Home / Elektronika / Skema Rangkaian Desulfator Untuk Mengatasi Masalah Sulfation Pada Aki

Skema Rangkaian Desulfator Untuk Mengatasi Masalah Sulfation Pada Aki

Tentunya, sangat senang ketika saya bisa berbagi ilmu serta meluangkan waktu untuk memposting artikel tentang skema rangkaian desulfator sehingga bisa menambah pengetahuan serta wawasan pengunjung sekalian mengenai perkembangan teknologi. Harapan saya untuk segala macam informasi dan ilmu yang disampaikan bisa bermanfaat di kehidupan sehari-hari.

Skema Rangkaian Desulfator Untuk Mengatasi Masalah Sulfation Pada Aki

Bisa dikatakan bahwasanya teknologi elektronika memiliki peranan yang sangat membantu di dalam kehidupan manusia. Sebagai contohnya adalah pada kasus di mana kondisi aki sepeda motor maupun mobil yang kita miliki mengalami kerusakan, misalnya adalah susah digunakan untuk menstarter mesin dan tidak bisa diisi ulang.

Kondisi tersebut tentunya sudah sangat sering terjadi disebabkan karena umur pakai dari aki sudah cukup lama sehingga pada akhirnya unsur-unsur maupun elemen yang digunakan sebagai pembentuk aki sudah tidak bisa bekerja dengan normal. Rata-rata, hal tersebut disebabkan karena terjadi sulfation. Mungkin saja, istilah dari sulfation tersebut masih asing sehingga perlu kita coba ulas lebih dalam pada artikel kali ini.

Skema Rangkaian Desulfator

Pada kesempatan yang baik ini saya akan mencoba untuk berbagi pengetahuan mengenai skema rangkaian desulfator serta Bagaimana langkah kerja pada rangkaian tersebut. Pada saat kondisi aki pada sepeda motor maupun mobil mengalami sulfation serta sudah tidak dapat dicas lagi Karena elemen tembaga dan juga seng pembentuk aki telah mengalami korosi yang disebabkan oleh tertempel nya molekul-molekul yang dapat menghambat lewatnya arus listrik.

Baca Juga:   Sistem Kerja Kontaktor Untuk Mendapatkan Magnet

Sebuah aki memiliki tahanan dalam yang cukup besar, namun ketika sulfation, maka tahanannya akan mengecil sehingga mengakibatkan arus menjadi sangat besar. Dari sejumlah sumber menyebutkan bahwasanya sejumlah molekul serta zat yang tertempel tersebut dapat dilepaskan kembali dari ikatannya dengan cara memberikan getaran pada frekuensi yang cukup tinggi sampai dengan 1 Mega hertz. Jika zat tersebut bisa terlepas maka kondisi aki akan dapat bekerja secara normal kembali.

Dengan menggunakan rangkaian desulfator tersebutlah yang nantinya bisa membangkitkan frekuensi tinggi. Rangkaian desulfator mampu untuk membangkitkan gelombang frekuensi tinggi bersistem pulse Width modulation atau PWM sehingga lebar dari Duty cycle pulsa bisa diatur. Bagian pembangkit PWM rata-rata memakai IC bersifat universal, yakni tipe NE 555 yang mampu untuk mentrigger mosfet sebagai bagian switching nya

Seperti yang sudah disampaikan di bagian depan bahwasanya bagian PWM dikuatkan oleh komponen mosfet Mampu menghasilkan daya yang cukup besar serta frekuensi yang cukup tinggi. Di samping frekuensi tinggi, rangkaian desulfator juga harus memiliki kemampuan untuk membuat hentakan dan cetakan tegangan tinggi sampai dengan 30 volt namun tetap pada arus yang kecil, yakni dimulai dari angka 600 mili ampere dan paling tinggi adalah 2 ampere. Guna menghasilkan tegangan tinggi tersebut, dipakai lah komponen 2 buah induktor yang dipasang secara seri. Di bawah ini adalah gambar skema rangkaian desulfator. Silakan disimak.

Baca Juga:   Cara Mengukur Ampere Trafo Dengan Multimeter Dan Clamp Meter

Skema Rangkaian Desulfator

Dengan menggunakan rangkaian desulfator di atas, maka kita bisa mencoba untuk memperbaiki aki kering Maupun aki basah yang rusak sehingga bisa bekerja dengan normal kembali dan dapat dipakai kembali. Namun tentunya sebuah aki basah maupun aki kering bisa bekerja kembali dengan baik apabila bagian dari elemen tembaga serta seng pada masing-masing sel masih berfungsi dengan baik. Di bawah ini adalah salah satu contoh dari rangkaian desulfator yang sudah berhasil dirakit. Apabila anda tertarik untuk membuat rangkaian desulfator, maka silakan Anda coba Rakyat sesuai dengan skema rangkaian desulfator di atas.

Rangkaian Desulfator

Demikianlah beberapa penjelasan tentang skema rangkaian desulfator yang bisa anda manfaatkan untuk memperbaiki aki kering maupun aki basah yang sudah tidak bisa bekerja dengan normal akibat dari sulfation. Tidak ada jaminan aki bisa bekerja secara normal kembali setelah anda menggunakan rangkaian desulfator tersebut, karena semuanya bergantung kepada kondisi dari kerusakan aki. Terima kasih dan selamat mencoba, Semoga berhasil.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led

Cara Mengukur Nilai Hambatan Pada Led Dengan Sangat Mudah

Rata-rata, pemakaian dari lampu LED tersebut disuplai dari tegangan yang melewati titik kerja dari tegangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *