Home / Umum / Kode Etik / Pahami Pengertian Kode Etik Jurnalistik Paling Baru

Pahami Pengertian Kode Etik Jurnalistik Paling Baru

Sebuah himpunan atau ketentuan Dimana merupakan panduan untuk setiap jurnalis atau wartawan pada saat melakukan pekerjaan dan perannya pada bidang jurnalistik. Pengertian kode etik jurnalistik tentunya berbeda-beda antara negara yang satu dengan negara yang lainnya. Kode etik jurnalistik memiliki sebutan atau nama yang cukup beragam di sejumlah negara.

Pahami Pengertian Kode Etik Jurnalistik Paling Baru

Beberapa contohnya adalah kode pers, kode kehormatan, kewajiban dan hak wartawan, prinsip-prinsip dan standar jurnalistik, serta piagam kewajiban dari sebuah profesi. Kode etik jurnalistik memiliki isi yang berbeda pula antara negara satu dengan negara yang lainnya, akan tetapi secara umum berisi sejumlah ketentuan yang memiliki sifat mendasar serta memiliki pengertian serta tujuan yang sama.

Pengertian Kode Etik Jurnalistik

Secara umum, kode etik jurnalistik berisi peranan peranan inti Pers guna menyiarkan dan memberikan informasi secara benar dan tepat. Selain itu kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan menyampaikan informasi, serta kebebasan di dalam mengeluarkan sejumlah asas terdapat di dalamnya, termasuk adalah memuat ralat pembetulan ( hak koreksi dan hak jawab, atau hak bantah untuk pembaca), menjunjung tinggi nilai kebenaran, menghormati kerahasiaan dari sumber berita ( hak tolak wartawan atau hak Ingkar), memupuk kesetiakawanan, menghindari gambar ataupun tulisan yang bisa melanggar aturan kesusilaan, menghindari penghinaan, serta menghindari larangan-larangan terhadap kegiatan plagiarisme.

Baca Juga:   Inilah Fungsi dan Tujuan Kode Etik Sesunguhnya

Sejumlah negara tentunya sudah membuat rumusan kode etik jurnalistik dengan cukup rinci. Namun pula ada yang menyusun dengan padat dan singkat, sebagai contohnya adalah yang dilakukan oleh Persatuan Wartawan Inggris Dimana merupakan organisasi buruh yang memiliki kode etik sebanyak 12 pasal. Sementara itu, di sejumlah kawasan Negara ASEAN, diantaranya adalah organisasi wartawan Singapura, Filipina, Thailand, malaysia, memiliki kode etik yang cukup ringkas. Thailand memiliki 7 pasal, Singapura memiliki 10 pasang, Filipina memiliki 6 pasang, dan Malaysia memiliki 8 pasal.

Untuk PWI atau kode etik jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia memiliki 6 pasal dimana setiap pasal dibagi menjadi beberapa alinea atau ayat. Kode etik dari PWI itu sendiri bisa terbagi menjadi dua bagian.

  1. Bagian yang pertama memiliki aspek tentang Ideologi dan falsafah yang dicantumkan di bagian pembukaan. Pasal ke 1 berisi mengenai kepribadian Wartawan Indonesia, sedangkan pasal 2 berisi mengenai pertanggungjawaban.
  2. Bagian yang kedua berisi aspek teknis yakni pasal 3 berisi mengenai cara penyajian berita serta proses menyatakan pendapat pasal 4 berisi mengenai hak jawab, pasal 5 berisi mengenai sumber berita, yang didalamnya termasuk pula hak ingkar dan hak tolak wartawan. Sementara itu, pasal ke 6 berisi mengenai kekuatan dari kode etik tersebut. Maksudnya adalah adanya sanksi kepada setiap pelanggar dari kode etik jurnalistik yang mana hal tersebut merupakan hak dari PWI Melewati anggota-anggotanya.
Baca Juga:   16 Pasal Pasal Kode Etik Jurnalistik Paling Baru

Bagian organisasi yang cukup penting di dalam melakukan penindakan dan pengawasan kepada pelanggaran kode etik jurnalistik yang berada di Indonesia yaitu dewan kehormatan PWI yang keseluruhannya diangkat oleh kongres organisasi. Akan tetapi, selain dari dewan kehormatan PWI, dewan pers juga memiliki posisi di dalam lingkungan Departemen penerangan yang mana juga memiliki tugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan dari kode etik jurnalistik. Tentunya selain dari pelaksanaan kode etik pengusaha pers.

Pembuat dari kode etik jurnalistik tentunya dilaksanakan oleh organisasi wartawan itu sendiri. Hal tersebut sudah diterapkan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Sebagai contohnya adalah penerapan di sejumlah negara di luar negeri di mana setiap kode etik yang dibuat tentunyaberlaku di sejumlah negara diantaranya adalah negara Filipina, negara Singapura, negara Malaysia, negara Thailand, negara Australia, negara Nigeria, negara Swiss, negara Prancis dan negara Inggris.

Sementara itu ada pula kode etik yang dibuat oleh penerbit diantaranya adalah negara Turki, negara Pakistan, negara Jepang, negara Denmark, negara Chili negara Burma. Ada pula kode etik yang dibuat oleh organisasi wartawan bekerjasama dengan penerbit diantaranya adalah negara Israel, negara republik Federal Jerman, Negara Belgia dan negara Austria.

Baca Juga:   Pengertian Kode Etik Guru Indonesia

Rata-rata, adanya sanksi dari pelanggaran kode etik dikenakan kepada wartawan yang bersangkutan. Hukuman yang paling tinggi yang bisa diterima oleh pihak yang melanggar kode etik wartawan atau kode etik jurnalistik adalah pemecatan dari organisasi serta surat kabar baik secara perdata maupun pidana di pengadilan yang disebabkan oleh pelanggaran terhadap undang-undang perdata dan pidana. Isinya tentunya sejumlah pasal serta sejumlah asas di dalam kode etik jurnalistik, seperti penghinaan, fitnah, pelanggaran hak cipta dan pencemaran nama baik.

Itulah penjelasan singkat mengenai Pengertian kode etik jurnalistik yang bisa anda gunakan sebagai pedoman dan referensi di dalam menjalankan tugasnya supaya Anda terhindar dari hal-hal yang melanggar kode etik jurnalistik. Mudah-mudahan bermanfaat dan berguna.nya selamat beraktifitas.

Artikel menarik lainnya

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sejumlah Sanksi Pelanggaran Kode Etik

Sanksi pelanggaran kode etik wajib untuk diperlakukan manakala terjadi pelanggaran kode etik. Hal tersebut memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *