Home / Umum / Usaha / Sistem Kerja Perusahaan Pada Perusahaan Asuransi

Sistem Kerja Perusahaan Pada Perusahaan Asuransi

Sesungguhnya, asuransi mempunyai sejumlah manfaat yang rata-rata belum dimengerti oleh masyarakat secara umum. Tentunya, sistem kerja perusahaan pada perusahaan asuransi belum tentu juga dipahami oleh masyarakat bagaimana mereka beroperasi. Pada ulasan kali ini, saya akan mencoba membahas tentang informasi sistem kerja perusahaan pada perusahaan asuransi Lengkap dengan fungsi serta manfaat untuk mereka yang bertanggung.

Sistem Kerja Perusahaan Pada Perusahaan Asuransi

Sistem kerja perusahaan pada perusahaan asuransi

Berikut ini adalah penjabaran secara rinci sistem kerja pada perusahaan asuransi lengkap dengan fungsi dari masing-masing sistem kerja tersebut.

1. Risk transfer

manfaat dari asuransi Yaitu sebagai salah satu transfer resiko terhadap tertanggung kepada bagian penanggung atau dari orang ke orang, perusahaan kepada perusahaan asuransi atau organisasi kepada organisasi asuransi.

Contohnya pertama:

seseorang yang memiliki mobil dengan harga 10.000 dolar adalah salah satu bentuk investasi yang sangat besar dan tentunya akan memperoleh ancaman terhadap kehilangan maupun kerusakan, yakni mobil tersebut dapat saja terbakar atau dicuri ataupun bahkan rusak akibat terjadinya kecelakaan. Lantas, Bagaimana sang pemilik kendaraan dapat mengatasi segala macam resiko yang berpotensi tersebut serta konsekuensi keuangan yang bisa ditimbulkannya? Dalam kondisi seperti itu, pemilik mobil bisa mentransfer atau mengalihkan konsekuensi keuangan dari sejumlah resiko kepada bagian penanggung dengan cara membayar premi.

Contoh kedua:

Pada sebuah perusahaan, seorang direktur pada sebuah perusahaan tentunya sangat amat menyadari bahwa perusahaan tentunya memiliki segudang resiko. Sebuah perusahaan tentunya tidak akan bakal mengetahui apa saja Resiko yang hendak terjadi dan kapan resiko tersebut akan terjadi. Dalam kondisi seperti itu maka manfaat dari asuransi sebagai bagian dari transfer resiko sangatlah berperan dan dibutuhkan.

Baca Juga:   Contoh Sistem Kerja Pada Usaha Laundry

Managing director dapat melakukan penukaran terhadap ketidakpastian menjadi kepastian. Sejumlah kerugian yang bisa dipastikan akan diganti dengan adanya premi sehingga mereka akan memiliki kebebasan dari ketidakpastian akan kerugian yang cukup besar tersebut.

2. Asuransi berguna sebagai comman pools

Pada zaman dahulu, sebelum munculnya asuransi pengangkutan laut atau Marine, pada saat kapal sebelum berangkat, pada saat setiap pedagang yang mempunyai barang dagangannya diangkut, maka akan memiliki persetujuan untuk bisa saling berkontribusi kepada siapa yang dapat mengalami kerugian terhadap kerusakan barang yang diangkut tersebut. Kondisi tersebut tentunya menjadikan sejumlah pedagang bisa terhindar dari adanya kerugian total yang disebabkan karena masing-masing dari pedagang ikut terbebani akan setiap kerugian.

Dana sebagai bagian dari kontribusi setiap pedagang akan dikumpulkan dalam bentuk pools bersama. Sama halnya dengan Asuransi kebakaran dimana premi dari polis asuransi tempat tinggal tentunya akan di pools pada bagian comman pools asuransi rumah tinggal yang lainnya. Demikian pula premi polis pada kendaraan bermotor yang akan di pools kan dengan sejumlah polisi kendaraan bermotor yang lainnya

Proses kontribusi tersebut wajiblah cukup mendanai sejumlah kerugian total 1 tahun serta sejumlah beban biaya dan keuntungan pada perusahaan asuransi.

3. Premi yang seimbang atau equitable Premium

Sebuah polis asuransi tempat tinggal tidak akan ikut berkontribusi pada Pool bersama polis asuransi di kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, maka nilai dari premi yang akan dikenakan tentunya berbeda..apalagi, nilai dari polis tempat tinggal juga rata-rata tidak sama, contohnya adalah premi pada bangunan tempat tinggal yang menggunakan konstruksi kelas 1 tentunya berbeda dengan premi pada bangunan tempat tinggal yang memiliki konstruksi kelas 2.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Pengusaha

Demikian pula dengan premi tempat tinggal yang keduanya memiliki konstruksi kelas satu tentunya tidak akan bisa berkontribusi pada pool, misalnya adalah tempat tinggal yang cukup mewah dengan harga 2 miliar bentuknya tidak akan sama nilai kontribusinya dengan common pool tempat tinggal yang hanya memiliki harga 200 juta.

Kesimpulannya adalah penerapan atau pengenaan nilai dari premi wajiblah harus seimbang dan mengacu kepada sejumlah faktor tingkat resiko maupun Hazard pada objek yang ditanggung itu sendiri serta nilai dari pertanggungannya.

Bagaimana perusahaan asuransi bisa beroperasi

Dengan semakin banyaknya fungsi yang punyai oleh perusahaan asuransi seperti yang sudah dijabarkan di bagian atas, maka untuk Anda yang cukup awam dengan Asuransi bentuk seringkali dibuat penasaran Bagaimana sebuah perusahaan asuransi bisa berjalan dan beroperasi. Lantas, Bagaimana sistem kerja perusahaan pada perusahaan asuransi tersebut? Berikut ini akan saya coba jabarkan Supaya Anda tidak penasaran lagi.

Proses pemasaran dan penjualan asuransi

Asuransi merupakan satu kontrak. Tentunya, 1 buah pihak akan berkontrak dengan pihak yang lainnya pada jasa tertentu. Dasar pada sebuah kontrak asuransi merupakan satu hal yang sangat penting. Dari penjabaran diatas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa:

Baca Juga:   Cara Mengukur Badan Untuk Membuat Pola Baju

Bagian tertanggung mengetahui akan adanya Resiko yang dimilikinya

Pihak tertanggung wajib untuk menjabarkan segala macam resiko tersebut kepada pihak penanggung nya. Pada kondisi ini, pihak tertanggung tentunya masih masuk ke dalam bagian calon tertanggung yang mana pada bagian tersebut calon tertanggung wajib untuk bisa menyampaikan segala macam resiko kepada pihak penanggung guna Memperoleh jaminan asuransi.

Bagian yang sangat penting pada proses menentukan satu penanggung yakni tarif atau harga
sementara itu, sudut pandang dari penanggung adalah:

  1. Pihak penanggung sudah mendapatkan penjelasan dari calon tertanggung mengenai Resiko yang ada. Pada sejumlah kasus, pihak penanggung tidak memiliki kepercayaan sepenuhnya mengenai informasi yang diterima dari pihak calon tertanggung.
  2. Pihak penanggung juga akan bisa menentukan tingkat jaminan yang hendak ditawarkan kepada pihak calon tertanggung. Dengan demikian, pihak penanggung akan bisa menentukan harga yang hendak dikenakan sebagai jaminan yang akan ditawarkan. Nilai tersebut merupakan nilai yang hendak merefleksikan terhadap beberapa faktor.

Bagaimana penjelasan tentang sistem kerja perusahaan pada perusahaan asuransi di atas? Mudah-mudahan, sejumlah ulasan di atas bisa dengan mudah dipahami oleh pengunjung sekalian sehingga mampu untuk memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan baru bagi anda di bidang asuransi. Terima kasih dan selamat beraktivitas.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Mengukur Badan Untuk Membuat Pola Baju

Cara Mengukur Badan Untuk Membuat Pola Baju

Cara mengukur badan untuk membuat pola baju adalah salah satu teknik yang harus dikuasai oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *