Home / Umum / Usaha / Sistem Kerja Reksadana Yang Menguntungkan dan Bebas Rugi

Sistem Kerja Reksadana Yang Menguntungkan dan Bebas Rugi

Pada ulasan kali ini, saya akan mencoba membahas mengenai sistem kerja reksadana yang tentunya cukup menguntungkan dan bebas dari adanya kerugian. Lalu, Bagaimana cara mempraktekkan sistem kerja Reksadana tersebut? Sebelum kita membahas mengenai sistem kerja dari Reksadana, maka Mari kita bahas terlebih dahulu sejumlah hal yang berkaitan dengan sistem kerja Reksadana sehingga kita benar-benar memahami tentang Reksadana.

Sistem Kerja Reksadana Yang Menguntungkan dan Bebas Rugi

Pada saat kita mempraktekkan Reksadana, tentunya sebelum kita menjual Reksadana tersebut maka bagian manajer investasi akan melakukan pencarian kepada sponsor atau pembeli dana terlebih dahulu. Dana yang berasal dari sponsor tersebutlah yang akan dijadikan modal pada investasi awal. Sebagai contoh, misalnya manajer investasi memperoleh sponsor dana dengan Besar 1 Triliun rupiah yang nantinya akan diinvestasikan lewat pembelian se jumlah saham yang bersumber dari berbagai macam perusahaan. Manajer investasi tersebut nantinya akan mencoba membagi nilai total dari investasi yang sudah diperoleh kepada pecahan-pecahan yang dikenal dengan istilah unit penyertaan yang nilainya adalah Rp. 1.000.

Unit penyertaan tersebut yang kita beli pada saat kita membeli Reksadana. Kesimpulannya adalah dengan memperhatikan total investasi yang nilainya 1 Triliun rupiah, maka nantinya akan diperoleh jumlah unit penyertaan dengan nilai 1 Triliun rupiah dibagi Rp. 1.000 sehingga didapat angka satu miliar unit penyertaan. Pada bagian ini, maka nilai unit penyertaan dikenal dengan istilah nilai aktiva bersih.

Baca Juga:   Perhitungan Gaji Karyawan Resign

Pada tahapan berikutnya, misal kita mengatakan bahwa dalam kurun waktu 1 bulan nilai investasi yang 1 trilyun rupiah tersebut bisa tumbuh menjadi 1,02 Triliun Rupiah. Dengan demikian, maka akan didapat angka 1,02 Triliun Rupiah dibagi 1 Miliar unit penyertaan sehingga didapat angka Rp. 1.020.

Dapat dikatakan bahwa dalam kurun waktu 1 bulan tersebut, pemilik dari unit penyertaan atau investor akan Mendapatkan keuntungan dengan besar yakni Rp. 1.020 dibagi Rp. 1.000 dikalikan 100%, yakni 2%. Bisa pula dikatakan bahwa investor yang pada mulanya memberikan modal dengan besar Rp. 100.000 dengan membeli 100 unit penyertaan, maka akan memperoleh Return dengan besar Rp. 2.000, sementara itu investor yang membeli 1000 unit penyertaan dengan menggunakan modal Rp1.000.000 akan memperoleh keturunan sebanyak Rp. 20.000, dan bagi investor yang mampu membeli 10000 unit penyertaan atau sekitar 10 juta Rp, maka akan memperoleh peraturan sebesar Rp.200.000. Demikian juga untuk angka-angka yang lain dan berlaku untuk satu bulan.

Bagian di atas memang hanyalah merupakan contoh yang cukup sederhana dan memang sengaja disederhanakan. Akan tetapi, seperti itulah perkiraan sistem kerja reksadana yang sekarang ini pada. Sebagai sebuah analogi, pada dunia saham, unit penyertaan dapat dianggap sebagai lembaran-lembaran saham sementara itu,unit penyertaan merupakan harga saham setiap lembarnya. Menarik bukan untuk mengikuti reksadana?

Baca Juga:   Perhitungan Gaji Untuk Pengajuan KPR

Mudah-mudahan, tulisan diatas Bisa Anda pahami dengan mudah dan tentunya Anda bisa untuk mencoba berinvestasi tanpa harus repot-repot memonitor perkembangan dari investasi yang Anda berikan. Tinggal menunggu saja dan biarkan Reksadana bekerja untuk anda.

Artikel menarik lainnya

Cara Mengukur Celana Pria

Cara Mengukur Celana Pria Dengan Mudah

Celana adalah salah satu bagian dari pakaian yang wajib dikenakan oleh setiap orang. Tentu, anda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *