Home / Umum / Pola Pikir / Perkembangan Pola Pikir Manusia Paling Terpercaya

Perkembangan Pola Pikir Manusia Paling Terpercaya

Proses perkembangan pola pikir manusia dari tahun ketahun akan semakin berkembang. Semenjak manusia dilahirkan di bumi, tentunya mereka selalu berhubungan dengan alam. Hubungan manusia dengan alam tersebut membuat adanya sebuah pengalaman. Alam tentunya akan memberikan rangsangan kepada setiap manusia lewat panca indra.

Perkembangan Pola Pikir Manusia Paling Terpercaya

Panca indra adalah salah satu media komunikasi manusia dengan alam yang bisa mendapatkan pengalaman. Pengalaman-pengalaman tersebut tentunya akan bertambah seiring dengan bertambahnya Waktu Karena manusia selalu ingin memperoleh jawaban dari sejumlah pertanyaan yang Hakiki, yaitu Mengapa, Bagaimana, apa, baik dari kehadirannya di dunia ataupun dari segala benda yang sudah pernah mengadakan kontak dengan manusia.

Perkembangan pola pikir manusia tentunya mengalami perubahan dan selalu bertambah dari zaman ke zaman. Hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh sejumlah faktor rasa ingin tahu. Bisa dikatakan bahwa segala macam ilmu pengetahuan alam awalnya berasal dari rasa ingin tahu dan hal tersebut adalah salah satu ciri khas dari manusia. Manusia selalu memiliki rasa ingin tahu terhadap sejumlah benda yang ada di sekitarnya, matahari, bintang, Bulan serta juga kadang kala ingin mengetahui mengenai dirinya sendiri atau sering disebut dengan istilah antroposentris.

Ketika manusia dikenal sebagai makhluk, maka tentunya memiliki ciri-ciri yaitu:

  1. Mempunyai sejumlah organ tubuh yang sangat kompleks dan juga sangat khusus, salah satunya adalah otak.
  2. Mampu mengadakan proses pertukaran zat, yaitu adanya zat yang keluar dan zat yang masuk ke dalam tubuh
  3. Memberikan sejumlah tanggapan kepada setiap rangsangan yang berasal dari luar maupun dari dalam
  4. Mempunyai potensi untuk bisa berkembang lebih baik
  5. Bergerak serta tumbuh
  6. Mampu berinteraksi dengan lingkungannya
  7. Mengalami kematian

Berdasarkan ciri-ciri manusia yang ada di poin pertama, yaitu manusia memiliki otak. Dengan melihat ciri-ciri tersebut apa yang dimakan manusia tentunya akan memiliki rasa ingin tahu di mana rasa ingin tahu tersebut belum tentu dimiliki oleh makhluk yang lain, seperti angin, Sungai, tanah dan batu.

Sementara itu, udara dan air yang bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, namun gerakan tersebut bukanlah dari inisiatifnamun merupakan pengaruh serta akibat dari adanya pengaruh ilmiah yang memiliki sifat kekal.

Lantas ngapain bagaimana dengan sejumlah makhluk seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan? Sebagai contoh adalah daun-daun yang memiliki kecenderungan untuk bisa mencari sinar matahari maupun akar yang memiliki kecenderungan mencari air yang di dalamnya kaya mineral guna pertumbuhan tumbuhan tersebut. Tingkat kecenderungan tersebut tentunya akan selalu berlangsung di sepanjang zaman. Lantas, Bagaimana halnya dengan banyaknya binatang yang menunjukkan adanya sebuah kehendak untuk bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya?

Baca Juga:   Pola Pikir Wanita Yang Banyak Dirahasikan Wanita

Sebagai contoh adalah burung. Burung bisa berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya yang tentunya didorong oleh sebuah keinginan, serta rasa ingin tahu. Ingin mengetahui disini Apakah sebuah tempat memiliki tingkat keamanan yang baik serta bisa membuat burung? Setelah melakukan proses eksplorasi, maka tentunya mereka akan menjadi tahu tentang jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dimilikinya. Itulah sejumlah pengetahuan yang berasal dari burung tadi. Seekor burung juga mempunyai sejumlah pengetahuan untuk bisa melakukan pembuatan sarang di atas pohon.

Lalu, Bagaimana dengan manusia? Manusia juga tentunya mempunyai insting yang sama dengan kepunyaan tumbuh-tumbuhan dan juga hewan. Akan tetapi, manusia mempunyai kelebihan yakni adanya kemampuan di dalam berfikir. Dengan kata lain, curiosity-nya tidak idle, maksudnya adalah tidak bisa tetap di sepanjang zaman. Manusia mempunyai perasaan ingin mengetahui yang selalu berkembang maupun kemampuan di dalam berpikir. Setelah manusia mengetahui mengenai Apanya, tentunya mereka akan ingin mengetahui mengapa dan bagaimana bisa seperti itu.

Manusia memiliki kemampuan di dalam memakai pengetahuannya dan bisa dikombinasikan dengan ilmu pengetahuan yang baru, yang mana bisa dijadikan sebagai akumulasi dari pengetahuan. Perasaan ingin mengetahui dari manusia tersebut menimbulkan Pengetahuan yang dimiliki oleh mereka bisa berkembang. Hal tersebut tentunya meliputi sejumlah kebutuhan praktis di dalam kehidupan sehari-hari, Seperti contohnya adalah membuat panah, bercocok tanam, Serdang proses perkembangan yang berkaitan dengan keindahan.

Perasaan ingin mengetahui bentuknya tidak ada pada hewan. Perasaan ingin mengetahui pada hewan memiliki keterbatasan hanya pada rasa ingin mengetahui yang tetap. Tentunya perasaan tersebut tidak akan mengalami perubahan dari zaman ke zaman. Perpindahan hewan dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya hanyalah didorong oleh perasaan ingin mengetahui yang berkaitan dengan naluri nya saja.

Dengan adanya keberlangsungan proses perkembangan pengetahuan, maka hal tersebut akan membuat gambaran yang lebih nyata bahwa Terdapat perbedaan antara hewan dengan manusia. Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki akal dan juga mempunyai derajat yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan makhluk yang lain, misalnya adalah hewan.

Ada sebuah mitos perkembangan yang mana manusia akan selalu rupanya di dalam memenuhi sejumlah kebutuhan baik kebutuhan alam pikirannya maupun kebutuhan nonfisik. Perasaan ingin tahu dari manusia ternyata tidak bisa terpuaskan hanya berdasarkan pada pengamatan maupun pengalamannya saja.

Manusia kadang akan mereka-reka sendiri tentang jawaban dari keingintahuannya tersebut. Salah satu contohnya adalah Kenapa gunung bisa meletus. Apabila manusia tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut, maka manusia akan mereka-reka sendiri dengan jawaban yang dimilikinya, misalnya adalah si penunggu Gunung sedang dalam kondisi marah.

Baca Juga:   Ini Dia Pola Pikir Pengusaha Sukses Terbaru

Tentunya, akan muncul adanya pengetahuan yang baru,nya itu si penunggu. Dengan menggunakan jalan pikiran yang tidak jauh berbeda, maka tentunya akan muncul sebuah anggapan adanya si penunggu. Pengetahuan baru yang bermunculan tersebut berasal dari kepercayaan yang disebut dengan istilah mitos. Cerita-cerita yang didasari dari mitos disebut dengan istilah legenda. Mitos bisa timbul karena adanya keterbatasan dari alat indra yang dimiliki oleh manusia.

Begitu juga pada alat penglihatan. Terlalu banyak benda yang bergerak dengan sangat cepat sehingga kadangkala tidak tampak jelas terlihat oleh mata. Mata tidak akan mampu di dalam membedakan sejumlah benda-benda yang bergerak dengan sangat cepat. Demikian juga ketika benda berada pada posisi yang sangat jauh sehingga mata tentu tidak akan bisa melihatnya.

Alat pendengaran pada manusia juga memiliki keterbatasan pada getaran di mana Getaran yang bisa diterima oleh alat pendengar manusia ada di frekuensi antara 30 sampai dengan 30.000 setiap detik. Apabila terdapat getaran di bawah angka 30 maupun di atas angka 30.000 setiap detik maka tidak akan bisa didengar.

Bagaimana dengan alat pengecap bau dan pencium? Alat indera tersebut tentunya bisa digunakan untuk memastikan benda yang bisa dikecap maupun diciumnya. Sementara itu, manusia hanya bisa membedakan empat macam rasa, yakni rasa pahit, rasa asin, rasa asam dan rasa manis. Sementara itu, yang ada di dunia ini juga tidak bisa dicium seluruhnya oleh manusia. Sebagai contohnya adalah bau parfum dan beberapa bau lainnya bisa tercium oleh hidung apabila konsentrasi yang ada di udara di atas sepersepuluh bagian. Dengan menggunakan bau, manusia bisa membedakan antara benda yang satu dengan benda yang lainnya.

Alat perasa merupakan sebuah alat indra yang berada pada kulit manusia di mana hal tersebut bisa membedakan antara suhu dingin dengan suhu panas. Namun demikian, hal tersebut juga cukup relatif sehingga tidak bisa digunakan sebagai sebuah alat observasi yang tepat. Sejumlah alat indera tersebut memiliki perbedaan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain yang.

Ada yang memiliki alat perangsang sangat tajam dan ada pula yang memiliki alat peraga namun tidak sensitif. Berawal dari keterbatasan alat indra tersebutlah Maka akan muncul Adanya kemungkinan adanya salah tafsir, yang salah informasi, serta juga salah pemikiran. Guna bisa meningkatkan kemampuan alat indra tersebut, maka dibutuhkan sejumlah usaha apa yang diantaranya adalah membuat alat bantu panca indra walaupun alat yang diciptakan tersebut memang masih sering mengalami sejumlah kesalahan.

Baca Juga:   Inilah 15 Pola Pikir Orang Kaya

Bisa disimpulkan bahwa adanya mitos yang bisa diterima oleh masyarakat secara umum dikarenakan adanya:

  1. Pengetahuan yang terbatas dan juga penginderaan yang terbatas baik secara langsung maupun dengan menggunakan alat
  2. Penalaran yang terbatas pada manusia
  3. Adanya hasrat ingin mengetahui sesuatu supaya terpenuhi

Berdasarkan Auguste Comte dikatakan bahwa di dalam proses sejarah proses perkembangan dari jiwa manusia baik sebagai keseluruhan maupun sebagai individu, Berlangsung dalam 3 tahapan, yakni adalah ilmiah real atau tahap positive, abstrak atau metafisik atau tahap filsafat dan fiktif atau tahap teologi,

Di dalam tahap fiktif atau teologi apa yang manusia akan selalu berupaya di dalam menemukan serta mencari penyebab yang paling utama serta tujuan yang paling akhir dari segala macam hal, dan tentunya selalu dikaitkan dengan adanya kekuatan gaib. Sejumlah gejala alam yang bisa menarik perhatiannya selalu dikaitkan serta diletakkan dengan sejumlah sumber yang mutlak. Mereka memiliki anggapan bahwa segala macam peristiwa dan gejala dikuasai atau diatur oleh kekuatan gaib maupun Dewa.

Pada tahap abstrak atau metafisika, tahap tersebut berisi bahwa manusia masih dalam kondisi mencari penyebab utama serta tujuan akhir, tetapi manusia itu sendiri tidak menyandarkan diri pada kepercayaan hal-hal yang gaib, namun disandarkan kepada akalnya sendiri, di mana akal tersebut sudah memiliki kemampuan di dalam melakukan abstraksi untuk bisa mendapatkan hakekat dari segala sesuatu.

Tahapan terakhir yakni tahapan riil atau positif merupakan sebuah dasar pengetahuan yang sudah dicapai serta dikembangkan dengan cara positif lewat perbandingan, percobaan serta pengamatan. Di tahap berikutnya, berdasarkan adanya kemampuan berpikir manusia yang dari tahun ke tahun semakin maju serta sejumlah perlengkapan dari pengamatan yang semakin sempurna, maka munculnya mitos dengan sejumlah legenda akan semakin ditinggalkan oleh manusia dan mereka akan memiliki kecenderungan untuk memakai rasio ataupun akal sehat.

Itulah penjabaran singkat mengenai perkembangan pola pikir manusia dan juga proses perkembangan pola pikir manusia yang bisa saya ulas pada posting kali ini. Mudah-mudahan, setelah anda memahami perkembangan pola pikir manusia maka tentunya Anda bisa menempatkan diri kepada pola pikir yang terbaik sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat yang baik pula. Terima kasih dan selamat pekerja.

Tentang Admin

Menulis merupakan bagian dari aktivitas Admin InaneSia.com disamping beberapa pekerjaan utama harian sebagai IT Networking, Programming, Graphich Design, Content Writer, Teknisi Elektronika, Teknisi Komputer dan Pengajar bidang Multimedia pada salah satu SMK. Hobi Otomotif dan Bertani adalah bagian penghilang kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Admin berkomitmen untuk bisa memberikan yang terbaik bagi pembaca. Salam hangat dari saya, Admin InaneSia.com

Artikel menarik lainnya

Pola Pikir Orang Jenius Yang Wajib Anda Tiru

Pola Pikir Orang Jenius Yang Wajib Anda Tiru

Pola pikir orang jenius kadangkala dianggap orang biasa sesuatu yang aneh dan nyeleneh. Bahkan kadangkala …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *