Home / Tips dan Trik / Cara Menghitung Luas Bangunan

Cara Menghitung Luas Bangunan

Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba menjabarkan cara menghitung luas bangunan. Hal tersebut dilatarbelakangi Adanya kemungkinan informasi tentang luas bangunan yang tidak pelit atau palsu. Sebenarnya, maksudnya adalah bukan palsu, namun luas bangunan dihitung dengan dasar pada ketentuan perhitungan luas bangunan yang telah disesuaikan pada peraturan di wilayah masing-masing.

Cara Menghitung Luas Bangunan

Lalu, Apakah anda pernah ditanya oleh seseorang mengenai luas bangunan tempat tinggal Anda? Ada kemungkinan, anda memberikan jawaban setiap M2 maupun anda merasa bingung dan tidak tahu. Oleh sebab itulah, untuk Anda yang belum memahami serta mengerti kadangkala karena tidak pingin pusing maka lebih senang menyerahkan proses perhitungan luas bangunan kepada para ahlinya.

Namun tentunya permasalahan tidak pernah bisa selesai pada bagian itu saja. Apakah anda cukup yakin dengan proses perhitungan luas bangunan atau rumah yang mereka kerjakan? Tentunya, jika terdapat kelebihan atau kekurangan memiliki resiko atau konsekuensinya. Jika kondisi tersebut berhubungan dengan sejumlah kepentingan, misalnya adalah proses pengurusan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB atau ketika kita hendak membayar pajak bumi dan bangunan atau PBB, di mana pada akhirnya akan berkaitan dengan beban rupiah kita.

Ada sejumlah hal yang perlu diketahui sebagai salah satu bagian pengetahuan dasar untuk Anda yang sampai dengan sekarang ini belum cukup mengerti mengenai luas tempat tinggal atau bangunan yang sebenarnya. Sejumlah hal tersebut yaitu:

1. Batas fisik

Sebidang tanah, di samping mempunyai batasan-batasan wilayah yang boleh serta tidak boleh untuk dibangun/ GSB atau garis sempadan bangunan, tentunya memiliki ketentuan yang lain dari keberadaan wilayah tanah tersebut. Misalnya adalah letaknya yang ada di sekitar jalan protokol, di pedesaan, di pinggir kota, di tengah kota, dan lain sebagainya. Seluruhnya sudah ditentukan dan wajib memiliki perbandingan luas bangunan serta halaman yang berlainan, disesuaikan dengan sejumlah peraturan wilayah setempat.

Baca Juga:   Cara Menampilkan Subtitle Di Android

Apabila anda mengetahui tentang koefisien dasar bangunan atau kdb, contohnya adalah 70%, maka hal tersebut berarti bahwa sesungguhnya Anda hanyalah diizinkan atau boleh membangun tempat tinggal atau gedung yang luasnya tidak melebihi angka 70% dari luas semua lahan yang anda punya tersebut. Sisanya 30% adalah halaman terbuka, dipakai untuk wilayah resapan air, daerah hijau maupun untuk sarpras yang lainnya.

Kondisi tersebut berlaku apabila bangunannya tidak menggunakan model tingkat. Dengan demikian, tentunya kita tidak benar ketika seenaknya membangun semua bagian tanah yang kita miliki setelah adanya pengurangan batas gsb, kita wajib memenuhi berbagai macam aturan yang lainnya, ya itu kdb yang telah diizinkan di wilayah kita.

2. Ketentuan bangunan

Bangunan atau tempat tinggal atau rumah mempunyai batasan-batasan fisik yang cukup mudah untuk dikenali sebagai bagian dari batas luar. Akan tetapi, wajib untuk diketahui bahwasanya seluruh bagian ruangan yang memiliki perasaan lantai tidaklah sama di dalam perhitungan luasnya. Contohnya adalah Luas dari 1 buah kamar tidur yang memiliki ukuran 4 M * 5 M tidaklah dihitung sama dengan 1 buah teras yang memiliki ukuran sama. Meskipun secara perhitungan matematik keduanya memiliki area luas yang sama, yaitu 20 M2.

Baca Juga:   Cara Mengukur Badan Ideal Pada Pria Maupun Wanita

Demikian pula jika kita memiliki ruangan ruangan yang lainnya yang sejenis dengan teras, misalnya adalah mesanin, Selaras maupun balkon. Di sejumlah kota besar di negara Indonesia, misalnya adalah Medan, Surabaya dan Jakarta, sudah mempunyai ketentuan mengenai cara menghitung luas bangunan yang sesungguhnya. Terdapat sejumlah hal yang mungkin perlu dipahami oleh pemilik atau calon pemilik bangunan, yakni sebagai berikut:

Cara Menghitung Luas Bangunan

Pada proses menghitung luas lantai dari sebuah ruangan, penghitungan dikerjakan sampai dengan batas fisik paling luar. Jika terdapat ruangan yang saling berhimpitan antara satu dengan yang lainnya, maka penghitungan dilakukan dari bagian as kebagian as dinding sampai dengan pada dinding yang selanjutnya.

Cara Menghitung Luas Bangunan

Cara Menghitung Luas Bangunan

Sementara itu, pada ruangan tertutup atap di mana dindingnya melebihi angka 1,2 meter dari bagian atas lantai, maka dihitung secara penuh 100%. Contohnya adalah sebuah ruangan memiliki ukuran 4 M * 5 M maka luasnya adalah 20 M2.

Jika dinding bagian pembatas padi memiliki tinggi tidak melebihi angka 1,2 meter, Maka luas ruangannya hanyalah dihitung sebesar 50% saja. Kondisi tersebut diperbolehkan selama tidak melebihi kurang dari 10% angka kdb yang telah ditentukan pada wilayah tersebut.

Bagian overstek, misalnya adalah balkon yang memiliki dinding pagar tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu lebar menjorok keluar nya yang tidak melewati angka 1,2 m, maka luasnya tidak lagi diperhitungkan.

Suatu ruangan yang memiliki dinding dengan ketinggian melewati angka 1,2 meter, namun tidak memiliki atap, maka luasnya cukuplah dihitung 50% saja. Kondisi tersebut diperlakukan dengan tidak melewati kurang lebih 10% dari angka KDB yang telah diizinkan. Seandainya melewati dari Ketentuan tersebut, maka luasnya haruslah dihitung penuh 100%.

Baca Juga:   Cara Membuat Suara Menjadi Serak

Bagian teras yang tidak memiliki atap, termasuk adalah yang telah mendapat perlindungan overstek melebihi angka 1 meter serta tidak memiliki dinding pembatas melewati angka 1,2 meter tingginya, maka luasnya tidak perlu diperhitungkan.

Bagian teras yang memiliki atap di mana sebagian dindingnya mempunyai ketinggian melebihi angka 1,2 meter, maka luasnya diperhitungkan sebesar 60%.

Ramp untuk tanjakan buatan yang diperuntukkan pada kereta beroda serta tangga terbuka, ruangannya cukuplah dihitung 50% saja selama tidak melewati kurang lebih 10% dari kdb yang telah diizinkan.

Bagian dari basement atau ruang bawah tanah luas lantainya dihitung secara penuh

Bagian Mesanin di mana luas lantai nya melebihi angka 50% dari luas lantai di bawahnya maka dihitung sebagai lantai yang penuh.

Pemakaian dari lantai atap menggunakan beton pada ruangan prasarana yang melewati angka 50% dari luas lantai yang ada dibawahnya, maka dihitung sebagai lantai tambahan.

Itulah Langkah Demi Langkah cara menghitung luas bangunan, utamanya adalah luas lantai bangunan. Bisa dipastikan Materi di atas akan memberikan banyak manfaat, khususnya adalah Anda yang sering berhubungan dengan pekerjaan bangunan. Minimal, untuk Anda yang hendak membangun rumah maupun melakukan penambahan pada ruangan ruangan di dalam tempat tinggal. Berikutnya, tentunya anda tidak perlu lagi ragu ketika menawar harga bangunan yang sudah diajukan oleh bagian pihak pemborong menggunakan harga setiap meternya. Sekian dan semoga bermanfaat.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Cara Mengukur Tanah Dengan Satuan M2

Cara Mengukur Tanah Dengan Satuan M2

Cara mengukur tanah dengan satuan M2 tentunya dapat dilakukan secara manual memakai rumus berdasarkan bentuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *