak dapat dipenuhi. Pelan-pelan hal tersebut akan dapat mengganggu keharmonisan dan kelangsungan keluarga. Seperti yang dikemukakan oleh Safir Senduk sebagai salah satu ahli di bidang perencanaan keuangan yang dikutip dari situs perencanaan keuangan menyampaikan Ada sejumlah proses perhitungan gaji untuk pengajuan KPR, yaitu sebagai berikut:

  1. Guna bisa mengambil KPR, rata-rata setiap bank meminta syarat adanya DP atau down payment. Besarnya dari angka down payment atau DP cukup bervariasi. Akan tetapi, rata-rata bank meminta besarnya DP adalah sekitar 20% hingga 30% dari total harga rumah. Jadi, apabila rumah yang hendak dibeli memiliki harga 100 juta rupiah, maka total DP yang harus dibayar adalah 20% sehingga uang yang harus dipersiapkan adalah 20 juta rupiah. Sedangkan untuk angka 70% dibayar sebagai uang cicilan.
  2. Setelah kita mempunyai uang yang cukup sebagai DP, maka proses pengajuan KPR tentunya sudah tidak mengalami permasalahan. Akan tetapi, apabila kita belum memiliki uang sebesar yang sudah ditentukan, maka Alangkah baiknya apabila keinginan untuk membeli rumah baru ditunda sambil terus mengumpulkan uang untuk mencapai angka DP tersebut. Sebagai contoh, kita tentunya dapat menyisihkan penghasilan setiap bulannya satu juta rupiah untuk ditabung. Dalam waktu 20 bulan maka kita sudah bisa mengumpulkan uang 20 juta rupiah yang bisa kita manfaatkan untuk membayar DP KPR.
  3. Kita juga harus melakukan pengaturan sebaik mungkin terhadap pembayaran cicilan KPR yang dilakukan setiap bulan ke pihak bank. Kadang kala, pihak bank akan melakukan penolakan terhadap pengajuan KPR yang kita lakukan manakala hutang-hutang serta cicilan KPR yang nantinya dibayarkan lebih dari 30% dari total pendapatan atau gaji bulanan yang kita miliki. Sebagai contoh, apabila besarnya Gaji kita setiap bulan adalah 3 juta, sementara cicilan dari hutang hutang yang harus dibayarkan oleh kita setiap bulan adalah Rp. 750.000. Apabila kita mengajukan KPR dengan cicilan sebesar Rp. 750.000 setiap bulannya, ketika kita total maka harus rutin menyediakan uang setiap bulan sebesar satu setengah juta rupiah. Angka 11 atau Rp. 2.000.000 tersebut memiliki arti 50% dari gaji yang kita dapatkan setiap bulan. Apabila kita mengajukan kredit dalam kondisi tersebut, maka sangat dimungkinkan bank akan menolak pengajuan KPR kita.
Baca Juga:   Perhitungan Gaji Dan Upah karyawan

Supaya pihak bank menyetujui pengajuan KPR kita, maka tentunya kita harus berusaha untuk bisa mengurangi besaran hutang yang kita miliki. Langkahnya yaitu dengan cara melunasi hutang-hutang yang ada di tempat lain, baru melakukan pengajuan KPR. Bisa dikatakan memang KPR adalah sebuah kemudahan untuk bisa memperoleh rumah impian. Akan tetapi untuk bisa memperoleh KPR tentunya harus dipersiapkan sebuah perencanaan yang cukup matang.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai cara perhitungan gaji untuk pengajuan KPR supaya proses pengajuan kredit pemilikan rumah yang kita lakukan bisa diterima oleh bank dan tentunya kita bisa memiliki rumahwalaupun menggunakan sistem kredit. Terima kasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat dan selamat beraktifitas.

Artikel menarik lainnya

Beginilan Proses Perhitungan Gaji PNS

Beginilan Proses Perhitungan Gaji PNS

Dari jaman dahulu kala sampai dengan zaman sekarang ini, masih sangat banyak masyarakat Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *