Home / Elektronika / Sistem Kerja Relay Sederhana

Sistem Kerja Relay Sederhana

Sistem kerja peroleh memang sangatlah sederhana dan mudah dipahami oleh setiap pengguna, apalagi bagi Anda yang sudah menggemari dunia elektronika peroleh itu sendiri secara umum mengacu kepada peralatan yang mampu menyediakan koneksi listrik pada dua titik maupun lebih di dalam respon adanya sinyal pengatur. Model yang sangat umum serta banyak dipakai adalah jenis EMR atau relay listrik elektromekanis.

Sistem Kerja Relay Sederhana

Bagian pengaturan atau kontrol yang sangat mendasar pada peralatan maupun pada rangkaian elektronika yaitu kemampuan di dalam mengubah kondisi off dan kondisi on. Teknik yang paling mudah guna melakukan pengontrolan tersebut yaitu dengan memakai speed guna menghambat adanya arus listrik yang nantinya mengalir lewat komponen tersebut.

Walaupun switch bisa dipakai guna mengontrol sebuah komponen elektronika, namun komponen tersebut mempunyai kelemahan, yakni komponen tersebut wajib secara manual maupun fisik diubah menjadi off atau on. Disamping itu, ketika switch ataupun saklar memiliki ukuran yang cukup besar, lambat serta rata-rata hanya bisa digunakan pada arus listrik yang relatif cukup kecil.

Sistem kerja relai listrik secara umum bisa dioperasikan dengan cara elektrik, dengan sejumlah bentuk, ukuran dan juga tingkat daya yang akan dicocokkan pada segala macam jenis rangkaian aplikasi. Relay juga tentunya bisa mempunyai satu atau beberapa kontak dalam satu Relay. Selain itu, relay yang memiliki daya cukup besar dipakai pada listrik yang memiliki Tegangan Tinggi maupun saklar dengan arus yang besar dan disebut dengan istilah kontaktor. Relay elektromekanis rata-rata dipakai secara umum pada peralatan sirkuit robot maupun pengendali motor.

Sistem kerja relay berdasarkan konstruksi relay

Kita ambil contoh misalnya adalah sistem kerja relay yang memiliki 2 set kontak elektro kondusif. Pada relay tersebut, ada kemungkinan relay pisang dalam kondisi terbuka atau normally Open maupun dalam kondisi tertutup atau normally closed. Satu pasang kontak yang bisa diklasifikasikan pada posisi terbuka atau normally Open dan bagian yang lainnya menjadikan kontak masuk ke dalam kategori tertutup atau normally closed dan berfungsi untuk memutuskan kontak. Pada kondisi yang dalam kondisi terbuka, maka kontak akan ditutup hanya disaat arus medan listrik pada kondisi on serta kontak saklar ditarik kebagian kumparan induktif.

Baca Juga:   Cara Hidupkan Genset Dan Mematikannya Sesuai Prosedur

Pada kondisi normally closed, maka bagian kontak akan secara permanen tertutup pada saat arus Medan yang lewat dalam kondisi off, sehingga sejumlah saklar kontak Dalam hal ini akan membuat kondisi relay kembali kepada kondisi normal, yang disebut dengan istilah normally Open di mana normally open mengacu kepada sejumlah kondisi kontak listrik pada saat kumparan relay mengalami adanya penurunan daya atau muatan, yakni tidak Tersedianya supply dari tegangan listrik yang terhubung ke pada kumparan relay. Komponen kontak di dalam relay dapat bola terdiri atas double atau 2 kontak maupun 1 atau single kontak.

Sistem kerja relay kontak

Sistem kerja dari relay kontak sesungguhnya yaitu satu pasang logam yang konduktif dan juga dapat berfungsi untuk mengalirkan listrik dengan cukup baik yang mana pada saat bersentuhan dimungkinkan adanya arus listrik yang mengalir. Layaknya switch atau saklar, pada saat kontak terbuka maka hambatan diantara kedua bagian kontak sangatlah tinggi sampai dengan Mega ohm, yang mana akan menjadikan keadaan sirkuit terbuka atau Open serta tidak bisa mengalirkan arus listrik.

Pada saat kontak menempel antara satu dengan yang lainnya atau dalam kondisi tertutup, maka hambatan pada kontak tersebut akan berubah menjadi 0, sehingga bisa menjadikan kondisi short Circuit, namun kondisi tersebut tidak selalu terjadi. Hal tersebut disebabkan karena seluruh relay berbahan dasar logam yang memiliki hambatan pada materialnya sehingga karena memiliki bahan dasar logam maka disaat kondisi menutup atau normally closed, mirip dengan Transistor jenis FET.

Untuk relay jenis yang paling baru serta hambatan pada kontak yang digunakan, ada kemungkinan sangat kecil namun sangat umum kurang dari 0,2 ohm. Akan tetapi seiring dengan perkembangan waktu Serta adanya efek dari bahan logam kontak maka akan terjadi perubahan hambatan yang dapat meningkat.

Baca Juga:   Sistem Kerja Pompa Air

Contohnya adalah, Apabila ada kontak dalam relay yang melewatkan arus listrik sebesar 10 ampere, lalu jatuh tegangan yang melewati dua kontak sehingga apabila dihitung memakai Hukum Ohm maka akan didapat 0,2 * 10 sehingga hasilnya 2 volt. Kita bisa mengatakan apabila terdapat supply tegangan sebesar 12 volt, maka tingginya beban tegangan hanya akan sebesar 10 volt dikalikan 12 dikurangi 2. Kontak yang ada pada relay rata-rata menggunakan pelindung.

Apabila kontak tidak menggunakan pelindung, maka adanya resiko kontak relay akan mengalami kerusakan. Hal tersebut disebabkan karena apabila tidak mendapatkan perlindungan dari induktansi yang cukup tinggi maupun kapasitas beban yang tinggi rata-rata akan memperlihatkan munculnya gejala kerusakan seperti melengkung akibat beban yang terlalu tinggi.

Apabila jenis kerusakan yang dialami cukup parah maupun bagian kontak melengkung yang semakin parah, maka lama-kelamaan 2 buah kontak yang ada pada relay akan terpatri atau akan menempel secara terus-menerus dan menyebabkan konslet di Sirkuit serta bisa menyebabkan kerusakan pada sejumlah komponen lainnya yang masih dikontrol oleh bagian relay tersebut.

Teknik memilih relay berdasarkan kebutuhan

Setelah kita memahami sekilas tentang cara kerja relay, maka Mari kita lanjutkan Bagaimana cara kita memahami untuk memilih relay berdasarkan dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Relay tentunya tidak dapat dipakai ataupun digunakan sebagai saklar pada sejumlah rangkaian elektronika yang memiliki berbagai Macam beban maupun jenis hambatan. Hal tersebut disebabkan karena masing-masing beban tentunya memerlukan jenis saklar yang berlainan dan untuk tujuan yang berlainan pula. Pemilihan relay tentunya tidak bisa dilepaskan dari beban yang akan diterima pada relay tersebut, seperti beban yang kecil, sedang maupun besar.

Untuk beban yang besar, rata-rata diterapkan pada keadaan dimana beban dan hambatan pada peralatan cukup besar, serta arus yang akan melewati kontak yang ada di relay juga cukup besar Sehingga nantinya akan dimungkinkan terjadi percikkan maupun loncatan listrik pada saat relay diaktifkan. Untuk jenis penggunaan atau beban tersebut apa yang maka kita bisa memilih relay yang dapat beroperasi di tegangan 12 volt ke atas serta pada arus yang lebih besar dari 400 mili ampere. Relay jenis elektromagnetik merupakan relay yang dapat dipakai pada kondisi tersebut.

Baca Juga:   Cara Menyolder Yang Baik

Untuk beban yang sedang, maka rata-rata arus yang bisa lewat pada hari raya tersebut adalah antara 50 miliampere sampai dengan 400 mili ampere dan memiliki tegangan 26 volt. Jenis relay yang cocok untuk peralatan dengan beban sedang adalah relay elektromekanik.

Selanjutnya, untuk beban kecil, maka rata-rata arus yang bisa melewati relay ada pada kisaran angka mikroampere sampai dengan mili ampere. Pada kondisi tersebut, maka kita dapat menggunakan relay seperti jenis Solid state relay, reed relay maupun transistor jenis FET.

Kesimpulan

Kegiatan menentukan nilai tentunya dapat kita kerjakan dengan berdasarkan pada tujuan penggunaannya. Namun, pada kondisi yang memakai tegangan dan arus yang besar sampai dengan kecil, maka kita dapat memakai relay elektromekanik walaupun memiliki kekurangan di dalam ukuran karena rata-rata dimensinya cukup besar, masa pakai dan kecepatan saklarnya. Sementara itu, untuk tegangan dan arus yang rendah, maka kita dapat menggunakan jenis Solid state relay, reed relay maupun transistor jenis FET.

Demikianlah ulasan singkat tentang sistem kerja relay sederhana yang rata-rata diterapkan pada beberapa bidang elektronika untuk mempermudah proses switching pada peralatan elektronika sehingga bisa berjalan secara otomatis. Mudah-mudahan berguna dan bisa menambah ilmu dan wawasan pengunjung sekalian. Terima kasih.

Artikel menarik lainnya

Aplikasi Medan Magnet

Aplikasi Medan Magnet

Apakah anda sudah mengetahui contoh dari aplikasi medan magnet? Rata-rata, bagi pecinta di dunia fisika …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *