Home / Umum / Usaha / Sistem Kerja Kontraktor dan Bentuknya

Sistem Kerja Kontraktor dan Bentuknya

Sejumlah bentuk sistem kerja kontraktor dengan pemilik proyek secara umum Sudah dibedakan menjadi empat macam, yakni sistem borong upah kerja, sistem full, sistem harian lengkap dan sistem komisi. Masing-masing dari sistem kerja kontraktor tersebut memiliki perbedaan di mana ketika sistem kerja kontraktor tersebut akan saya coba ulas pada posting kali ini.

Sistem Kerja Kontraktor dan Bentuknya

Barangkali, sekarang ini Anda memang sedang membutuhkan informasi tentang sistem kerja kontraktor Sehingga nantinya anda akan lebih memahami tiga jenis sistem kerja kontraktor yang sekarang ini cukup banyak diterapkan di dalam mengerjakan sejumlah proyek.

Beberapa jenis sistem kerja kontraktor

1. Sistem kerja kontraktor Sistem borong full

Sistem borong full biasa pula dikenal dengan istilah sistem borong kontraktor yang mana pada sistem kerja tersebut diterapkan sistem borong total dengan didasari dari harga satuan dari sejumlah item yang dikerjakan, termasuk di dalamnya adalah penggunaan bahan serta ongkos pemasangan. Sistem burung tersebut merupakan sistem burung yang paling banyak digunakan pada proses pekerjaan kontraktor. Hal tersebut disebabkan karena lebih ringkas pada proses pembayaran dan juga bisa dilakukan dengan teknik opname atau pencapaian prosentase pekerjaan.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Importir

Tingginya nilai dari kontrak tentunya sangat bergantung kepada kualitas bahan yang dipasang dan juga teknik pemasangannya. Semakin baik kualitas dari bahan yang digunakan, maka akan menyebabkan harga persatuannya semakin mahal. Harga satuan rata-rata juga memiliki perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya.

2. Sistem kerja kontraktor sistem borong upah kerja

Di dalam sistem borong upah kerja dilakukan proses pembayaran kepada pekerja berdasarkan kepada hasil dari pekerjaan yang telah dikerjakannya. Sementara itu, untuk material ataupun bahan serta sejumlah peralatan yang akan dipakai merupakan pemilik yang wajib menyiapkannya.

Sebelum ditentukan jenis sistem kerja kontraktor dalam bentuk sistem borongan, tentunya wajib untuk dipertimbangkan terlebih dahulu waktu yang dibutuhkan, seberapa sulit di dalam mengerjakan, serta pemakaian sejumlah bahan dan material yang harus disesuaikan dengan desain rumah ataupun model yang diharapkan, sehingga pada akhirnya apa saja yang diinginkan oleh pemilik dapat direalisasikan berdasarkan pesanan.

3. Sistem kerja kontraktor sistem kerja upah harian

Sistem kerja kontraktor dengan model sistem harian rata-rata dikerjakan apabila sang pemilik rumah memiliki waktu yang cukup guna melakukan pengawasan terhadap pekerjaan secara langsung pada lokasi proyek. Di samping itu, pemilik dari bangunan juga wajib untuk menyediakan material dan bahan secara berkelanjutan supaya proses pekerja Tidak menanggung dan tidak menganggur karena Adanya keterlambatan material kerja. Disamping itu, pemilik pekerjaan atau rumah juga wajib untuk dapat menentukan seorang pengawas yang dapat dipercaya guna melakukan pengontrolan terhadap jalannya pekerjaan sehingga lebih optimal.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Transaksi

4. Sistem kerja kontraktor model kerja komisi kontraktor

Sistem komisi ini merupakan sistem kerja kontraktor yang proses perhitungan atau proses mendapatkan hasil berdasarkan nilai persentase dari semua pekerjaan. Kontraktor akan memperoleh hasil berapa persen dari total anggaran yang sudah berhasil diselesaikannya. Besarnya angka presentase yang akan diterima kontraktor rata-rata bergantung kepada kesepakatan antara kontraktor dengan pemilik proyek. Sistem komisi ini memang memiliki kecenderungan lebih transparan dikarenakan kontraktor akan membuat laporan secara detail mengenai besarnya nilai biaya yang sudah dikeluarkan oleh pemilik proyek secara kontinyu.

Demikianlah penjabaran singkat tentang sistem kerja kontraktor serta beberapa bentuk dari sistem kerja yang sering diambil oleh para kontraktor sehingga mereka mampu untuk menyelesaikan sebuah proyek dengan cara tepat pada waktunya. Dengan adanya empat pilihan sistem kerja kontraktor tersebut, maka tentunya setiap kontraktor akan memiliki keleluasaan di dalam menentukan jenis sistem kerja yang hendak dilaksanakan nya atau bisa memberikan pilihan kepada pemilik rumah jenis pembayaran yang akan ditempuh. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Baca Juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Pekerjaan

Artikel menarik lainnya

Cara Mengukur Celana Pria

Cara Mengukur Celana Pria Dengan Mudah

Celana adalah salah satu bagian dari pakaian yang wajib dikenakan oleh setiap orang. Tentu, anda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *