Home / Umum / Kesehatan / Cara Menghitung IWL Pada Kebutuhan Cairan

Cara Menghitung IWL Pada Kebutuhan Cairan

Halo semuanya? Apa kabar hari ini? Di kesempatan yang baik ini saya akan mencoba untuk membahas tentang cara menghitung IWL. Tentunya, tutorial untuk menghitung IWL sangat penting dikuasai oleh mereka yang memiliki pekerjaan di instansi kesehatan, misalnya adalah klinik atau Rumah Sakit. Bahkan, lebih dari itu, mahasiswa yang sedang kuliah dan sedang mempelajari kebutuhan cairan manusia juga penting untuk memahami cara menghitung IWL tersebut.

Cara Menghitung IWL

Cara menghitung IWL

Di bawah ini akan dituliskan cara untuk menghitung rumus IWL, semoga saja bermanfaat dan bisa dimengerti.

Pada orang dewasa, rumus IWL adalah:

IWL = 10-15 * kgbb / 24 jam

Konstanta yang digunakan adalah 10 sampai dengan 15, akan tetapi yang paling sering digunakan yaitu 15

Contohnya adalah, berat badan dari tuan A adalah 60 kg, dengan demikian, proses perhitungan emailnya yaitu:

IWL = 15 * 60 kgbb / 24 jam

IWL = 900 cc setiap 24 jam atau 37,5 cc setiap jam

Pada anak-anak, rumus IWL adalah

IWL = (30 – usia) * kgbb / 24 jam

Contohnya adalah, berat badan An. B yang berusia 12 tahun Yaitu 25 kg, dengan demikian, maka emailnya yaitu:

IWL = (30 – 12 tahun) * 25 kgbb setiap 24 jam

IWL = 18 * 25 kgbb setiap 24 jam

IWL = 450 cc setiap 24 jam atau 18,75 cc setiap jam

Rumus IWL yang digunakan di kenaikan suhu tubuh

Twl tentunya juga sangat dipengaruhi oleh suhu tubuh. Pada setiap derajat Celcius kenaikan suhu tubuh yang diatas 36,8 derajat Celcius, maka terdapat tambahan IWL, yakni menjadi:

IWL = IWL normal + 200 * (suhu sekarang – 36,8 ⁰C) setiap 24 jam

Contohnya adalah berat badan yang dimiliki oleh Tuan D adalah 60 kg serta mengalami demam yang suhu tubuhnya adalah 38,8 derajat Celcius. Dengan demikian, maka IWL nya yaitu:

  1. IWL = [15 * 60 kgbb/24 jam] + [200 * (38,8 – 36,8 ⁰C)/24 jam]
  2. IWL = [900 cc/24 jam] + [400 cc/24 jam]
  3. IWL = 1.300 cc/24 jam atau sekitar 54,17 cc/jam

Untuk lebih jelasnya mengenai email yang diberikan kepada pasien yang sedang demam, maka konstanta angka 200 diperoleh dari 10% dikalikan 2.000 cc. Adapun angka 10% adalah peningkatan dari keperluan cairan pada setiap derajat Celcius di kenaikan suhu. Sementara itu, angka 2.000 cc adalah keperluan sayuran setiap hari rata-rata pada orang dalam kondisi normal.

Penjabaran lebih jauh mengenai IWL

Sebenarnya, istilah insensible water loss atau disingkat dengan IWL mengacu pada proses kehilangan cairan yang disebabkan:

  1. Proses difusi transepidermal, yakni cairan yang melewati kulit serta hilang pada proses penguapan, serta
  2. Kehilangan cairan yang menguap dari bagian saluran pernafasan
Baca Juga:   Fungsi Utama Karbohidrat Didalam Tubuh Manusia

Mendapat sebutan insensible disebabkan karena kita tidak sadar akan proses kehilangan cairan tersebut, berbeda dengan proses kehilangan cairan pada urine.

Tentunya, kehilangan cairan IWL tidak masuk serta berlainan dengan kehilangan cairan pada proses berkeringat, sebab keringat memiliki kandungan zat yang terlarut, berbeda dengan IWL yang memang benar-benar murni air H20.

Sebenarnya, kehilangan cairan IWL dengan perantara kulit tidak dapat dicegah, di mana IWL harian yang melewati kulit yaitu sekitar 400 ml untuk orang dewasa. Hilangnya cairan IWL yang melewati saluran pernafasan juga berkisar 400 ml setiap hari yang terjadi pada orang dewasa normal.

Memang, proses Kehilangan air tersebut cukuplah bervariasi. Kondisi tersebut akan meningkat apabila ventilasi menit semakin meningkat dan dapat menurun apabila gas yang kita hirup atau inspirasi sepenuhnya pada kelembaban Di suhu 37 derajat celcius, contohnya adalah yang terjadi pada pasien ICU yang memakai ventilator.

Dengan demikian, pada orang dewasa, cairan hilang yang lewat IWL yakni berkisar 800 ML setiap harinya. Kondisi tersebut tentunya setara dengan Proses pelepasan panas, yakni berkisar 480 kcal setiap harinya. Aktivitas setiap hari kita tentunya bisa meningkatkan hilangnya cairan lewat IWL pernafasan, sehingga hilangnya cairan IWL secara total akan meningkat, dengan perkiraan 50 ml setiap jam, yang tentu sudah disarankan untuk dipakai pada pasien rawat inap normal. Pada perhitungan klinis Keseimbangan cairan.

Pada proses analisis Keseimbangan cairan seorang pasien, hilangnya cairan IWL kerap kali diabaikan, sebab Dia tidak bisa diukur dengan cukup akurat. Termasuk pula adalah produksi air metabolik yang kerap kali diabaikan pada proses analisis kuantitatif untuk Keseimbangan cairan harian. Termasuk pulau adalah keringat yang kerap kali diabaikan, di mana hilangnya volume dari berkeringat dapat sangat besar.

Banyak praktisi Kesehatan tidak mempunyai cukup banyak pilihan, sebab volume dari cairan tersebut tidak bisa diukur dengan rutin. Adapun praktek klinis yang kerap kali digunakan yaitu dengan cara menghitung asupan cairan yang berasal dari cairan IV dan cairan oral serta kehilangan cairan yang terjadi pada urine serta kehilangan cairan yang lainnya, sehingga akan membuat perkiraan klinis dengan cukup tepat guna menentukan keperluan cairan tambahan.

Adapun perkiraan klinis juga bisa didasarkan pada sejumlah faktor, misalnya adalah pada penilaian volume darah, yang bisa terlihat dari tekanan darah, cvp, kekuatan dari denyut nadi, laju aliran urin, serta bukti dari vasokonstriksi driver yang didasarkan pada suhu dan warna serta dari adanya proses penyakit, misalnya adalah kehilangan cairan yang diakibatkan oleh luka bakar. Cara tersebut tentunya adalah cara pendekatan paling baik yang disediakan, sebab bisa menjaga kondisi Keseimbangan cairan sebagian besar yang sangat bergantung pada sejumlah tanda klinis.

Baca Juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Termometer Air Raksa

Cairan pada tubuh manusia

Pada pria dewasa yang mempunyai berat badan 70 kg, terkandung 42 liter air, atau sekitar 60% dari total berat tubuhnya. Sementara itu, pada perempuan yang sudah dewasa, kandungan airnya yakni berkisar 55% dari total berat tubuhnya. Kondisi tersebut tentunya lebih rendah prosentasenya dari pria dewasa, hal tersebut disebabkan oleh jumlah lemak pada wanita biasanya lebih tinggi.

Neonatus mempunyai persentase cairan yang lebih tinggi dari orang dewasa, yaitu sekitar 75% hingga 80%. Sementara itu, pada umur 12 bulan, presentase tersebut akan mengalami penurunan menjadi 60%, sama dengan prosentasi yang dimiliki oleh orang dewasa.

Adapun persentase air pada tubuh secara total didasarkan pada berat badan yang akan semakin Mengalami penurunan secara progresif, seiring dengan usia yang bertambah. Pada umur 60 tahun, total cairan di dalam tubuh akan mengalami penurunan, yakni sekitar 50% dari total berat badan, di mana kondisi tersebut dikarenakan adanya peningkatan jaringan adiposa.

Baiklah, berikutnya kita melakukan pembahasan bahwasanya wanita mempunyai persentase cairan yang lebih rendah dibandingkan dengan pria, sebab wanita cenderung memiliki lebih banyak lemak, serta pada lansia mempunyai presentase yang lebih rendah daripada usia muda disebabkan oleh lebih banyak jaringan adiposa. Kondisi tersebut disebabkan oleh masing-masing jaringan pada tubuh manusia mempunyai presentase yang berlainan. Pada umumnya, jaringan tubuh kita sangat kaya akan cairan, yakni berkisar 70% hingga 80%. Namun, terdapat 3 pengecualian inti, diantaranya yaitu:

  1. Tulang sebanyak 20% air
  2. Lemak sebanyak 10% hingga 15% air
  3. Plasma sebanyak 93% air

Adapun presentase air pada tubuh didasarkan pada berat badan yang tentunya sangat bervariasi antara setiap orang. Sejumlah besar variasi tersebut dikarenakan oleh jaringan adiposa yang berbeda. Jaringan adiposa mempunyai kadar air yang cukup rendah. Pada orang dewasa yang mengalami obesitas mempunyai rasio yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang normal, sebab jumlah dari jaringan adiposa maupun lemak yang lebih besar. Perbedaan prosentasi air di dalam tubuh antara wanita dan pria juga tentunya berbeda hal tersebut disebabkan oleh perbedaan jaringan adiposa di dalam tubuh.

Kebutuhan cairan

Estimasi akan keperluan cairan setiap hari bisa dibuat dengan dasar sejumlah cara, akan tetapi bagian yang sangat akurat yaitu dengan mendasarkan pada tingkat metabolisme. Di bawah ini merupakan sejumlah cara atau pendekatan yang bisa dipakai pada proses penghitungan kebutuhan cairan:

  1. Dengan dasar berat badan, kebutuhan cairan nya adalah 30 ml sampai dengan 40 ML setiap kg setiap hari
  2. Dengan dasar luas permukaan tubuh, kebutuhan cairan nya adalah 1,5 liter setiap M2 setiap hari
  3. Dengan Dasar tingkat metabolisme, kebutuhan cairan nya adalah 80 ML sampai dengan 110 ML setiap 100 kilo kalori
Baca Juga:   Cara Mengukur Lingkar Pinggang Dan Mudah Untuk Dikerjakan Siapapun

Apabila ada seseorang yang sedang mengidap penyakit, maka estimasi dari kebutuhan cairan sudah tidak bisa diandalkan. Adapun pemberian dari cairan wajib selalu didasarkan pada kondisi klinis, contohnya adalah hilangnya cairan lewat pendarahan.

Penambahan cairan dibutuhkan guna menggantikan hilangnya cairan yang rata-rata terdiri atas hilangnya cairan IWL yang bisa lewat saluran pernafasan ataupun saluran kulit, keringat, urine, serta kehilangan cairan lewat feses. Hilangnya cairan lewat feses dan lewat keringat jumlahnya relatif lebih sedikit pada kondisi normal. Hilangnya cairan yang lewat feses pada umumnya yaitu 200 ml setiap hari, namun ketika kondisi diare, hilangnya cairan tersebut bisa meningkat serta kadangkala disertai dengan hilangnya elektrolit.

Adapun jumlah minimum hilangnya cairan tubuh dikenal dengan istilah obligatory water loss. Pada proses penentuan tersebut, anda bisa menentukan jumlah minimum asupan dari cairan yang dibutuhkan guna menjaga kondisi Keseimbangan cairan secara total. Adapun komponen dari obligatory water loss yaitu sebagai berikut

  • Urine 500 ml
  • Feses 200 ml
  • Keringat 100 ml
  • IWL 800 ML

Sehingga totalnya adalah 1600 ML

Asupan cairan

Wadah asupan cairan, diperoleh lewat dua Sumber Inti atau utama, yakni:

  1. Internal berasal dari produksi air metabolik
  2. Eksternal berasal dari asupan cairan makanan dan oral, serta dari cairan IV yang diperoleh dari infus

Bisa dikatakan bahwa makanan adalah salah satu sumber yang sangat penting dari air, sebab hampir seluruh makanan mempunyai kandungan cairan. Air metabolik adalah air yang diperoleh selama kegiatan oksidasi makanan. Karbohidrat secara keseluruhan dimetabolisme menjadi karbondioksida serta air. Air metabolik kebutuhannya berkisar 350 ML sampai dengan 400 ml setiap harinya, atau sekitar 5 ml setiap kg. Adapun produksi dari cairan internal metabolik tersebut sangat membantu di dalam mengimbangi sejumlah kehilangan cairan pada tubuh manusia.

Di kondisi asupan air yang sangat berlebihan, kelebihan dari cairan tersebut sering diekspresikan melewati produksi urin. Adapun rute lain dari proses kehilangan cairan, misalnya adalah keringat, feses dan IWL tentunya tidak bisa di bawah pengendalian guna menjaga kondisi Keseimbangan cairan.

Sekian uraian tentang cara menghitung IWL yang bisa saya bahas di kesempatan kali ini. Mudah-mudahan, anda yang bekerja di instansi kesehatan bisa memahami Langkah Demi Langkah tentang proses menghitung IWL beserta beberapa komponen pendukung yang lainnya. Terima kasih dan selamat beraktifitas, semoga sukses.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Menghitung BMI

Cara Menghitung BMI Agar Berat Badan Dan Kesehatan Tetap Terjaga

BMI memiliki kepanjangan body Mass index atau merupakan salah satu langkah yang dipakai guna mengukur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *