Home / Elektronika / Cara Mengukur Trafo Menggunakan Multimeter

Cara Mengukur Trafo Menggunakan Multimeter

Kesempatan yang baik ini, saya akan mencoba untuk Sharing Bagaimana cara mengukur trafo menggunakan multimeter. Tentunya, kondisi Apakah sebuah trafo bagus maupun rusak bisa dilakukan pengujian ataupun pengetesan dengan cukup mudah sebelum anda membelinya. Lalu, Bagaimanakah cara mengukur trafo dengan multitester tersebut sehingga kita bisa memastikan bahwasanya trafo yang kita beli dalam kondisi bagus? Berikut ini adalah ulasannya

Cara Mengukur Trafo Menggunakan Multimeter

Tentunya, materi yang akan penulis Uraikan Pada kesempatan kali ini bisa dimanfaatkan guna mengukur berbagai macam jenis trafo diantaranya adalah trafo untuk power amplifier baik itu CT maupun non CT, trafo adaptor serta sejumlah trafo jenis isolasi yang lainnya. Sementara itu, cara mengukur trafo untuk jenis autotrafo nantinya akan dibahas pada artikel yang selanjutnya.

Cara Mengukur Trafo Dengan Multimeter Analog Dan Digital

Ada sejumlah metode yang bisa dimanfaatkan pada proses pengukuran trafo menggunakan multimeter. Seluruh cara yang akan diuraikan pada artikel kali ini merupakan teknik yang sangat mudah dan tentunya bisa dikerjakan secara langsung pada lokasi di mana Anda membeli trafo tanpa harus mengalami kesulitan.

Cara mengukur trafo dengan multimeter analog atau multimeter jarum

Untuk melakukan pengujian dan pengukuran trafo dengan memakai multimeter bisa dilakukan dengan dua metode, yakni:

  1. Pengukuran menggunakan arus listrik
  2. Pengukuran tanpa arus listrik

Pengukuran tanpa arus listrik

Pada keadaan trafo tanpa dialiri arus listrik, sebuah trafo tentunya bisa diketahui kondisinya Apakah dalam keadaan baik atau tidak. Caranya yaitu dengan cara terlebih dahulu mengatur posisi saklar selektor pada multimeter di posisi Ohm atau R. Selanjutnya, silakan ikuti beberapa langkah berikut ini:

Setelah saklar selector ada di posisi OHM atau R, silakan Anda hubungkan ke dua buah jarum probe atau tester warna merah dan hitam guna memastikan alat tester bisa berfungsi dengan baik. Apabila jarum tester bergerak, silakan Anda hubungkan kembali ke dua buah probe di trafo pada posisi 0 dan 220. Proses ini wajib menunjukkan pergerakan jarum di multimeter. Proses ini berfungsi guna memastikan bahwa kawat yang ada di dalam trafo tidak terputus.

Baca Juga:   Skema Rangkaian Running LED Interaktif Sederhana

Pada proses pengukuran sekunder, silakan Kerjakan dengan proses yang sama dari bagian posisi CT kebagian posisi voltage yang lain yang hendak dites. Apabila terjadi pergerakan pada jarum, maka hal tersebut menandakan koneksi kawat trafo dalam keadaan bagus. Lakukan pengetesan pada masing-masing output yang sudah disediakan dengan memakai cara yang sama sampai dengan seluruh keluaran trafo menunjukkan keadaan yang baik. Apabila jarum multimeter tidak bergerak, hal tersebut menandakan trafo tersebut dalam kondisi rusak.

Pada tahapan selanjutnya yaitu proses untuk mengukur hubungan antara bagian primer dengan bagian sekunder. Kedua bagian kumparan tersebut secara teori haruslah terpisah secara total. Apabila pada kenyataannya ketika meletakkan probe berwarna merah di posisi 0 atau 220, lalu probe berwarna hitam di bagian sekunder untuk tegangan keluaran mana saja jarum multimeter bergerak, maka kondisi tersebut menunjukkan bahwasanya terjadi kontak diantara kedua lilitan di dalam trafo tersebut. Kondisi ini tentu menunjukkan bahwasanya trafo dalam kondisi rusak.

Selanjutnya adalah proses untuk memastikan bahwasanya lilitan di dalam trafo tidak ada kontak dengan bagian body. Untuk melakukan pengukuran kondisi tersebut, dibutuhkan proses menempatkan salah satu probe pada bagian body trafo. Selanjutnya, silakan Anda tempelkan probe yang lainnya kebagian primer guna memastikan tidak ada kontak secara langsung. Kerjakan hal yang sama pula untuk bagian kumparan sekundernya.

Baca Juga:   Apakah Pengaruh Arah Arus Listrik Terhadap Arah Medan Magnet

Cara pengukuran trafo menggunakan arus listrik

Cara untuk mengukur trafo menggunakan arus listrik alangkah baiknya dilakukan apabila proses pengukuran trafo tanpa arus listrik sudah dikerjakan. Tujuannya yaitu guna memastikan ketepatan dari tegangan trafo. Akan tetapi, cara pengukuran ini juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah trafo dalam kondisi short atau tidak. Tanda yang biasanya akan terjadi adalah MCB listrik dirumah akan turun. Tentunya, cara ini bisa dikerjakan dengan meminjam sebuah kabel AC pada toko penjual.

Silakan Anda sambungkan kedua kabel ke bagian 0 dan 220 Volt, kemudian hubungkan ke jaringan listrik. Tahap selanjutnya, silakan Anda posisikan saklar selektor pada multimeter di posisi 220volt. Kondisi ini bisa dipakai pada proses pengukuran tegangan trafo dengan tegangan dibawah 220 Volt. Pada pengukuran tegangan yang lainnya, silakan Anda atur posisi saklar selektor pada multimeter di atas tegangan yang hendak diukur.

Sangat dilarang untuk menempatkan saklar selektor pada multitester di posisi tegangan di bawah voltase yang hendak diukur. Apabila hal tersebut anda kerjakan, maka akan mengakibatkan tester yang digunakan mengalami kerusakan. Anda harus benar-benar memperhatikan hal tersebut.

Langkah berikutnya, Anda harus memastikan bahwa Sanya tegangan keluaran haruslah pas dan sesuai dengan yang tertulis ataupun minimal mendekati. Apabila membeli trafo ber CT, Anda harus mampu memastikan untuk memeriksa keseimbangan pada trafo tersebut supaya tidak terlalu Pincang.

Lakukan proses pengecekan pada masing-masing output untuk semua tap di trafo. Apabila telah diukur dan tidak terdapat permasalahan, maka barulah Anda bisa memutuskan untuk membeli trafo tersebut serta membawanya pulang.

Baca Juga:   Cara Mengukur Tegangan Trafo Dengan Avometer Setelah Diubah Dari AC Ke DC

Cara mengukur trafo menggunakan multimeter digital

Ketika Anda memakai multimeter digital, display menunjuk angka haruslah menunjukkan angka tahanan yang sangat kecil atau mendekati angka nol. Sementara itu, proses pengukuran tegangan bisa dilakukan dengan langkah yang sama. Nilai tegangan akan langsung ditampilkan lewat layar LCD sehingga bisa dengan cepat terbaca.

Ternyata, cara mengukur trafo dengan multimeter cukuplah mudah baik itu menggunakan multimeter analog maupun multimeter digital. Silakan Anda lakukan uji coba sendiri guna memastikan trafo milik anda dalam kondisi baik dan bisa bekerja dengan sempurna.

Jenis tegangan listrik pada trafo AC atau DC?

Berbicara mengenai jenis tegangan listrik yang mengalir pada suatu trafo, maka seringkali kita mendapatkan kekeliruan di dalam penyebutannya. Kebanyakan orang kerap kali menyebut bagian keluaran yang mempunyai tegangan kecil dengan sebutan DC. Contohnya, kerap kali ditemukan orang yang berkunjung ke toko serta menanyakan mengenai trafo dengan masukan 220 VAC Dengan tegangan keluaran 12v DC.

Padahal, sesungguhnya sebuah trafo tidak boleh dialiri arus listrik yang bertegangan DC. Kesimpulannya tidak ada trafo yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan arus listrik DC, kecuali dengan adanya penambahan rectifier atau dioda. Kondisi ini Tentunya perlu ditegaskan kembali, jangan sampai terjadi kekeliruan jenis tegangan listrik yang bekerja pada trafo.

Sekian Uraian singkat tentang cara mengukur trafo menggunakan multimeter, baik multimeter jenis analog maupun multimeter jenis digital. Semoga saja, artikel singkat ini mampu memberikan pemahaman dan wawasan baru bagi pengunjung sekalian, terutama yang sekarang ini sedang memperdalam dunia elektronika. Terima kasih dan selamat belajar, Salam sukses.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Penyebab Lampu LCD HP Mati

Penyebab Lampu LCD HP Mati Dan Cara Memperbaikinya

Apakah anda pernah mengalami di mana ponsel Anda lampu LCD-nya mati? Apabila Iya, maka pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *