Home / Otomotif / Sepeda Motor / Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor Dan Fungsinya

Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor Dan Fungsinya

Untuk membantu anda di dalam memahami bagian pengapian pada sepeda motor, maka pada ulasan kali ini saya akan mencoba membahas tentang komponen pengapian motor dan fungsinya. Artinya adalah saya akan mencoba mengulas secara detail tentang komponen sistem pengapian sepeda motor dan fungsinya sehingga kita akan lebih paham di dalam proses perbaikan bagian pengapian di sepeda motor.

Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor Dan Fungsinya

Sebelum dilanjut, mungkin anda sering mendapati motor yang anda gunakan mendadak mati alias mogok atau tiba-tiba saja mesin mengalami mati. Hal tersebut disebabkan karena proses pengapian di dalam ruang bakar tidak bisa berjalan secara sempurna atau bahkan bisa dikatakan hilang. Membahas tentang pengapian, perlu dipahami bahwa proses pengapian tidaklah hanya terjadi pada bagian busi saja namun tentunya terjadi pada beberapa bagian yang lainnya.

Sistem pengapian pada sepeda motor itu sendiri berfungsi guna menyediakan kilatan dari bunga api guna membakar bensin yang sebelumnya sudah terkompres. Syarat yang harus dipenuhi adalah waktu serta durasi dari pengapian haruslah tepat serta tenaga dari api haruslah kuat. Model dari pengapian lama lebih dikenal dengan istilah tipe platina. Sementara itu, model pengapian yang sekarang ini sudah memakai CDI atau kapasitor discharge ignition. Pada posting kali ini akan membahas tentang pengapian yang memakai sistem CDI baik yang menggunakan sumber arus listrik bolak-balik maupun arus listrik searah.

Sejumlah komponen pengapian pada sepeda motor yakni busi, pulser, CDI, coli dan aki serta spull. Jika terjadi adanya kerusakan pada sejumlah komponen tersebut, maka kita bisa menggunakan peralatan khusus, misalnya adalah ignition tester, spark plug tester, atau multitester. Hanya, terdapat beberapa bengkel yang tidak mempunyai alat seperti itu. Terlebih bagi perorangan yang tidak memiliki hobi elektronika maupun otomotif maka tentu sangat jarang yang memilikinya.

1. Spul pengapian

Kumparan atau spul pengapian bertugas untuk menyediakan sumber listrik tegangan ac atau bolak-balik. Komponen ini tentunya khusus untuk memberikan pengapian CDI ac.sebenarnya, fungsinya sangat mirip dengan aki, hanya berbeda pada jenis tegangannya saja. 10 yang terbakar maupun putus tentu tidak dapat memproduksi arus listrik sehingga jika komponen spul pengapian tersebut mengalami trouble, maka tentunya mesin akan mati total. Adapun tanda-tanda 10 terbakar secara fisik bisa dilihat dari bagian yang kelihatan kosong. Hal tersebut berbeda pada bagian CDI dc yang menggunakan sumber tegangan dari aki di mana jika aki rusak, maka tentunya mesin masih dapat dihidupkan asalkan bagian dari sistem pengisian masih bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga:   Komponen Silinder Head Motor 4 Tak

Hal tersebut dikarenakan suplai arus listrik bisa digantikan oleh spul yang arus listriknya terlebih dahulu diubah ke arus searah atau dc oleh komponen kiprok. Perlu untuk diwaspadai jika aki tidak secepat nya diganti maka tentu bisa membahayakan CDI. Hal tersebut disebabkan karena keluaran dari kiprok tidak murni arus dc atau searah jika dilihat menggunakan osiloskop atau alat untuk mengukur tegangan listrik yang memiliki bentuk grafik. Tegangan yang dihasilkan masih muncul gelombang tegangan ac.

2. Pulser

Pulser memiliki fungsi untuk mengirim pulsa atau sinyal ke bagian CDI yang nantinya akan diteruskan ke bagian koil dan busi. Ketika bagian pulser mengalami permasalahan, maka hampir sama dengan permasalahan yang dialami oleh komponen CDI, jika belum terlalu parah maka kondisi mesin masih bisa menyala namun endut-endutan, di mana kemunculannya dapat pada putaran rendah dan juga pada putaran atas. Jika kumparan yang ada di dalam pulser putus, maka bisa dipastikan tidak akan keluar tegangan sedikitpun sehingga arus listrik yang seharusnya akan dikirim ke bagian silicon controlled rectifier atau scr di dalam cd akan terputus, arus listrik di dalam kapasitor tidak bisa tersalurkan ke komponen coil sehingga pada akhirnya mesin mati.

3. CDI

Terdapat dua ciri-ciri apabila komponen CDI atau capasitor dischange ignition mengalami permasalahan dan wajib untuk diganti yakni pada saat percikkan api yang ada pada busi hilang total maupun munculnya brebet pada putaran yang tinggi.

Apabila kasus yang pertama anda temui, di mana mesin pada sepeda motor tidak dapat dihidupkan, terdapat perangkat elektronik di dalam CDI yang putus atau mati, jika dilakukan pengukuran menggunakan avometer atau multitester maka tegangan kabel yang mengarah ke bagian koil tidak ada sama sekali.

Cara melakukan pengetesan bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Lakukan setting pada bagian avometer di sinus 200 volt
  • Kabel dengan warna merah di avometer dihubungkan ke bagian kabel CDI yang menuju ke bagian koil
  • Kabel dengan warna hitam pada avometer dihubungkan ke body atau masa sepeda motor
  • Silakan anda starter atau nyalakan sepeda motor dengan memakai kickstarter, kemudian silakan perhatikan jarum pada avometer apakah terdapat setrum atau arus yang keluar
  • Jika tidak ada arus yang keluar maka bisa dipastikan CDI mengalami kerusakan. Namun, hal tersebut harus dipastikan bahwa setrum atau arus yang berasal dari spul ataupun pulser masih ada. Oleh karena itu, tentu anda harus melakukan pengecekan arus listrik sebelumnya, dengan cara sama persis dengan langkah di atas, yang berbeda hanyalah pada sisi kabel warna merah avometer disambungkan ke kabel spul yang mengarah ke komponen CDI.
Baca Juga:   Komponen Dalam Mesin Motor

Jika tidak tersedia alat avometer, maka anda bisa mencoba menyambungkan kabel yang berasal dari CDI untuk disambungkan ke bagian body besi pada sepeda motor, selanjutnya silakan anda gunakan kick starter. Apabila terdapat percikkan api, hal tersebut menandakan bahwa CDI masih dapat digunakan. Namun, apabila tidak terdapat percikkan api maka hal tersebut menandakan bahwa CDI mengalami kerusakan. Namun, hal tersebut juga harus dipastikan bahwa ada setrum ataupun arus yang berasal dari browser atau spul yang mengarah ke bagian CDI.

Berlainan jika putaran mesin yang tersendat-sendat di rpm tinggi, di mana hal tersebut berarti bahwa koil masih bisa memproduksi tegangan tinggi, namun tidak sanggup untuk melayani frekuensi tinggi sehingga akan menimbulkan lompatan api yang terputus-putus. Pada saat putaran gas diturunkan, maka kondisi mesin akan kembali normal.

4. Koil

Peranan dari coil adalah untuk menggandakan tegangan rendah yang berasal dari spul ataupun aki menjadi tegangan ribuan kilo volt. Adapun komponen yang berada di dalamnya adalah kumparan sekunder dan kumparan primer. Berdasarkan petunjuk pada buku manual, kerusakan koil biasanya terdeteksi dari besarnya tahanan pada kumparan.

Jika terjadi penyimpangan dari spesifikasi, hal tersebut menandakan terjadi kerusakan. Adapun nilai standar dari tahanan pada kumparan primer dimana berupa connector dengan kabel berwarna kuning atau hitam adalah 0,4 ohm sampai dengan 0,6 ohm pada temperatur 20 derajat celcius serta hambatan kumparan sekunder yaitu 14,5 ohm sampai dengan 22,5 ohm pada temperatur 20 derajat celcius.

Lantas, apa saja ciri khas coil yang sudah perlu untuk diganti? Adapun tanda-tanda coil mengalami kerusakan yakni jika mesin panas maupun setelah menempuh perjalanan cukup jauh beberapa kilometer secara tiba-tiba api hilang. Jika koil mengalami masalah, maka jarang sekali api yang diproduksi akan lenyap secara langsung. Rata-rata, besi masih dapat membuat percikan bunga api, namun lompatannya cukup kecil dan memiliki warna merah. Padahal, warna api yang bagus adalah putih kebiru-biruan. Oleh karena itu maka tidak mengherankan jika mesin susah untuk dihidupkan.

Lantas, bagaimanakah langkah untuk mengecek maupun untuk memastikan komponen dari koil masih baik?cara menggunakan multitester dengan memanfaatkan standar tahanan yang sudah dijabarkan pada bagian atas. Akan tetapi, apabila anda tidak mempunyai alat multitester, maka proses pengecekan dapat dikerjakan dengan langkah yang sama pada proses pengecekan busi, yakni dengan cara menempelkan kabel koil ke badan mesin, kemudian gunakan kick starter.

Baca Juga:   Cara Memperbaiki Kunci Kontak Motor Secara Umum

Jika muncul percikkan api, maka anda juga belum bisa menyimpulkan bahwa koil masih dalam kondisi bagus. Harus ada proses pengecekan ulang dengan cara memasang busi. Jika nyatanya tidak muncul pertikaian api, maka hal tersebut berarti bahwa koil sudah cukup loyo serta tidak bisa berfungsi secara maksimal. Hal tersebut disebabkan karena peranan dari koil yaitu untuk menaikkan tegangan listrik sehingga apabila tidak ada arus yang masuk pada busi, maka hal tersebut menandakan bahwa komponen coil sudah tidak bisa berfungsi secara maksimal.

5. Busi

Pada umumnya, sepeda motor yang businya sudah bermasalah atau haus akan mengalami mati secara mendadak ketika putaran mesin masih dalam kondisi rendah atau pada saat melaju di kecepatan yang rendah. Ketika dinyalakan, mesin sepeda motor juga akan cukup lama bisa menyala. Begitu berhasil untuk dinyalakan, dengan mudahnya mesin pada sepeda motor akan mati kembali. Hal tersebut akan terjadi berulang-ulang.

Kadangkala, ada pula yang bisa berhasil menyalakan mesin sepeda motor, namun pada saat tuas gas mulai ditarik untuk menaikkan kecepatan, secara tiba-tiba mesin brebet dan memiliki potensi mati. Disamping itu, pada sejumlah kasus juga muncul suara ledakan yang berasal dari knalpot. Jika sepeda motor anda mengalami hal tersebut, maka alangkah baiknya anda melakukan pengecekan pada komponen busi. Langkah yang bisa diambil yaitu dengan cara melepas komponen busi dari dudukannya serta membiarkan kabel busi masih dalam posisi tersambung di ujung busi.

Selanjutnya, silakan anda tempelkan bagian kepala busi pada badan mesin sepeda motor, lalu gunakan kick starter. Lakukan pengamatan dengan seksama, munculkah percikkan api yang ada pada kepala busi tersebut pada saat anda menekan kick starter? Jika ada percikan api, maka kondisi busi dalam keadaan normal. Namun, jika tidak ada percikkan api, hal tersebut bisa menandakan bagian isolator di dalam busi sudah putus. Namun terdapat catatan di mana kondisi komponen kelistrikan, coil dan juga CDI semuanya dalam keadaan normal.

Demikianlah penjabaran tentang komponen pengapian motor dan fungsinya yang bisa saya ulas pada posting kali ini. Besar harapan saya sebagai penulis dimana setelah anda mempelajari artikel tentang komponen sistem pengapian sepeda motor dan fungsinya, maka anda memiliki keahlian dan kemampuan di dalam melakukan maintenance kerusakan kerusakan pada sepeda motor, khususnya yang berada pada sistem pengapian. Terima kasih, selamat belajar dan semoga berhasil.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Penyebab Lampu Indikator Vixion Menyala Atau Berkedip

Penyebab Lampu Indikator Vixion Menyala Atau Berkedip

Pada kesempatan yang baik ini saya akan mencoba mengulas tentang penyebab lampu indikator Vixion menyala …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *