Home / Umum / Usaha / Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Ketika menjadi pemula di dalam berbisnis, Wawan tentunya tidak terlalu mengerti kenapa dia selalu terus menerus mengalami kerugian sejak kali pertama dia mulai berdagang. Walaupun selanjutnya Wawan memperoleh keuntungan, namun untung yang diperoleh sangatlah tipis, sehingga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Padahal, menurut dia, dia telahmengambil margin keuntungan yang cukup besar Jika dilihat dari modal yang sudah dia keluarkan. Akan tetapi, kenapa perhitungan keuntungan selalu saja meleset dari yang dia rencanakan?

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Lantas, apa yang keliru? Apakah Wawan melakukan suatu kesalahan pengelolaan terhadap aktivitas dagangnya? Selanjutnya, ada rekan lawan yang mencoba untuk melakukan Analisa terhadap kekeliruan dari proses perhitungan Wawan di dalam berdagang. Ternyata, setelah rekan Wawan melakukan penyelidikan dengan sebaik-baiknya,Wawan Ternyata memang sudah melakukan suatu kekeliruan pada proses penghitungan,P atau harga pokok penjualan. Selanjutnya, pada saat teman Wawan melakukan konfirmasi mengenai hal tersebut kepada Wawan yang masih pemula di dalam berdagang, lalu dia berkata:

“bukannya harga pokok penjualan adalah sama dengan harga penjualan?”

Cara menentukan harga pokok penjualan

Sejumlah pebisnis yang masih pemula memang masih sering mengalami kerancuan di antara harga penjualan dan harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan sering dikenal dengan istilah COGS atau cost of goods sold. Artinya adalah proses perhitungan yang mengarah kepada seluruh pembiayaan langsung yang dikeluarkan guna mendapatkan jasa atau barang yang hendak dijual.

Untuk bisa melihat berapakah Keuntungan yang diperoleh secara akurat, maka para pebisnis wajib untuk memperhitungkan dengan sebaik-baiknya sejumlah pembiayaan, misalnya adalah biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, serta sejumlah biaya yang lainnya yang dikeluarkan guna menunjang aktivitas bisnis tersebut. Di dalam laporan rugi laba, harga pokok produk akan muncul di laporan sebagai suatu biaya.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Transaksi

Sebagai seorang pemula, tentunya Wawan wajib untuk memahami bahwa harga pokok penjualan berbeda dengan harga penjualan. Kenapa demikian? Sebab, di perhitungan harga pokok penjualan, guna menentukan nilai total dari harga, Wawan wajib untuk memperhitungkan total biaya yang nantinya timbul dari aktivitas bisnis tersebut. Sementara itu, pada harga jualdi samping bisa menentukan nilai total harga, Wawan juga wajib memperhitungkan jumlah dari barang yang hendak ia jual.

Supaya bisa lebih mudah di dalam memahami mengenai harga pokok penjualan, maka bisa melihatcontoh di bawah ini:

  • Suatu perusahaan yang bergerak dibidang kayu mempunyai data sebagai berikut
  • Nilai dari persediaan dagangan awal adalah 15 juta
  • Activitypembelian adalah 55 juta
  • Aktivitas beban angkut pembelian barang membutuhkan dana 1,5 juta
  • Retur pembelian senilai 2,5 juta
  • Nilai dari potongan pembelian sebanyak 2 juta
  • Nilai persediaan barang dagangan akhir adalah 5,5 juta

Proses perhitungan harga pokok penjualan

Pada langkah pertama, kita harus menghitung terlebih dahulu nilai dari pembelian bersih nya, yakni:

(Rp. 55.000.000 + Rp1.500.000 (nilai beban angkut)) – (Rp. 2.500.000 (nilai retur pembelian) + Rp. 2.000.000 (nilai Potongan pembelian))

= Rp. 56.500.000 – Rp. 4.500.000

= Rp. 52.000.000

Langkah kedua, kita harus menghitung nilai barang yang tersedia untuk bisa dijual, yakni:

Rp. 52.000.000 (nilai pembelian bersih) + Rp. 15.000.000 (nilai persediaan dagangan awal)

Baca Juga:   Beginilan Proses Perhitungan Gaji PNS

= Rp. 67.000.000

Langkah berikutnya, kita harus menghitung harga pokok penjualan, yakni:

Rp. 67.000.000 – Rp. 5.500.000 (nilai persediaan barang dagangan akhir) = Rp. 61.500.000

Aktivitas menentukan harga jual

Harga jual merupakan nilai besaran harga yang nantinya dibebankan kepada setiap konsumen. Terdapat dua langkah di dalam menetapkan harga jual, yakni:

1. Cost plus pricing method

Proses menentukan harga jual untuk setiap unit produk dengan cara menghitung nilai dari seluruh biaya setiap unitnya ditambahkan dengan jumlah tertentu guna memperoleh keuntungan dalam bentuk Marcel. Margin keuntungan rata-rata menggunakan nilai persentase. Contohnya, apabila Wawan menginginkan keuntungan 90% ataupun 15%, maka Wawan wajib untuk menambahkan margin ke dalam perhitungan, yang mana diambil dari nilai total biaya yang sudah dikeluarkan.

Rumus yang digunakan adalah:

Biaya total + margin = Harga Jual

Contoh kasus:

Wawan memperoleh order dengan banyak 100 buah pesanan gelang kayu. Adapun biaya yang Wawan keluarkan guna memproduksi gelang tersebut yakni senilai 3 juta. Sudah menentukan bahwasanyamengharapkan keuntungan dengan margin senilai 10%. Dengan demikian, maka perhitungannya menjadi:

Rp. 3.000.000 x Rp. 10% = Rp. 300.000

Sehingga didapat Harga jual = Rp. 300.000 : 100 = Rp. 3000

Dengan demikian, guna memperoleh nilai margin keuntungan sebanyak 10%, maka Wawan wajib menjual gelang kayu produksinya kepada setiap konsumen dengan harga Rp3.000

2. Menetapkan harga mark up

Adalah proses menentukan harga jual untuk setiap unit produk dengan cara menentukan kelebihan harga yang berasal dari harga dasar masing-masing produk guna memperoleh keuntungan. Sesuai dengan namanya, proses penetapan dari harga mark up yakni berupa nominal. Contohnya, apabila Wawan hendak memperoleh keuntungan senilai Rp50.000 untuk setiap produk yang dia jual, maka dia cukup menambahkan harga maaf pada bagian akhir pada saat telah diketahui harga pokoknya.

Baca Juga:   Cara Perhitungan Gaji Prorata

Apabila Model kedua tersebut diterapkan pada contoh soal di atas, maka didapat perhitungan sebagai berikut:

Wawan memperoleh order 100 buah pesanan gelang kayu. Adapun biaya yang Wawan keluarkan pada saat memproduksi gelang yakni sebesar 3 juta. Wawan menentukan bahwasanya dia mengharapkan keuntungan dengan harga mark up senilai 1 juta. Dengan demikian, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Rp. 3.000.000 + Rp. 1.000.000 = Rp. 4.000.000

Sehingga didapat Harga jual = Rp. 4.000.000 / 100 = Rp. 4000

Dengan demikian, guna memperoleh keuntungan senilai 1 juta, maka Wawan wajib untuk bisa menjual lem kayu produksinya kepada konsumen dengan harga Rp. 4.000.

Sejumlah besar para pedagang, lebih banyak yang menentukan nilai dari harga jual secara mark up, sebab dirasa cukup mudah guna menentukan harga jual, lebih-lebih pada transaksi yang menggunakan metode tawar-menawar. Dengan menerapkan harga mata tersebut, maka konsumen bisa melakukan proses negosiasi atau penawaran, serta pedagang tetap bisa menjaga supaya harga penawaran tersebut masih berada diatas harga minimal, supaya mereka tetap memperoleh keuntungan.

Sekian Uraian singkat tentang cara menghitung harga pokok penjualan dan langkah menetapkan harga jual sehingga setiap bisnis atau pedagang bisa memperoleh keuntungan. Mudah-mudahan, sedikit informasi di atas bisa berguna dan bermanfaat untuk pengunjung sekalian. Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Menghitung Bunga Deposito

Cara Menghitung Bunga Deposito Paling Baru

Deposito adalah salah satu jenis produk yang berasal dari perbankan atau lembaga keuangan yang memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *