Home / Umum / Kesehatan / Cara Mengukur Obesitas Yang Bisa Dilakukan Dengan Mudah Oleh Setiap Orang

Cara Mengukur Obesitas Yang Bisa Dilakukan Dengan Mudah Oleh Setiap Orang

Cara mengukur obesitas yang bisa dikerjakan oleh setiap orang yaitu dengan cara melakukan perhitungan Pada indeks massa tubuh atau IMT yang menggunakan rumus yang sudah diberikan oleh persatuan ahli gizi Indonesia atau Persagi yang sudah dirumuskan di dalam 13 pesan dasar gizi seimbang perubahan di tahun 1994, yakni IMT yaitu berat badan di dalam satuan kg dibagi dengan tinggi badan dari seseorang dalam satuan meter dipangkatkan 2.

Cara Mengukur Obesitas

Lantas, apakah ada teknik paling mudah untuk mengetahui tingkat obesitas seseorang yang bisa dikerjakan oleh setiap orang sehingga mereka memahami apakah berat badan dari diri mereka masuk ke dalam kategori kurus, normal, gemuk atau obesitas? Tentunya bisa dan Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk menguraikan secara singkat tentang cara mengukur obesitas yang bisa dilakukan oleh setiap orang.

Seperti yang sudah dibahas di bagian depan bahwa nilai dari IMT adalah didapat dari berat badan dalam satuan kg dibagi dengan tinggi badan dipangkatkan 2. Adapun perkiraan dari angka normal IMT untuk wilayah Asia Pasifik atau the Asia Pacific perspective, redefining obesity and HS treatment 2000, yaitu sekitar 18,5 KG/M2 sampai dengan 22,9 KG/M2. Apabila angka yang didapat melebihi ukuran tersebut, maka bisa dikategorikan masuk ke dalam kelompok yang cukup beresiko.

Baca Juga:   Cara Alami Membuat Suara Merdu

IMT dengan nilai 23 KG/M2-24,8 KG/M2 bisa dikategorikan masuk ke dalam kelompok kelebihan berat badan atau overweight. Sementara itu, Jika nilai IMT melebihi angka 25 KG/M2 maka bisa dikategorikan masuk ke dalam kelompok obesitas. Untuk lebih jelasnya, anda bisa membaca beberapa angka IMT berikut ini:

  1. angka IMT Kurang dari 17,0 masuk dalam kategori Kurus tingkat berat.
  2. angka IMT17,0 – 18,5 masuk dalam kategori Kurus tingkat ringan.
  3. angka IMT18,5 – 25,0 masuk dalam kategori Normal.
  4. angka IMT25,0 – 27 masuk dalam kategori Gemuk tingkat ringan.
  5. angka IMT Lebih dari 27,0 masuk dalam kategori Gemuk tingkat berat atau obesitas.

Yang menjadi permasalahan adalah bahwa nilai dari IMT tidak selalu mencerminkan distribusi dari adanya timbunan lemak pada tubuh seseorang. Guna memberikan penilaian timbunan lemak pada bagian perut yang berbahaya, dipakai sebuah rasio lingkar pinggang dan panggul atau sering disingkat dengan RLPP. Jika menginginkan sesuatu yang jauh lebih praktis adalah dengan cara mengukur lingkar perut atau LP.

Baca Juga:   Cara Mengukur Tekanan Darah Yang Bisa Dilakukan Oleh Siapa Saja

Adapun teknik melakukan pengukuran pada lingkar perut yaitu dengan cara memakai pita meteran yang dilingkarkan secara baik mengelilingi bagian perut 2 Jari dibawah pusar. Untuk orang berjenis kelamin pria di negara Indonesia yang memiliki lingkar perut dengan angka lebih dari 90 cm, sementara itu orang barat adalah 102 cm. Untuk wanita di negara Indonesia memiliki lingkar perut 80 cm, sementara itu untuk orang Barat yaitu 88 cm. Karakteristik tersebut masuk ke dalam obesitas Sentral, Terlebih jika IMT pada angka 25 atau lebih.

Disamping itu, proses pemeriksaan laboratorium pada pasien obesitas bisa dilakukan pada beberapa bagian, yaitu:

  1. Kadar glukosa puasa untuk proses pendeteksian adanya resiko diabetes melitus atau DM dan juga gangguan pada toleransi glukosa
  2. Tingkat kolesterol total, kolesterol HDL, trigliserida, kolesterol LDL direk dan juga apo-B guna memahami masalah gangguan pada metabolisme lemak
  3. Adanya asam urat
  4. Adanya tekanan darah

Ternyata cukup mudah untuk mempraktekkan cara mengukur obesitas yang dapat dikerjakan oleh setiap orang. Dengan selalu menjaga berat badan dengan cara memahami nilai IMT dari setiap orang maka tentunya kesehatan akan selalu bisa terjaga dan pada akhirnya biaya perawatan kesehatan juga bisa diminimalisir. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Baca Juga:   Fungsi Utama Hati Di Dalam Tubuh Manusia

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Skala Koma Glasgow (GCS)

Cara Menghitung GCS Paling Benar

Apakah anda sudah memahami cara menghitung GCS? Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai Sistem GCS …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *