Home / Umum / Pola Pikir / Perkembangan Dari Pola Pikir Anak

Perkembangan Dari Pola Pikir Anak

Apakah anda mengetahui perkembangan dari pola pikir anak? Sebenarnya, perkembangan berpikir dimulai dari proses sensomotorik, di mana seorang bayi mencoba belajar dari sejumlah hal konflik seperti menyentuh, melihat serta memasukkan sejumlah benda kedalam mulut, memegang maupun menghisapnya. Berpikir itu sendiri terdiri dari kegiatan berkoordinasi sejumlah informasi sensorik dengan gerakan tubuh, dilakukan secara bertahap serta gerakan-gerakan tersebut menjadi lebih memiliki tujuan, sejalan dengan adanya proses anak di dalam mengeksplorasi lingkungan serta belajar terhadap sejumlah gerakan spesifik.

Perkembangan Dari Pola Pikir Anak

Piaget membagi proses perkembangan kognitif sensomotorik pada anak menjadi 6 bagian, yaitu representasi simbolik, reaksi sirkuler tersier, koordinasi skemata sekunder, reaksi sirkuler sekunder, reaksi sirkuler primer dan Penggunaan refleks-refleks awal.

Proses perkembangan struktur kognitif otak

Kognitif merupakan sebuah perkembangan terhadap kemampuan berpikir pada seorang anak dimana seorang anak kecil mempunyai pola pemikiran yang berbeda dengan orang dewasa maupun anak remaja. Sebagai contoh anak yang memiliki usia 7 tahun ke bawah rata-rata memiliki pola berpikir secara konkrit serta belum bisa mengembangkan proses pemikiran abstraksi seperti yang dilakukan oleh anak di mana usianya lebih tua.

Baca Juga:   Pola Pikir Sehat Akan Membuat Masyarakat Juga Sehat

Tidak sampai hanya di situ saja, proses pemikiran seorang anak mempunyai keistimewaan, yaitu anak memiliki kemampuan di dalam menyusun berbagai macam pengetahuan yang mereka miliki.

Perkembangan Dari Pola Pikir Anak

Di tahun 1997, ada seorang ahli yang memiliki pendapat bahwasanya otak seorang bayi Ketika dilahirkan belum mengalami perkembangan. Otak pada bayi akan mulai mengalami perkembangan pada saat bayi tersebut bisa berinteraksi dengan lingkungannya.

Bobot otak bayi akan naik sekitar 1 pon ketika baru dilahirkan dan akan menjadi 2 pon pada saat usianya mencapai 2 tahun. Sejumlah kegiatan elektrik neuron yang cukup penting untuk selalu dilakukan. Bahkan, sebelum proses melahirkan, sel tersebut akan menambah jumlah muatan listrik yang merangkai sirkuit mental pada bagian otak yang sebenarnya akan membawa perubahan pada struktur otak.

Setelah proses kelahiran, Akan terjadi sebuah proses yang namanya pembelajaran yang disebabkan oleh sejumlah aktivitas electric neuro. Selanjutnya, proses pembelajaran bayi akan sangat digantungkan kepada lingkungan yang ada pada wilayah sekitarnya. Otak bayi akan mengalami perubahan drastis ketika terjadi sinapsis. Proses interaksi positif yang dilakukan dengan orang dewasa akan sangat menstimulasi otak anak. Hal tersebut akan menyebabkan sinopsis tumbuh di dalam koneksi yang ada semakin diperkuat.

Baca Juga:   Pola Pikir Wanita Yang Banyak Dirahasikan Wanita

Pada perkembangan bahasa, proses pembentukan bahasa akan diawali pada dua bulan yang pertama, yaitu bayi Anda kemungkinan dapat mengeluarkan bunyi bunyian tanpa arti, bisa menangis, namun mereka bisa merespon nada suara, serta intensitas dan juga bunyi bahasa. Mereka juga akan bisa melakukan interaksi secara ritme dan emosi menggunakan suara.

Rata-rata, kebanyakan dari orang tua akan mengubah suaranya ketika mereka sedang berbicara dengan bayi. Nada dari orang tua akan lebih bervariasi dan juga diubah untuk menjadi lebih tinggi. Pada saat umur bayi ada di antara 6 sampai dengan 12 bulan, bayi secara bertahap akan terbiasa dengan logat atau struktur bumi di dalam penggunaan bahasa Ibu mereka.

Di akhir tahun pertama, bayi juga mampu untuk membangun bahasa tubuh guna bisa menggambarkan sesuatu dengan cara mengangkat tangan dan mengekspresikan ” besar”, menjawab pertanyaan dengan cara membuka Kedua telapak tangan, mengulurkan tangan, serta mengangkat bahu guna memberikan jawaban Saya tidak tahu.

Disamping itu, mereka juga mampu untuk bertepuk tangan apabila menyukai sesuatu. Ketika bayi sudah bisa mulai berbicara, maka mereka akan terus memakai bahasa tubuh bersama dengan sejumlah kosakata, menegaskan bahwa sejumlah Gerakan tubuh yang mereka gunakan bukanlah sebagai pengganti bahasa verbal, namun sangat penting di dalam perkembangan bahasa secara umum.

Baca Juga:   Ini Dia Pola Pikir Pengusaha Sukses Terbaru

Pada saat bayi masuk ke dalam usia 18 bulan sampai dengan 24 bulan, maka bayi akan bisa mulai berbicara dengan menggunakan kalimat kalimat tersendiri yang rata-rata terdiri dari dua atau tiga kombinasi kata. Sementara itu, ketika umur bayi sudah menginjak di angka 6 tahun, maka seorang bayi secara umum sudah mempunyai kosakata yang cukup banyak, yakni antara 8000 sampai dengan 14000 kata.

Itulah sejumlah penjelasan mengenai perkembangan dari pola pikir anak di mulai dari bayi sampai dengan balita. Mudah-mudahan, artikel di atas bisa memberikan gambaran kepada anda untuk mengetahui bagaimana perkembangan anak dari mulai dilahirkan sampai dengan dia mampu untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Terima kasih.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Pola Pikir Orang Jenius Yang Wajib Anda Tiru

Pola Pikir Orang Jenius Yang Wajib Anda Tiru

Pola pikir orang jenius kadangkala dianggap orang biasa sesuatu yang aneh dan nyeleneh. Bahkan kadangkala …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *