Home / Umum / Usaha / Sistem Kerja Kontrak atau Outsourcing

Sistem Kerja Kontrak atau Outsourcing

Sistem kerja kontrak atau outsourcing di saat sekarang ini jadi sebuah sistem kerja yang sangat marak di negara Indonesia. Keberadaan dari sistem kerja outsourcing atau kontrak tidak hanya dilaksanakan di perusahaan atau pabrik, akan tetapi juga diterapkan pada sejumlah sektor yang lain, seperti sektor jasa perhotelan, jasa Mall, jasa restoran, dan bahkan juga pada dunia pendidikan baik di kampus maupun di sekolah.

Sistem Kerja Kontrak atau Outsourcing

Sistem Kerja Kontrak atau Outsourcing

Dengan penerapan sistem kerja kontrak dan juga outsourcing, maka setiap buruh tentunya tidak akan memperoleh perlindungan dan jaminan pada kepastian kerja, selalu pada posisi dan bayang-bayang PHK yang bisa dilakukan sewaktu-waktu, serta memperoleh komponen upah yang tentunya berbeda dari karyawan yang memiliki status kerja tetap, tidak diperbolehkan untuk berserikat atau mengalami Union busting, serta masih ada sejumlah hak buruh yang lainnya yang tentunya tidak bisa diperoleh buruh dengan berstatus kerja kontrak ataupun outsourcing.

Sejumlah beban kerja yang dilimpahkan kepada buruh outsourcing ataupun kontrak juga tentunya tidak bisa ditolak lagi, Ditambah lagi dengan semakin intensifnya proses pemberlakuan sistem kerja kontrak kepada sejumlah guru kontrak di sejumlah pabrik tanpa adanya tambahan Uang lembur. Status kerja yang memiliki sifat sementara serta tanpa adanya hubungan jelas tersebut tentu menjadikan para buruh kontrak dan outsourcing sangat penuh dengan kerentanan.

Baca Juga:   Cara Menghitung Jam Kerja Pada Instansi Atau Perusahaan

Dijaman sekarang ini dimana kebutuhan hidup akan semakin meningkat dan juga semakin sulit di dalam memperoleh pekerjaan yang layak, Kaum Buruh di Indonesia seolah-olah tidak memiliki pilihan selain mau menerima pekerjaan sebagai buruh outsourcing atau buruh kontrak.

Pemberlakuan dari sistem outsourcing atau sistem kerja kontrak adalah sebuah konsekuensi yang berasal dari globalisasi neoliberal di mana menghendaki adanya ekspansi, akan tetapi dalam waktu yang cukup singkat dan tentunya memiliki ciri dengan adanya relasi-relasi kontrak.

Adanya sebuah misi yang berasal dari globalisasi neoliberal yang dicirikan dengan semakin meningkatnya multinational corporation atau MNC dan transnational corporation atau TNC yang diberlakukan salah satunya di Indonesia dengan diluncurkannya labor market flexibility atau LMS maupun di dalam pasar tenaga kerja yang cukup fleksibel. Dengan adanya pasar tenaga kerja fleksibel atau maka sejumlah Resiko yang seyogyanya dialami oleh kaum pengusaha akan dialihkan kepada Kaum Buruh.

Globalisasi neoliberal sudah menjadikan sejumlah negara neoliberal berlomba-lomba di dalam meningkatkan pasar tenaga kerja fleksibel atau di negaranya, di mana sejumlah negara tentunya cukup memberikan ancaman yakni apabila tidak memperluas pasar tenaga kerja fleksibel atau, maka sejumlah perusahaan atau investor akan meninggalkan negara yang lebih aman.

Baca Juga:   Perhitungan Gaji Dan Upah karyawan

Di dalam konteks tersebut, maka sangat terlihat dengan jelas bahwasanya negara memiliki peran yang cukup besar sebagai penentu nya. Apakah negara tersebut berada pada sisi kaum pengusaha atau berada pada sisi Kaum Buruh.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kaum pengusaha memang cukup memiliki kepentingan dengan adanya sistem kontrak atau outsourcing. Hal tersebut disebabkan dengan pemberlakuan sistem kerja kontrak atau outsourcing, maka mereka bisa melakukan efisiensi biaya produksi yang salah satunya yakni Upah Murah pada honor buruh kontrak maupun outsourcing, menghindari adanya pemberian pesangon, serta pemberian sejumlah Jaminan terhadap hak yang dimiliki buruh, yang mana hal tersebut dicapai untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Kondisi tersebut tentunya tidak hanya terjadi di negara Indonesia, namun di seluruh dunia. Di negara Indonesia itu sendiri, kaum pemilik modal maupun kaum pengusaha yang terhimpun di dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia atau apindo memang sudah diberikan perlindungan secara penuh oleh negara. Melalui sejumlah regulasi dengan mengikuti sejumlah prinsip yang berasal dari pasar tenaga kerja fleksibel atau, sejumlah pengusaha di dalam negeri sangat diberikan keleluasaan oleh negara pada proses penerapan sistem kerja outsourcing atau kontrak di perusahaan yang mereka miliki.

Di negara Indonesia itu sendiri, adanya regulasi yang memiliki nama undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan maupun yang dikenal dengan UUK 13/2003. Di dalam undang-undang tersebut berisi undang-undang yang membenarkan, mengesahkan, melegalkan sistem kerja kontrak dan outsourcing di negara Indonesia. Dengan diterapkannya UUK 13/2003, maka sejumlah Kaum pengusaha tentunya sudah tidak perlu takut lagi manakala hendak menerapkan sistem kerja kontrak atau outsourcing pada perusahaan mereka.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Importir

Kesimpulannya adalah bahwa kaum pengusaha memang sangat dilindungi oleh negara lewat UUK 13/2003 tersebut. UUK 13/2003 adalah salah satu bukti bahwasanya negara lewat pemerintah dan juga DPR sudah sepenuhnya Berada pada sisi kaum pengusaha serta berlawanan dengan kaum karyawan atau buruh.

Sementara itu, undang-undang nomor 13 tahun 2003 sudah disahkan ketika PDIP masih berkuasa, di mana Pada saat itu ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa proses pemberlakuan adanya sistem kerja kontrak atau outsourcing yang bisa menyengsarakan Kaum Buruh tersebut merupakan salah satu hal yang perlu direvisi.

Demikianlah sedikit penjabaran tentang sistem kerja kontrak atau outsourcing yang kadangkala menjadikan Kaum Buruh tidak memiliki sejumlah jaminan tentang kesejahteraan yang bisa mereka miliki. Mudah-mudahan, sedikit tulisan diatas bisa bermanfaat dan berguna untuk pengunjung sekalian. Terima kasih dan selamat beraktivitas, Salam sukses untuk pengunjung sekalian.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Menghitung Campuran Beton K 300

Cara Menghitung Campuran Beton K 300

Halo semua? Apa kabar hari ini? Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang cara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *