Home / Umum / Alam / Cara Menghitung Curah Hujan Dengan Cepat Dan Mudah

Cara Menghitung Curah Hujan Dengan Cepat Dan Mudah

Di kesempatan yang baik ini, Izinkan saya untuk mengulas tentang cara menghitung curah hujan. Tentunya, tutorial ini sangat bermanfaat untuk Anda yang sedang mempelajari ilmu geologi dan juga ingin mengetahui kondisi curah hujan di sebuah tempat. Untuk memperoleh data tentang curah hujan yang bisa digunakan untuk mewakili daerah yang cukup luas, maka dibutuhkan suatu alat penakar hujan dalam jumlah yang cukup.

Cara Menghitung Curah Hujan

Tentunya, ketika alat penakar hujan semakin banyak yang terpasang di lapangan, maka diharapkan bisa diketahui kondisi variasi dari curah hujan serta besarnya curah hujan secara rata-rata yang terjadi pada daerah tersebut.

Guna melakukan perhitungan curah hujan secara harian, bulanan serta tahunan di suatu tempat, maka bisa dipakai 3 langkah, Yakni dengan teknik isohyet, teknik poligon thiessen dan rata-rata aritmatik. Dari ketiga cara menghitung curah hujan tersebut, cara yang dianggap memiliki tingkat sangat mudah adalah cara rata-rata aritmatik.

Ketika menerapkan cara tersebut, maka proses pengukuran dari curah hujan dikerjakan secara serentak untuk durasi waktu hujan tertentu serta dari seluruh alat penakar hujan yang telah dipasang dijumlahkan, lalu dilakukan pembagian dengan jumlah alat penakar hujan yang telah dipakai. Dengan demikian, akan dihasilkan angka rata-rata curah hujan pada wilayah pengamatan. Sejumlah alat penakar hujan seharusnya ada pada daerah yang diamati, akan tetapi terdapat alat penakar Di Luar Batas daerah pengamatan juga bisa berguna dan bermanfaat untuk wilayah sekitar asalkan masih mewakili wilayah pengamatan tersebut.

Baca Juga:   Cara Menanggulangi Kebakaran

Cara menghitung curah hujan menggunakan metode rata-rata aritmatik yang mampu untuk menghasilkan pengukuran curah hujan yang memadai jika:

  1. Proses pemasangan pada alat penakar curah hujan Pada daerah tangkapan air tersebut merata dari sisi penyebaran
  2. Wilayah pengamatan cukuplah seragam, utamanya adalah dari sisi ketinggian tempat, sehingga kondisi variasi curah hujan tidak terlalu besar.

Pada teknik rata-rata aritmatik sudah siap untuk digunakan jika lama waktu hujan cukup pendek serta menyebar di seluruh wilayah pengamatan. Lantas, Apakah terdapat contoh perhitungan rata-rata aritmatika pada data curah hujan? Silakan Anda lihat contohnya berikut ini

Kondisi curah hujan pada wilayah Stasiun penakar curah hujan A=4 cm, B=8 cm, C=10 cm, dan D=6 cm. Dengan demikian, rata-rata curah hujan pada wilayah pengamatan tersebut secara keseluruhan yakni sama dengan rata-rata secara aritmatika, yaitu (4 + 8+10+6)/4 = 7 cm

Demikianlah Uraian singkat tentang cara menghitung curah hujan pada sebuah wilayah atau daerah yang bisa saya sampaikan di kesempatan kali ini. Mudah-mudahan, walaupun artikel di atas sangatlah sederhana, namun harapan penulis tetap mampu untuk memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kita semuanya. Terima kasih dan selamat belajar.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Klorofil

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Mengukur Ph Air

Cara Mengukur Ph Air Yang Wajib Dipahami Oleh Setiap Orang

Pada kehidupan sehari-hari, kerap kali kita mendengar istilah asam dan juga bahasa. Suasana basa dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *